Advertisement

YESUS AIR KEHIDUPAN

Kel. 17:3-7; Mzm. 95:1-2,6-7,8-9; Rm. 5:1-2,5-8; Yoh. 4:5-42 

HM Prapaskah III/Minggu, 8 Maret 2026

 

​Air merupakan unsur yang penting bagi kehidupanmanusia. Semua orang mencari air untuk memenuhi kebutuhanhidup. Air menjadi pemuas dahaga dan rasa haus. Komposisiutama air adalah molekul H₂O, tetapi dalam air alami biasanyaterdapat juga berbagai mineral dan gas terlarut. Beberapa ritual gereja Katolik sering menggunakan air. Dalam tradisi gerejaKatolik air digunakan untuk membersihkan dosa, lambangkehidupan baru, menyegarkan jiwa, dan tanda berkat. Sumberair adalah Yesus. Untuk itu, dari Yesus-lah keluar berkat, kesejagaran, kehidupan, dan keselamatan. 

​Di mana-mana kita dapat menemukan air untuk diminum. Terdapat juga sumber mata air di berbagai tempat. Bukan hanyaair untuk diminum, tetapi uang, jabatan, popularitas, harta, kemewahan, juga adalah “air”. Dengan menikmati “air-air” ini, maka orang dapat menemukan kepenuhan hidup. Hidup terasalegah. Tentu, tidaklah keliru, kalau ada yang dianugerahi harta, uang, atau jabatan. Itu mungkin bagian dari rahmat dari Tuhan. Itu patut disyukuri. Namun jangan sampai kita lupa untukmeminum air kehidupan sesunggunya dan kembali kepadasumber air sebenarnya, yaitu Yesus Kristus.

​Saat berbicara dengan seorang perempuan Samaria yang hendak menimbah air di sumur Yakub, Yesus menyatakanbahwa Dirinya adalah air hidup. Dia adalah sumber air kehidupan yang tidak pernah akan membuat orang haus lagi(bdk. Yoh. 4:14). Pernyataan ini sekaligus merupakan undanganbagi perempuan tersebut untuk menempatkan diri kepadasumber kehidupan yang sesungguhnya. Kepenuhan makna hidupsesunggunya ada di dalam diri Yesus. Dia adalah sumberkehidupan, dan di dalam diri-Nya kita tidak “haus” lagi. Untukitu, selain sumber air lain yang kita miliki saat ini, kita perlumenyempurnakan hidup dengan meneguk air kehidupan Yesus. Di dalam diri Yesus kita menemukan kebijaksanaan, ketenangan, kedamaian, dan kebahagiaan sesungguhnya. 

Air kehidupan lain itu penting, tetapi akan habis dan terbatas (bahkan kadang-kadang tercampur zat-zat yang membahayakan kehidupan). Air kehidupan dari Yesus, bukanhanya membuat kita tidak haus lagi secara bilogis, tetapi juga emosional, dan spiritual. Orang akan kehilangan makna hidupsesungguhnya kalau tidak bersandar pada Yesus. Hidup akanterjebak dalam materalisme, individualisme, egoisme, ketikakita haus air duniawi, seperti uang, jabatan, harta, dan popularitas. Kehausan akan hal-hal ini tidak akan pernah selesai. Kerinduan dan kehausan akan Tuhan membantu kita untukmenemukan nilai-nilai moral dan spiritual. Karena komposisi di dalam air yang Tuhan tawarkan adalah kebaikan, pengampuna, kerendahan hati, dan cinta kasih (berbagai buah-buah RohKudus). Komposisi air duniawi sering terdiri dari persaingan, kecemburuan, saling menjatuhkan, iri hati, kepura-puraan, dan kemunafikan. Amin. @novlymasriat.

    wpChatIcon