Siraman Rohani

Pemimpin Sejati Adalah  Pelayan Bagi Sesama

SIRAMAN   ROHANI Senin,   28   September   2026 Lukas.   9   :   46   –   50 Manusia umumnya berada dalam keadaan persaingan dan konflik demi kekuasaan karena didorong oleh ego dan ingin rasa aman. Orang yang memiliki kuasa atau jabatanseringkali menjadi ukuran kesuksesan di dalamMasyarakat. Bahkan dengan kuasanya, ia memilikikemampuan untuk mengatur hidup sendiri dan orang lain. Dalam bacaan Injil hari ini juga menunjukan persaingandan pertengkaran di antara Para murid sempat bertengkartentang siapa yang terbesar di antara mereka. Merekamasih memikirkan tentang status, jabatan, kedudukan ataukekuasaan duniawi. Akhirnya, Yesus berkata kepadamereka, “Barang Siapa menerima anak ini demi…

Read more

Siapakah  Yesus Dalam Hidupmu ?

SIRAMAN   ROHANI Jumat.  25 September  2026  Lukas.  9  : 18  –  22 Ada sebuah lirik lagu rohani yang berjudul Kasih Setia-Mu, berbunyi, “Siapakah Aku ini Tuhan?.” Lagu inimerupakan ungkapan permenungan diri yang mendalamtentang  kerendahan hati manusia di hadapan Sang Pencipta. Sebagaimana dalam bacaan Injil hari ini Yesus berkatakepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”. Yesusingin mengetahui sejauh mana pemahaman orang tenang diri-Nya.Mereka menjawab, Engkau adalah Yohanes Pembaptis, ada juga Elia, bahkan ada juga seorang nabi. Namun, Yesus kembali menegaskan kepada mereka, “Lalu, menurut kalian siapakah Aku ini? Yesus mengalihkanpertanyaan itu langsung kepada hati dan keyakina  paramurid-Nya sendiri. Yesus ingin mengetahui sejauh mana para murid-Nya mengenal-Nya. Hal ini menjadi bagiandari ujian iman, komitmen dan  pemahaman mereka yang selama ini mengikuti-Nya dan melihat mukjizat yang dilakukan-Nya. Petrus menjawab-Nya, Engkaulah Kristusdari Allah. Jawaban Petrus ini mewakili para murid yang lain. Mesias berarti Kristus yang dipilih dan diurapi oleh Allah menjadi Penyelamat dunia. Mendengar itu, Yesusmelarang mereka untuk memberitahukan hal itu kepadasiapapun. Saudara-saudari terkasih, hari ini Yesus bertanyakepadamu, menurut kamu siapakah Yesus dalamhidupmu? Mungkin ada di antara kita menjawab, Yesusadalah Penyelamatku, Yesus adalah Rajaku, Yesus adalahSahabatku, Yesus adalah Idolaku dan sebagainya. Mungkin jawaban kita berbeda-beda. Namun, siapakahYesus  bagiku bukan hanya keluar dari bibir kita saja tetapiYesus harus menjadi pusat hidup, doa dan pelayanan kita. Inilah iman kita bersama yang mengakui bahwa Yesusadalah Kristus dari Allah.  Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr.  Laurens’  R)

