Table of Contents

Arca bunda Maria ditandu oleh para tukang : Bpk. Gode, Bpk. Heri, Bala dan Paul. diarak menuju gua yang terletak di depan gereja santo Paulus Rasul Bawang
Hari Sabtu 02 Mei 2026 menjadi moment bersejarah bagi umat Katolik Paroki santo Thomas Rasul Taliabu, Keuskupan Amboina. Peristiwa iman ini terjadi di sebuah stasi kecil yang bernama Stasi santo Paulus Rasul Bawang. Dalam rangkaian Upacara Penyerahan Gedung Gereja, Pastoran, Gua Maria dan di mana pada pukul 17.00 Wit dilaksanakan Pemberkatan Arca Bunda Maria oleh RD. Paul Alilyaman Kalkoy, didampingi RD. Kornelis Openg dan RD. Joseph Ohoiledjaan. Acara pemberkatan arca dilakukan di tengah dusun Bawang, dihadiri oleh umat Bawang dan umat di seputaran pusat paroki.

Arca Bunda Maria dijemput oleh para penari anak-anak asli Taliabu di depan gua Maria
Setelah itu, Arca Bunda Maria ditandu oleh para tukang, diarak dengan penuh hikmat dan meriah oleh seluruh umat menuju Gua Maria. Di lokasi gua Maria, yang terletak tepat di depan halaman gedung gereja santo Paulus Bawang, anak-anak asli Taliabu menyambut kedatangan Arca sang Bunda dengan Tarian asli Taliabu. Para penari berarak perlahan menuju gua Maria, tempat pentakhtaan arca Bunda. Acara dilanjutkan dengan doa pemberkatan gua Maria oleh ketiga imam dan kemudian gua Maria direciki air suci dan didupai. Arca bunda Maria kemudian diangkat dan ditakhtakan oleh wakil umat, yakni bapak Niko Ratama dari Paroki santo Fransiskus Xaverius Katedral Ambon. Sebelum ditakhtakan, bapak Niko menyampaikan harapannya : āKami berharap agar kiranya gua Maria ini menjadi oase rohani di tengah kesibukan dunia, tempat di mana umat dapat beristirahat, berdoa dan merasakan pelukan kasih Bunda Maria yang membawa kita kepada Yesus, Puteranyaā. Bapak Niko bersama para pastor mentakhtakan arca Bunda Maria pada gua yang sudah ditata dengan indah.

Bapa Nico RD. Paul. RD. Nelis dan RD. Van Josh mentakhtakan Arca Bunda Maria di dalam gua, sesaat setelah gua Maria diberkati para imam.
Sementara itu, RD. Paul Alilyaman Kalkoy juga menyampaikan harapannya : āUmat sekalian yang terkasih, Inilah GUA MARIA PERTAMA di paroki ini, di Kabupaten Pulau Taliabu ini. Gua Maria ini kiranya menjadi sarana doa yang indah, tempat ziarah dan tempat untuk mengadu dan memohon kepada Tuhan bersama Bunda Maria, bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi siapa saja yang mau datang memohon perlindungan dan kasih sayang Sang Bundaā. Sebagai tanggapan akan sukacita iman ini, semua umat menyanyikan lagu Maria dan berdoa bersama.
Bawang Kecil Dalam Segala Hal: Bukti Kasih Tuhan
Bawang (dalam bahasa Taliabu artinya Mangga) merupakan sebuah dusun kecil, jauh dari kedamaian. Jaraknya dari desa Induk sekitar 6 km. Hampir 100% umatnya adalah penduduk asli Pulau Taliabu dan bekerja sebagai petani dan pekebun. RD. Joseph Ohoiledjaan, pastor vikaris paroki santo Thomas Rasul Taliabu dalam sambutannya : āTak seorang pun membayangkan bahwa stasi Bawang merupakan tempat pertama berdirinya sebuah gua Maria di paroki ini, di kabupaten Pulau Taliabu ini. Bawang kecil nan sederhana ini mengajarkan kita akan satu hal : Kasih Tuhan muncul tak terduga, bahkan melalui hal-hal yang kecil dan sederhana. Bawang yang kecil dalam segala hal menjadi bukti kasih Tuhan bagi manusia.ā Ia berharap agar semua umat di paroki ini, khususnya di Bawang selalu merawat, menjaga dan menggunakan gua Maria ini dengan sebaik-baiknya.
Persembahan Kasih Umat Paroki Katedral
Dalam sambutannya, RD. Joseph Ohoiledjaan mengucapkan terima kasih kepada paroki Katedral yang sudah membangun gedung gereja dan gua Maria yang indah ini. Selanjutnya RD. Kornelis Openg menyampaikan : āGua Maria dan gereja ini ada karena kebaikan hati banyak orang, khususnya umat paroki Katedral. Terima kasih pastor Paul, bapak Niko, DPP dan seluruh umat paroki Katedral Ambon atas pemberian kasih nan indah ini.ā

Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Ā Mewakili pemerintah, Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Pulau Taliabu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Gereja yang menyediakan fasilitas peribadatan yang memadai di wilayah ini. Ia menyampaikan terima kasih kepada paroki Katedral Ambon, paroki Taliabu dan semua saja yang berkehendak baik membangun sarana-sarana peribadatan ini demi menumbuhkan iman umat. Menurutnya, seorang warga Gereja yang baik, tentu juga seorang warga masyarakat yang baik. Keharmonisan dan toleransi akan terbina di sana.Ā Ā
Dengan pemberkatan arca dan gua Maria ini, maka tempat iniĀ dibuka secara resmi untuk umum dan menjadi destinasi ziarah rohani bagi umat Katolik untuk berdoa dan berefleksi diri. Puncak dari sukacita iman pemberkatan arca dan gua Maria ini adalah Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Paul Alilyaman Kalkoy dan RD. Kornelis Openg dan RD. Joseph Ohoiledjaan sebagai konselebran serta disemarakkan oleh Paduan Suara OMK Paroki Taliabu, pimpinan Goliat Jeujanan dan Lazarus Koban. (YL)