Sejenak Sabda

(Sabtu, 23-08-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XX Bac I: Rut 2:1-3.8-11;4:13-17Bac Injil: Mat 23:1-12 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama , Marilah kita saling…

Read more

Sejenak Sabda

(Jumat, 22-08-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiPW. St. Perawan Maria, Ratu Bac I: Rut 1: 1.3-6.14b-16.22Bac Injil: Mat 22: 34-40 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama , Kita…

Read more

Cinta Tuhan Tanpa Batas

Oleh: RD. Novly Masriat Kamis, 21 Agustus 2025 Mat. 21:1-14   ​Dalam perumpaan dalam injil tadi, Yesus menceritakanseorang raja yang mengadakan perjamuan kawin untukanaknya. Banyak orang diundang ke perjamuan ini tetapimereka memiliki banyak alasan untuk tidak hadir. Perumpaanini hendak menunjukkan kepada kita tentang rahmat Tuhanyang senantiasa terbuka bagi kita semua. Tuhan mengundangkita semua untuk hadir dalam perjamuan Tuhan, untukmenerima rahmat-Nya. Ekaristi adalah perjamuan Tuhan. Setiap saat Tuhan mengundang kita untuk masuk dalamperjamuan Ekaristi. Tuhan ingin agar kita menerima berkatdan kekudusan dari Ekaristi, namun kadang kala kita memilikisejumlah alasan untuk hadir. Sesibuk apapun kita, jangansampai kita sama sekali tidak memiliki waktu untukmenghadiri Ekaristi. Ekaristi adalah sumber dan puncakkehidupan orang beriman Kristiani. Dari Ekaristi, kita semuadikuduskan.  Kita diharapkan agar saat hadir dalam Ekaristi, kitasungguh-sungguh hadir dengan hati yang bersih. Yesus di akhir injil menyebutkan bahwa tuan pesta menegur seorangyang tidak berpakaian pesta saat perayaan perjamuan nikah. Dia sudah hadir dalam perjamuan tetapi seolah-olah tidak siapdan tidak sepenuh hati karena tidak mengenakan pakaian yang pantas. Kita yang sudah hadir dalam Ekaristi ini, haruslahhadir dengan hati dan budi. Saat ini kita sudah memenuhiundangan Tuhan untuk menghadiri Ekaristi, namun pada saatyang sama kita dituntut juga agar “mengenakan pakaianpesta” atau hadir dengan hati penuh kesucian, sukacita, dan damai, serta membawa dampak kekedusan kepada orang lain sesudah mengikuti Ekaristi. Amin.  .  

Read more

Cinta Tanpa Syarat

Oleh: RD. Novly Masriat Selasa, 20 Agustus 2025 Mat. 20:1-16 ​Seorang pekerja biasanya digaji berdasarkan jumlah jam kerja. Semakin lama orang itu bekerja, maka semakin tinggigajinya. Di sisi lain, besar dan kecilnya gaji seorang pekerjajuga tergantung pada tingkat kerumitan atau seberapa besarresiko pekerjaan itu. Intinya adalah terdapat perhitunganrasional dalam pemberian gaji. Para pekerja kebun angguryang Yesus ceritakan dalam perumpaan injil hari inimengharapkan demikian. Para pekerja yang sudah bekerjadari pagi berharap bahwa mereka harus digaji lebih tinggidaripada para pekerja yang baru saja datang siang atau sore hari.  Namun Yesus menunjukkan kepada kita bahwa logikaTuhan berbeda dengan logika manusia. Allah itu kasih dan penuh kemurahan hati. Kasih Tuhan kepada setiap orang itusama. Dia murah hati kepada setiap orang. Tuhan menyayangikita semua tanpa batas. Seseorang yang sudah lama menjadiKatolik, dan yang baru saja menjadi Katolik akanmemperoleh rahmat yang sama. Syarat cinta Tuhan adalahpertobatan dan keterbukaan hati untuk Tuhan. Saat ini ketikakita sungguh-sungguh bertobat, maka ramhat cinta Tuhan ituakan sama dengan mereka yang sudah lama bertobat.  Untuk itu, mari kita terbuka terhadap panggilan Tuhanuntuk menerima kasih Tuhan itu. Kita pun belajar dari Tuhanuntuk memiliki hati penuh cinta tanpa batas dan maubermurah hati kepada siapapun, termasuk musuh-musuh kita.  

Read more

Sejenak Sabda

(Rabu, 20-08-2025) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiPW. St. Bernardus, Abas dan Pujangga Gereja Bac I: Hak 9:6-15Bac Injil: Mat 20:1-16a Pesan Tuhan Hari Ini Pertama , Kepemimpinan…

Read more

Mari berbagi Rahmat Tuhan

RD. Novly Mastiat 19 Agustus 2025 Tuhan tidak melarang orang untuk memiliki sejumlah materi(uang, harta, jabatan, dan materi lainnya). Kalau memangmateri itu diperoleh dengan ketulusan, maka itu adalah sebuahberkat. Apalagi, bila kita mau berbagi dan menolong orang lain, maka materi-materi itu sungguh menjadi sarana berkat. Namun, materi itu akan menjadi bencana bila kita mengukursegala sesuatu berdasarkan materi. Yesus mengatakan, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorangkaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melaluilobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalamKerajaan Allah” (Mat. 19:23-24). Yesus tidak sedangmenolak orang kaya, tetapi yang Yesus tekankan adalah hatiyang melekat pada harta atau materi. Ketika hati terkungkungdan terpenjara dengan materi, maka di situlah kelemahan dan dosa. Semakin kita melekatkan diri dan menjadikan diri sebagai hamba materi, uang, dan jabatan, maka kita justru membatasi diri terhadap rahmat Tuhan dan sesama. Kerendahan hati, hati yang terbuka dalam berbagi akan memudahkan kita untuk diterima oleh komunitas kita dan juga tentu Tuhan sendiri.

Read more