HIDUP BAGAIKAN RODA Leonardus AnsisFebruary 17, 2025054 views Hari Minggu Biasa VI Yer. 17:5-81Kor. 15:12,16-20; Luk. 6:17,20-26. Minggu, 16 Februari 2025 Hidup ini bagaiakan warna. Kadang kala, kita berjumpadengan warna putih. Selain itu, sebagian mungkin sangat seringberjumpa dengan warna merah atau hitam, dan seterusnya. Hidup yang dihiasi dengan warna-warni menunjuk pengalamanhidup yang bervariasi. Oleh sebab itu, kalau bagaikan roda, maka saat tertentu kita berada pada posisi teratas, tetapi ketikaroda berputar, maka dalam situasi tertentu, kita berada pada posisi terendah. Inilah variasi-variasi dalam hidup. Yesus dalam injil menyebutkan bahwa, “berbahagialah haikamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah hai kamu yang sekarang ini menangis, karenakamu akan tertawa” (Luk 6:21). Kata-kata ini mengingatkan kitatentang variasi-variasi dalam hidup. Saat ini kita menangis, tetapi suatu saat kita akan tertawa; saat ini kita tertawa, tetapisuatu saat kita bisa menangis. Saat ini kita hidup berkelimpahan, tetapi ada saat di mana kita sangat berkekurangan; saat ini kitamungkin berkekurangan, tetapi adalah mungkin untuk di kemudian hari kita bisa berkelebihan. Untuk itu kesombongandalam hidup tidak berasalan dan kekecewaan atau keputusaanyang mendalam seharusnya tidak menjadi beban dalam hidup. Kita tidak perlu sombong ketika saat ini kita berkelimpahan, sebab suatu ketika, sangat mungkin kita sangat melarat di kemudian hari. Sebaliknya, kita tidak harus selalu merasa putusasa dan hilang harapan, sebab selalu saja ada jalan untuk kitabisa bahagia dan gembira lagi. Selain itu, kita juga tidak harus mempersalahkan orang lain yang saat ini berkelebihan, karena dahulu mereka mungkinsusah, dan berjuang untuk bisa bangkit dan memperolehkelebihan-kelebihan itu. Sebaliknya, kita juga janganmempersalahkan orang lain atau kita yang mungkin saat inisedang susah. Hidup memang begitu, ada susah dan senangnya. Tergantung dari kita untuk memanfaatkan roda kehidupan ini. Bila kita mau mengusahakan hidup jauh lebih baik, maka adalahsangat mungkin untuk kita bisa juga bisa senyum, bahagia, senang, dan berkelebihan. Dengan demikian, jangan pernah sombong dan angkuh. Kebahagiaan surgawi tidak diukur dari segala hal yang kitamiliki. Semuanya itu sementara saja dan terbatas. Kapan saja segala yang kita miliki ini bisa saja lenyap. Selain itu, janganjuga tenggelam dalam keputusasaan dan kesedihan yang dalam. Apapun pengalaman hidup kita, kita harus tetap bersyukurkepada Tuhan. Ukuran kebahagiaan sejati adalah ketika kitamengandalkan Tuhan. Tuhan menganugerahkan kekuatan, akalbudi, talenta, kemapuan untuk kita untuk kita pakai demi membangkitkan kita lagi dari kesedihan. Ada sejumlah alasanyang membuat kita untuk tetap bahagia, gembira, dan bersyukur. Nafas kehidupan, sesama saudara kita yang baik, orang tua, anak-anak, senyuman adalah berbagai bentuk asalan yang perlukita lihat sebagai sumber kebahagiaan di tengah kesedihan yang menerpa hidup kita. Semoga Tuhan membantu dan menolongkita. Amin.@novlymasriat. Read more
MENGHADAPI ORANG YANG TAK PERCAYA Leonardus AnsisFebruary 16, 2025059 views EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI KORYANO, MASOHI, MALUKU TENGAHSenin, 17 Februari 2025Injil: Mrk. 8 : 11 – 13 “Sejuta bukti bagi orang yang tak percaya pasti tidak ada artinya. Sebaliknya… Read more
TUHAN, ENGKAULAH ANDALANKU Leonardus AnsisFebruary 15, 2025051 views REFLEKSI HARI MINGGU DARI STASI KORYANO, MASOHIMinggu, 16 Februari 2025Minggu Biasa VIInjil: Luk. 6 : 17. 20 – 26 Beberapa pokok permenungan di hari Minggu ini, yakni: 1) Semakin kuat… Read more