Read more

Taruhlah  Harapanmu  Hanya   Kepada  Tuhan

SIRAMAN    ROHANI  Rabu,   23  September 2026 Pw.  St.  Padre  Pio,  Imam Lukas.  9  :  1  – 6 Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Yesusmemanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya untukmewartakan Kerajaan Allah. Menariknya, Yesus tidakhanya mengutus tetapi juga membekali mereka dengankuasa untuk menguasai setan-setan dan menyembuhkanpenyakit-penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan mengutus mereka tetapi juga melengkapi dengan kuasa-Nya. Para murid juga diingatkan oleh Yesus untuk tidakmembawa apa-apa. Yesus kepada mereka, “Janganmembawa apa-apa dalam perjalanan. Jangan membawatongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju”. Yesus mengajarkan sebagai pelayan Tuhan harusbergantung sepenuhnya pada kuasa-Nya bukan darikekuatan materi duniawi. Seperti yang ditunjukkan oleh Santo Padre Pio, seorangimam yang kita peringati hari ini. Dia dikenal sepanjanghidupnya sebagai seorang yang selalu bergantungsepenuhnya kepada kuasa, kehendak, dan penyelenggaraanIlahi (Providentia Dei). Bagi Padre Pio, doa dan kepasrahan kepada Tuhan bukan sekadar aktivitas rohani, melainkan napas hidupnya yang utama. Saudara-saudari terkasih, kita perlu menyadari bahwasegala sesuatu di dunia adalah titipan Tuhan sehingga kitahanya pengelolah bukan pemilik dunia. Maka, kita harusrendah hati untuk bergantung pada pemilik-Nya, Yesussendiri. Iman kita tidak boleh bersandar pada kemampuankita yang terbatas melainkan pada kuasa Allah yang tidakada batasnya. Melalui Injil hari ini, Yesus mengajak kitauntuk selalu mengandalkan kuasa-Nya dalam setiap karyahidup kita.  Dengan meneladani santo Padre…

Read more

Syarat  Menjadi Keluarga-Nya

SIRAMAN   ROHANI Selasa, 22 September 2026 Lukas. 8 : 19  –  21 Menjadi bagian keluarga Allah bukan sekadar status tetapi dinyatakan lewat tindakan untuk mendengarkandan melaksanakan Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari. Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang ibu dan saudara-saudara Yesus yang ingin bertemu dengan-Nya. Namun, Yesus sendiri berkata dalam Injil hari ini, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya”.Perkataan Yesus menunjukkan bahwa keluarga-Nya adalah  mereka yang taat mendengarkan dan melakukankehendak Allah. Hal ini bukan berarti Yesus menolakibu dan saudara-saudara-Nya, tetapi Dia melihat arti keluarga melampaui garis keturunan atau hubungandarah. Bagi-Nya, hubungan rohani dan ketaatan kepadaAllah jauh lebih utama daripada hubungan keluarga. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengajak kita dalamInjil hari ini untuk bergabung dalam keluarga Allah dengan mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah.  Mendengar berarti kita merenungkan atau memahamiajaran Sabda Allah. Namun, mendengar tidak cukup. Kita perlu tindakan nyata untuk mewujudkan ajaranSabda Allah itu di dalam kehidupan kita sehari-hari. Inilah iman hidup yang harrus dibuktikan lewatperbuatan taat pada Sabda Allah. Maka dari itu, ingatlahbahwa “Ikatan iman dan kasih kepada Kristus jauh lebihkuat daripada ikatan darah; ia menyatukan kita sebagaisatu keluarga Allah yang abadi”. Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr.  Laurens’  R)  

Read more

Rangkul  Jiwanya  Bukan   Dosanya

SIRAMAN   ROHANI Senin,   21  September 2026 Pesta   St.   Matius,  Penginjil . Matius.  9 : 9   – 13 Seorang pemimpin perusahan akan mencari orang yang memiliki karakter yang baik secara moral maupunketrampilannya untuk kemajuan dan kemakmuranperusahan tersebut. Sebaliknya, ia tidak ingin karyawanyang memiliki  ‘catatan yang buruk’ atau perilaku yang buruk maka dia bisa merusak reputasi perusahan, budayakerja dan keharmonisan seluruh kelompok. Pada hari ini Gereja Katolik Merayakan Pesta Santo Matius, Penginjil. Pada awalnynya, Matius adalah seorangPemungut Cukai yang dianggap berdosa karena memeraspajak dari rakyat demi keuntungan pribadi penjajah. Namunakhirnya, ia dipanggil Yesus untuk menjadi murid-Nya. Sebagaimana dalam bacaan Injil hari ini menceritakantentang panggilan Yesus kepada Matius. Walaupun Matius memiliki ‘catatan yang buruk’, Yesus tetap memanggil diadan berkata kepadanya, ‘Ikutlah Aku’. Yesus dan para murid-Nya juga duduk dan makan bersama Pemungut Cukaidan orang berdosa. Hal ini menimbulkan kritikan dari orang Farisi dan mereka  bertanya kepada para murid-Nya, “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungutcukai dan orang berdosa?” Bagi orang Farisi, orang berdosasebagai kelompok najis, hina, dan harus dijauhi agar tidaktercemar dosa rohani. Namun, Yesus tetap bergaul dan makan bersama mereka. Yesus menegaskan kepada para murid-Nya, “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untukmemanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”…

