Renungan

KESEDIHAN DI UJUNG KEGEMBIRAAN

“Kawan, engkau akan kukenang setiap saat aku merayakan Hut Episcopalku.” Kawan,Kita telah bersama-sama mengarungi badai dam gelombang panggilan sehingga berhasil sampai menggapai Imamat suci pada tanggal 06 Oktober 2021. Kita…

Read more

GEMBALA YANG BERKORBAN DAN BERBAU DOMBA

(Kis. 4:8-12; 1Yoh. 3:1-2; Yoh. 10:11-18) HM Paskah IV/Minggu Panggilan Minggu, 21 April 2024 Yesus adalah gembala yang baik. Gembala berartipelayan, pempimpin, penuntun. Yesus yang adalah gembalaberbeda dengan gembala-gembala yang lain. Terdapat duakarakter dari gemabala yang baik, yaitu pengorbanan dan kedekatan dengan domba-domba. Ini kunci menjadi gembalayang baik. Pertama, Pengorbanan menunjuk pada kesediaanuntuk menderita dan terluka demi orang lain. Pengorbananjuga menunjuk kesediaan untuk dengan sabar dan kasihmeluangkan waktu untuk mendengarkan orang lain, terutamaanak-anak yang ingin meyampaikan harapan dan cita-citamereka (GE, art. 16). Pengorbanan membawa perubahan dan kebaikan. Paus Fransiskus katakan, “karena pada akhirnyasaya telah mencermati bahwa tidak menikmati apa yang menyenangkan jika tidak menanggung penderitaannya Karena pada akhirnya saya telah mengerti bahwa apa yang telahditumbuh-kembangkan oleh pohon hidup dari apa yang telahditanamkan di tanah” (CV, art. 108). Perkataan inimenegaskan bahwa tidak ada kebaikan tanpa pengorbanan. Harus ada pengorbanan supaya kebaikan tumbuh dan berkembang. Orang yang bersedia berkorban adalah orang-orang penuh kasih karena tidak ada kasih yang lebih besardari seseorang yang memberikan nyawanya bagi sahabatnya(bdk. Yoh. 15:13).  Kedua, seorang gembala harus dekat dan mengenalsecara dekat domba-dombanya. Seorang gembala mengertidan memahami dengan baik dan benar pergumulan domba-dombanya. Inilah yang disebut gebala berbau domba. Tentanghal ini Paus Fransiskus pernah katakan dalam homily…

Read more