Table of Contents
DAILY WORDS, MINGGU, 19 OKTOBER 2025
PEKAN BIASA XXIX– TAHUN C
BY RP. PIUS LAWE, SVD
BACAAN I : KEL 17: 8 – 13
MAZMUR : MZM 121: 1 – 2. 3 – 4. 5 – 6. 7 – 8
BACAAN II : II TIM 3: 14 – 4: 2
INJIL : LUK 18: 1 – 8
Pengalaman ini mungkin biasa saja. Namun bagiku, ini sesuatu yang sungguh langkah namun menyentuh. Ya, pagi itu, hari Minggu, 12 Oktober 2025, di saat sedang dalam pesawat Wings Air, siap untuk take off menuju kota Saumlaki, saya tertegun dengan tindakan seorang ibu yang duduk di samping kiriku dekat jendela pesawat. Dia membuat tanda salib dan berdoa dengan khusuk-nya. Hal yang sama juga dilakukannya di saat segera setelah pesawat landing dengan selamat. Dia bukan hanya membuat tanda salib, namun dengan mata tertutup ibu yang ramah dan sopan ini mendaraskan doa di dalam hatinya. Sungguh suatu pengalaman iman yang luar biasa, menyaksikan seorang ibu pendoa yang sedang mengajarkan kepada saya tentang arti MENGANDALKAN TUHAN di dalam hidup. Bukan cuma itu yang dapat saya pelajari. Keberanian untuk memberi kesaksian iman tanpa ada rasa malu dan segan, merupakan satu nilai tambah yang dapat saya petik untuk kehidupan spiritual-ku, apalagi di wilayah dengan populasi Katolik sebagai kelompok minoritas. Ini juga merupakan suatu tindakan heroic sekaligus sebagai satu bentuk PEWARTAAN SABDA ALLAH.
Antiphon Mazmur Tanggapan yang kita nyanyikan hari ini mengingatkan kita akan warisan iman yang luhur, yang sudah dihidupi oleh umat Israel dalam masa Perjanjian Lama. Mereka senantiasa mengandalkan Tuhan terlebih ketika sedang mengalami kesusahan dan penderitaan. Orang-orang Israel yang setia bukan berteriak pada dewa dewi asing. Bagi mereka, pertolongannya hanya ada pada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Hal ini dibuktikan oleh bangsa Israel ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji tepatnya di daerah Rafidim, dan orang-orang Amalek datang menyerang. Bersama Allah mereka berperang mengalahkan bangsa asing. Digambarkan jika Musa berdiri di puncak bukit dan memegang tongkat Allah di tangannya. Setiap kali dia mengangkat tongkat itu, bangsa Israel memukul mundur orang Amalek. Ketika Musa menurunkan tangannya, bangsa Amalek menjadi lebih kuat. Harun dan Hur yang mendampingi Musa tidak kehilangan akal. Mereka mengambil sebuah batu dan Musa duduk di atasnya, sementara keduanya membantu menopang tangan Musa agar tongkat Allah terus diangkat. Pada akhirnya, orang Amalek dipukul mundur.
Cerita kemenangan orang Israel atas bangsa Amalek di atas menegaskan apa yang ditegaskan Yesus tentang bagaimana kita harus berdoa. Seperti sikap seorang janda yang tidak segan-segannya dan tidak jenuh-jenuhnya datang kepada sang hakim, Yesus mengajarkan kepada kita untuk berdoa secara konsisten (tetap) dan persisten (tekun/ulet). Sering kita cepat putus asah di dalam berdoa, terlebih ketika kita merasa bahwa Allah sepertinya tidak mendengarkan harapan dan kerinduan kita. Ya, hendaknya kita berdoa supaya KEHENDAK ALLAH-lah yang terjadi atas hidup kita.
Keberanian untuk bersaksi di dalam doa adalah suatu TINDAKAN PEWARTAAN. Dengan berdoa, kapan dan dimana pun, baik saat sendiri maupun di hadapan orang lain yang mungkin seiman atau tak seiman, kita sedang mengajarkan kepada sesama jika hanya kepada Allah manusia menggantungkan seluruh hidupnya. Oleh karena itu, marilah kita, sebagaimana yang diamanatkan oleh St. Paulus kepada Timotius, teruslah MEWARTAKAN SABDA ALLAH, dan salah satu model pewartaan Sabda Allah yang mestinya kita lakukan setiap hari adalah BERDOA, baik secara pribadi maupun secara bersama, baik berdoa sendirian di dalam kamar maupun berdoa di tengah banyak orang, bahkan yang berbeda keyakinan dengna kita. Dengannya, kita sedang memproklamirkan kepada dunia bahwa hanya di dalam Allah kita menaruh seluruh hidup, harapan dan kerinduan kita. Mari, hendaknya kita tidak bimbang dan ragu untuk selalu mengandalkan Allah lewat doa-doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Tuhan memberkati!! Have a wonderful Sunday filled with love and compassion. Warm greetings from Tambolaka – Sumba Barat Daya. padrepiolaweterengsvd