Sentuhan  Kasih-Nya

SIRAMAN   ROHANI Senin, 6  Juli  2026 Matius. 9 : 18  –  26 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang dua peristiwamukjizat yang dilakukan Yesus. Pertama, kepala rumahibadat yang datang memohon kepada Yesus  untukmenghidupkan anak perempuannya yang meninggal. Kedua, seorang wanita yang mengalami pendarahanselama dua belas tahun yang disembuhkan denganmenjamah jubah Yesus.  Berbagai mukjizat yang dlakukan Yesus menunjukkan akan kuasa-Nya atasmaut dan penyakit. Namun, mukjizat akan terjadi  jikaada kerendahan hati dan kepercayan kepada Tuhan Kepala rumah ibadat dan Wanita tersebut menunjukkan sikapkerendahan hati dan kepercayaanatas kuasa Tuhan. Maka, merekadatang dan memohon sertamenyerahkan segala penderitaanhidup mereka kepada-Nya. Maka, Yesus melihat keputuasaan, kerendahan hati dan iman mereka sehingga mukjizat pun terjadi.Kerendahan hati mereka menjadi jalan bagi sentuhankasih Tuhan yang berkuasa atas hidup mereka. Menurutprinsip rohani, kerendahan hati akan mendahuluikehormatan dan memampukan seseorang mengalamilawatan Ilahi dan membiarkan Tuhan bertindak dalamhidup seseorang. Benarlah yang dikatakan,“Tinggi hatimendahului kehancuran, tetapi kerendahan hatimendahului kehormatan”. (Amsal 18:12). Saudara-saudari terkasih, kerendahan hati adalah kunciutama dalam membuka pintu mukjzat Tuhan. Ketika kita melepaskan kesombongan atau ego kita maka di sanalah mukjizat akan menemukan jalan untuk datangmelalui pintu ketulusan dan kepasrahan dalam hidupkita. Melalui Injil hari ini, Yesus mengundang kitauntuk datang kepada-Nya denagn penuh kerendahanhati dan kepercayaan kepada-Nya supaya kuasa Tuhan terlaksana dalam hidup kita. Kerendahan hati menjadidasar kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. Jadi ingatlah, “Kerendahan hati bukan tanda kelemahan kita, melainkan ruang kosong bagi campur tangan dari Yang Ilahi”. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)

Read more

Yesus Melihat Hati Kita

SIRAMAN    ROHANI Sabtu,  4  Juli   2026 Matius.  9  :  14  –   17 Banyak orang biasanya menilai sesuatu berdasarkan penampillanluarnya saja sebelum mengetahui kuallitas atau kebenaran yang sesungguhnya. Hal ini mendorongnya untuk suka mengkritikorang lain tanpa melihat diri sendiri. Sama halnya dalam konteksagama, orang lebih mementingkan cara dan aturan beragamadaripada kesucian hatinya yang berkenan kepada Allah. Bacaan Injil hari ini menceritakan tentangpara murid Yohanes mengkritik murid-murid Yesus karena tidak berpuasa. Merekabertanya kepada Yesus, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak? Maka, Yesus menjawab,“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itubersama mereka?” Pertanyaan ini menjadi jawaban Yesus kepadamereka mengapa para murid-Nya tidak berpuasa. Yesusmengibaratkan diri-Nya sebagai mempelai pria dan para pengikut-Nya sebagai para sahabat-Nya. Kehadiran Yesus di tengah para murid-Nya membawa sukacita sehingga untuk berdukacita dan berpuasa tidak sesuai dengan tempat dan situasinya. Bagi mereka, puasa sebagai tanda kesalehan yang wajib dan rutin dilakukanuntuk menunjukkan pertobatan atau ketaatan. Namun hal iniberbeda dengan pandangan Yesus. Menurut-Nya, puasa yang benar dilakukan dengan tulus bukan dipamerkan kepada orang lain. Maka, puasa yang dilakukan orang-orang Farisi menunjukkan kemunafikan artinya memperhatikan penampilanluar saja tetapi hati mereka jauh dari Allah. Saudara-saudari terkasih, puasa dan ibadat mengajarkan kita untukmenerima semangat baru sehingga membutuhkan hati, pikiran dan pemahaman yang baru (kantong yang baru). Bukan denganpemahaman lama (kantong lama) yang terlalu fokusmemperhatikan penampilan orang lain dibandingkan diri sendiri. Maka, Yesus mengajak kita untuk “menyimpan anggur barudalam kantong yang baru” artinya kebenaran dan cara hidup kitayang baru harus disesuaikan dengan pola pikir dan hati yang baruyaitu semangat kasih Allah. Ingatlah, “Tuhan tidak melihatpenampilan fisikmu melainkan hatimu “(1 Samuel 16:7). Marilahkita berfokus membangun hubungan kasih yang intim denganAllah tanpa mengkritik orang lain. Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr.Laurens ’ R)

Read more

Keraguan   Itu   Manusiawi !

SIRAMAN   ROHANI Jumat,  3  Juli  2026 Pesta   Santo   Tomas,  Rasul  Matius.  8  :  28   –  34 Pada umumnya, setiap orang membutuhkan bukti konkret, data atau fakta sah untuk mengambil keputusan ataumeyakini suatu kebenaran. Artinya, ‘melihat bukti barupercaya’. Namun, arti iman sejati sebaliknya yaitu“percaya dulu, baru bisa melihat buktinya”. Mengapa? Karena iman sejati  menuntut sikap batin untukmenyerahkan diri kepada Allah. Bacaan Injil hari ini menampilkan sikapTomas yang mewakili pemikiran banyakorang. Ia tidak percaya akan kesaksianpara murid yang lain tentangkebangkitan Yesus.  Ia  menuntut buktifisik kebangkitan Yesus supaya iapercaya. Maka, ketika Yesus menampakkan diri kembalikepada para murid-Nya, Ia berkata kepada Tomas,…

Read more

BANGKIT, ANGKAT TILAMMU, DAN BERJALANLAH!

RENUNGAN PAGI Kamis, 2 Juli 2026 (Matius 9:1-8)————-***———- Selamat pagi, sahabat-sahabat peziarah harapan. Barangkali kelumpuhan terbesar zaman ini bukanlah kelumpuhan kaki, melainkan kelumpuhan hati. Kita hidup di tengah dunia yang…

Read more