Read more

Cintailah dan Peluklah Salib-Nya!

SIRAMAN   ROHANI Senin,  14  September  2026 Pesta   Pemuliaan   Salib   Suci Yohanes. 3  :  13   –  17 Santo Paulus dari Salib pernah berkata, “Cintailah salib. Peluklah erat-erat. Salib adalah harta-Nya, sukacita-Nya, kemuliaan-Nya, terang-Nya, jantung hati-Nya dan cinta-Nya.” Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Salib yang dahulu menjadi lambangkehinaan dan kematian namun diubah menjadi lambangkemenangan, kasih, dan pengharapan yang kekal bagiseluruh umat beriman. Perayaan Pesta Pemuliaan Salib Sucihari ini meneguhkan iman kita akan pengorbanan Yesus di atas kayu salib sebagai jalan keselamatan bagi penebusandosa manusia. Penginjil Yohanes dalam Injil hari ini menunjukkan tentangbetapa besar kasih Allah dan pengorbanan Yesus, Putera-Nya di Kayu salib demi menyelamatkan dosa manusia. Kasih Allah yang sempurna kepada manusia dibuktikandengan pengorbanan dan kematian Anak-Nya di…

Read more

Orang  Bodoh Menertawakan  Kekurangan Orang Lain!

SIRAMAN    ROHANI Jumat,   11   September   2026 Lukas.  6  : 39  –  42 Intropeksi diri merupakan cara terbaik untuk mengenali, mengevaluasi dan memperbaiki diri sendiri agar menjadipribadi yang lebih baik dan bijaksana. Hal ini menuntutkejujuran dari kita untuk menilai diri sendiri tanpa mencaripembelaan atau pembenaran.  Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus juga mengajak para murid-Nya untuk mengintropekksi diri sebelum melihatkesalahan orang lain. Hal ini yang dikatakan Yesus,  “Mengapa engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di matamu sendiri tidak kauketahui?Yesus mengingatkan para murid sebelum melakukanpelayanan, mereka harus membersihkan kesalahan terlebihdahulu sebelum berniat mengoreksi orang lain. Yesusmengecam seseorang yang suka mengkritik orang lain padahal pribadinya lebih buruk daripada orang tersebutmerupakan tindakan tidak jujur dan munafik. Maka, pentingnya setiap orang melihat ke dalam dirinya sebelummelihat keluar kepada orang lain. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengajak kita dalam Injilhari ini untuk selalu mengintropkesi diri menjadi pribadiyang baik sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam hal ini, kita berusaha menggantikan pandangan negatif terhadaporang dengan mengutamakan hal positif dan kebaikan dariorang lain. Kita perlu bersikap sebagai seorang hamba yang rendah hati untuk melihat dan memperbaikikesalahan diri sendiri daripada orang lain. Hal inimenunjukkan perkembangan pribadi kita menuju kepadakematangan emosional demi mengembangkan dirimenjadi pribadi yang bijaksana. Kita diingatkan jugasupaya jangan mudah terjebak dengan melihat kekuranganatau kesalahan orang lain tanpa melihat dan menyadarikekurangan atau kelemahan diri senidri. Ingatlah, “Orang bodoh menertawakan kekurangan orang lain, namunorang yang bijak menertawakan kekurangan dirinyasendiri”. Marilah kita menjadi orang bijak untuk berjuangmelihat dan memperbaiki kesalahan diri kita masing-masing. Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr.  Laurens ‘ R)…