PERBUATAN BAIK SEBAGAI WUJUD KEPRIHATINAN Leonardus AnsisFebruary 14, 2025052 views EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI KAIRATU, MALUKU TENGAHSabtu, 15 Februari 2025Injil: Mrk. 8 : 1 – 10 “Banyak orang memiliki keprihatinan terhadap kemiskinan, penderitaan dan kesulitan yang dialami sesamanya, namun… Read more
BERDOA DAN MEMINTA DENGAN PENUH KEPERCAYAAN Leonardus AnsisFebruary 12, 2025058 views EMBUN ROHANI PAGI DARI STASI NAIWEL, PULAU SERAM TIMURKamis, 13 Februari 2025Injil: Mrk. 7 : 24 – 30 “Jangan pernah berhenti berdoa dan meminta, karena suatu saat engkau akan mendapatkan… Read more
BERSIHKANLAH MULUT, PIKIRAN DAN HATIMU YANG NAJIS Leonardus AnsisFebruary 11, 2025046 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA KAIRATU, PULAU SERAMRabu, 12 Februari 2025Injil: Mrk. 7 : 14 – 23 “Dalam doa saya mengaku kita mengakui bahwa kita telah berdosa dengan pikiran, perkataan,… Read more
BIBIR MANIS MUKA MUNAFIK Leonardus AnsisFebruary 10, 2025040 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESelasa, 11 Februari 2025Injil: Mrk. 7 : 1 – 13 “Orang munafik adalah mereka yang berpura-pura baik dalam perkataan maupun perbuatan mereka, entah kah… Read more
YESUS PASTI MEMULIHKAN DAN MENYEMBUHKANMU Leonardus AnsisFebruary 9, 2025053 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISESenin, 10 Februari 2025Injil: Mrk. 6 : 53 – 56 “Saya selalu suka mendengar kata-kata ini yang diucapkan oleh Romo Vikjenku dalam setiap pelayanan… Read more
MENGAPA BERMAZMUR BAGI TUHAN? Leonardus AnsisFebruary 9, 2025049 views DAILY WORDS, MINGGU, 09 FEBRUARY 2025PEKAN BIASA VBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I : YES 6: 1 – 2a. 3 – 8MAZMUR : MZM 138: 1 – 2a. 2bc… Read more
SADAR AKAN DOSA DAN TERBUKA PADA PENGAMPUNAN Leonardus AnsisFebruary 9, 2025042 views Yes. 6:1-2a.3-8; 1Kor. 15:1-11; Luk. 5:1-11 HM Biasa V/Minggu, 9 Februari 2025 Hans Kung, seorang teolog Katolik, yang lahir di Swiss, 19 Maret 1928. Dia seorang ahli teologi yang kontroversialkarena beberapa pandangannya yang berbeda denganpandangan gereja Katolik dan menyebabkan kebingungan di atnara orang-orang beriman. Maka Sejak 18 Desember 1979, Roma mencabut missio canonica (hak resmi dari Vatikan) untuk mengajar doktrin resmi Gereja Katolik. Dia terkenaldengan pandangan dogmatik dan ekumenik. Bagi dia, setiapagama perlu saling berdialog. Dia tidak meremehkan agama lain, dan tidak menghianati agamanya sendiri. Dalam hubungan dengan teologi tentang gereja, Hans Kung berpendapat bahwa gereja terdiri dari orang berdosa, dan sekaligus kudus. Pengampunan dari Allah mengapuskeberdosaan manusia dan mengantar manusia kepadakekudusan. Gereja, melalui konsili Vatikan II sudahmenyadari keterbasaan anggota gereja. Namun Gereja tetapmemandang bahwa gereja itu suci. Kristus sebagai kepalagereja datang untuk menebus dosa-dosa umat (LG, art. 8). Untuk itu, kendati gereja terdiri dari orang-orang berdosa, namun melalui gereja semua orang beriman dikuduskan oleh Kristus melalui perayaan liturgi, terutama ekaristi (SC, art. 2, 7). Gereja adalah perkumpulan orang-orang berdosa yang kemudian disucikan dan dikuduskan oleh Yesus melalui wafatdan kebangkitannya. Darah Yesus, anak domba Allah yang mengangkat kita dari keberdosaan menuju kepada kekudusan. Para rasul yang Yesus pilih untuk ambil bagian dalampewartaan-Nya juga memiliki kekurangan dan masa lalu yang kelam. Mereka memiliki kelemahan dan dosa, yang kemudianmemperoleh kekudusan dari Tuhan karena pertobatan dan kesediaan mengikuti Kristus. Rasul Petrus sungguh menyadarikeberdosaanya. Petrus tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini orang berdosa”… Read more