Home Ā» HATI PENUH CINTA

HATI PENUH CINTA

by Leonardus Ansis
0 comments


Mrk. 7:14-23
Rabu, 11 Februari 2026

Hati merupakan pusat dan inti kehidupan manusia. Hati menjadikan diri kita unik. Yesus, dalam injil hari ini menegaskan yang menjadikan kita najis bukan yang datang dari luar, tetapi yang datang dari dalam hati (bdk. Mrk. 7:18-22). Dalam bagian lain, Yesus berkata, ā€œOrang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik; dan orang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinyaā€ (Luk. 6:45). Hati dapat menjadi sumber kebaikan, tetapi sekaligus sumber kejahatan.
Dalam kaitan dengan komunikasi, Paus Fransiskus, pada hari Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 tahun 2023, Paus menekankan komunikasi hati yaitu sebuah komunikasi dengan hati yang terbuka, ramah, dan penuh cinta. Komunikasi dengan hati seperti ini akan menimbulkan kedamaian dan ketenangan, tetapi ketika komunikasi tidak dengan hati yang ramah, terbuka, penuh cinta, maka akan menimbulkan iri hati yang menjengkelkan, memicu kemarahan yang mengarah pada konfrontasi.
Banyak persahabatan atau pertemanan atau relasi hancur karena komunikasi hati tidak berjalan lancar. Hidup tidak lagi harmonis karena ada hati yang terluka atau karena ā€œtidak ada lagi hatiā€. Relasi menjadi kaku dan semu karena ā€œtidak ada hati lagi di dalam relasi itu. Rumah hanya menjadi ā€œtempat persinggahan sajaā€ karena hanya badan saja yang mendiami rumah, tetapi hati tidak. Komunikasi menjadi formalitas saja karena tidak menggunakan hati lagi dalam komunikasi (hanya melihat dengan mata saja, tidak dengan hati; mendengar dengan telinga saja, tidak dengan hati; berbicara dengan mulut saja, tidak dengan hati). Kenajisan hidup kita atau relasi kita atau kekudusan hidup kita atau relasi kita sering sangat tergantung pada hati kita ini. Hati yang baik akan menguduskan kita dan menguduskan orang lain; namun hati yang kotor akan menajiskan kita, dan menciptakan peluang kenajisan bagi orang lain. Marilah kita senantiasa berjuang untuk menguduskan hati kita agar selalu menjadi sumber kekudusan, bukan kenajisan. @novlymasriat.

You may also like