Read more

Kelahiran Maria Sebagai  ‘Fajar Yang Menyingsing’

SIRAMAN ROHANI Selasa,  8   September  2026 Pesta  Kelahiran   Santa   Perawan  Maria Matius. 1  :  1  –  16. 18  –  23   Hari ini kita merayakan Pesta Kelahiran Santa PerawanMaria. Kehadiran Maria ke dunia bukan suatu kebetulantetapi bagian dari rencana keselamatan Allah . Dalam teologikristiani, kelahiran Maria dipandang sebagai fajar yang menyingsing sebelum Matahari keadilan yaitu Yesus Kristus, terbit bagi dunia. Kelahiran Bunda Maria menjadi buktipenantian para nabi dan  terlaksananya janji keselamatanAllah kepada manusia.   Maria telah dipilih Allah sejak awal mula menjadi ibu Juruselamat. Kesaksian nabi Mikha dalam bacaan pertamamenunjukkan bahwa ia akan melahirkan seorang anak yang menjadi sumber kekuatan dan penyelamat manusia. Inilahjanji Allah bahwa akan ada seorang pemimpin  yang akanmemimpin umat-Nya dengan kekuatan dan keagungan nama-Nya. Bahkan, Dia akan menjadi sumber damai sejahtera bagiumat-Nya. Kesaksian Nabi Mikha diuraikan secara jelasdalam Injil hari ini tentang silsilah Yesus Kirstus. Dalam Injilhari ini, kepenuhan janji keselamatan yakni hadirnya Sang juruselamat ke dunia yang terkahir dari seorang wanitasederhana atas kehendak Allah yaitu Maria, seorang dariNazaret. Walaupun pribadinya sederhana, Maria menunjukkan iman yang total dan ketaatan kepada kehendakAllah. Maka, Maria menjadi posisi yang istimewa dalamrencana keselamatan Allah. Peristiwa ini menunjukkanbahwa Allah selalu bekerja dan memilih orang-orang yang sederhana untuk melanjutkan misi keselamatan-Nya.    Saudara-saudari terkasih, kehadiran Maria  membawasukacita besar tidak hanya bagi orang tua (Yoakhim dan Anna) tetapi juga bagi seluruh sejarah keselamatan Gereja.  Paus Leo XIV dalam catatan Doktrinal Mater populi fidelismenegaskan bahwa Bunda Maria memegang peran pentingsebagai teladan iman dan perantara dalam rencanakeselamatan namun Yesus Kristus adalah satu-satunyaPenebus. Oleh karena itu, Pesta Kelahiran Santa PerawanMaria hari ini mengajarkan kita untuk hidup rendah hati,taat,…

Read more

Kebaikan  Kepada  Sesama    Adalah  Hukum  Tertinggi

SIRAMAN    ROHANI Senin,   7   September  2026 Lukas.  6  :  6  –  11 Ada sebuah prinsip moral klasik yang dikenal dalam dunia hukum dan filsafat yaitu Salus Populi Suprema Lex Estoartinya kebaikan rakyat atau sesama adalah hukum tertinggi. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa aturan secaraidealnya bertujuan menertibkan untuk melindungi manusia, bukan untuk membatasi ruang gerak manusia untuk berbuatbaik kepada sesama.   Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Aturan Sabat dalam hukum Taurat adalah laranganuntuk berhenti total dari segala pekerjaan.  Perisitiwa inimembuat ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi menyalahkan Yesus karena melakukan pekerjaan pada hariyang dikuduskan bagi Tuhan. Mereka adalah kelompokreligius yang sangat setia dan taat pada aturan Taurat. Merekaterlau mencintai aturan sehingga melupakan kasih dan kepedulian kepada sesama. Yesus tahu pikiran mereka maumenjebak-Nya. Namu, Yesus tetap menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya. Dia berkata, “Bangunlah dan berdirilah di tengah”. Lalu, Yesus sekali lagi berkata, “Ulurkanlah tanganmu”!. Maka, orang itu mengulurkantangan dan ia pun sembuh. Melalui peritsiwa kesembuhan ini, Yesus ingin menunjukkan kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi bahwa melakukan kebaikan dan menolong orang yang sakit atau menderita jauh lebih utama daripada sekadartaat pada aturan lahiriah.   Saudara-saudari terkasih, aturan dibuat untuk melayanikebaikan bersama, bukan untuk mencelakakan atau menyiksasesama. Tindakan Yesus dalam Injil hari ini mengajarkan kitabahwa  kebaikan kepada sesama  tidak boleh dihentikan oleh aturan Taurat atau hari Sabat.  Kebaikan kepada sesamaadalah tanggungjawab moral yang harus kita lakukan. Kita ingat akan perintah ini “Kasihilah sesamamu manusia sepertidirimu sendiri’ adalah hukum terutama dan terpenting dalamaturan Taurat. Cinta kasih kepada sesama menjadi inti hukumTuhan.…

Read more

Hari Sabat :  Menghadirkan   Kebaikan  Kepada  Sesama

SIRAMAN   ROHANI Sabtu,   5  September  2026 Lukas.   6.  1  –  5 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang para murid Yesusmemetik dan memakan gandum pada hari Sabat. Hal inimenimbulkan kritikan dari orang Farisi karena  tindakanmereka sudah melanggar hukum Sabat tentang melakukanpekerjaan pada hari tersebut. Beberapa orang Farisi berkata, “Mengapa kalian melakukan sesuatu yang tidakdiperbolehkan pada hari Sabat?” Pertanyaan ini munculkarena orang Farisi adalah kelompok religious yang taatpada hukum Taurat terutama aturan mengenai hukum hariSabat. Salah satu bunyi hukum Sabat yaitu larangan segalabentuk pekerjaan pada hari Sabat untuk menghormati hariyang dikhususkan bagi Tuhan. Mengenai pertanyaan orang-orang Farisi, Yesus pun menjawab mereka, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hariSabat”. Perkataan Yesus ini ingin membela para murid-Nya. Namun, lebih dari pada itu perkataan-Nya mengandung arti yang mendalam untuk mengingatkan semua orang bahwaaturan atau hukum diciptakan demi kebaikan manusia, bukan menyiksa atau membelenggu mereka terutama dalamhal kasih kepada sesama dan kebutuhan dasar mereka. Yesus menunjukkan otoritas tertinggi yang menciptakanhukum Sabat. Jadi, Dia berhak menentukan bagaimana hariSabat dimaknai dan digunakan sebaik mungkin. Bagi Yesus, Sabat sejati memberikan pemulihan dan kelegaan kepadasemua orang, di mana Kristus tetap menjadi pusat dalamkehidupan manusia. Saudara-saudari terkasih, makna terdalam hari Sabat bukanhanya dilihat sebagai aturan atau istirahat dalam bekerjatetapi menjadi  peluang bagi kita untuk terus berbuat kasih. Kasih adalah dasar hari Sabat. Sabat menjadi haripemulihan, memenuhi kelangsungan kebutuhan dasar, merawat orang sakit, menolong sesama atau berbagi denganorang yang berkekurangan. Oleh karena itu, Yesus dalamInjil hari ini mengingatkan kita bahwa Sabat bukan sekadarberhenti bekerja melainkan waktu terbaik untukmenghadirkan kebaikan kepada semua orang. Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr. Laurens’ R)

Read more