{"id":13679,"date":"2024-09-16T01:54:02","date_gmt":"2024-09-16T01:54:02","guid":{"rendered":"https:\/\/keuskupanamboina.org\/news\/?p=13679"},"modified":"2024-09-16T01:54:02","modified_gmt":"2024-09-16T01:54:02","slug":"iman-mengatasi-primordialisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/","title":{"rendered":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DAILY WORDS, SENIN, 16 SEPTEMBER 2024<br \/>HARI BIASA DALAM PEKAN BIASA XXIV<br \/>PW MARTIR ST. KORNELIUS, PAUS, &amp; ST. SIPRIANUS, USKUP<br \/>BY <em>RP. PIUS LAWE, SVD<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">BACAAN I : I KOR 11: 17 \u2013 26<br \/>MAZMUR : MZM 40: 7 \u2013 8a. 8b 0 9. 10. 17<br \/>INJIL : LUK 7: 1 \u2013 10<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@ Saya memberi judul atas refleksi hari ini sekedar memberi penekanan pada sikap batin si perwira Romawi, baik terhadap hambanya maupun terhadap Tuhan Yesus ( <em>Yang Kudus).<\/em> <em>Pertama<\/em> , terhadap hambanya yang sakit keras. Perwira tidak peduli jika yang sakit ini adalah seorang \u201chamba\u201d. Dia lebih memandang \u201chamba\u201d sebagai seorang manusia yang bermartabat yang membutuhkan pertolongan di saat susah atau sakit. Inilah sesungguhnya suatu sikap yang terpuji. Baik juga jika saya sebagai imam, tidak melihat posisiku sebagai \u201ckaum tertahbis\u201d yang menjaga jarak, apa lagi dengan mereka yang mungkin dianggap rendah di dalam masyarakat. Iman yang teguh pada Tuhan yang telah berinkarnasi tentunya mengatasi apapun perasaan \u201csuperior\u201d yang mungkin ada di dalam diriku. Apalagi ketika saya tidak sadar, cenderung bersikap \u201cover clericalist\u201d. Sikap perwira Romawi yang rendah hati di atas juga saya temukan di dalam diri semua orang yang hari-hari ini saya jumpai dalam upaya menggalang dana bagi Pembangunan Gereja Stasi Waipia. Mereka sudah menjadi contoh yang baik bagiku. Tanpa melihat dari mana saya berasal, warna kulit, tampang, dst., mereka tergerak untuk berusaha menolong umat yang ada di parokiku di pulau Seram. Sungguh iman yang mereka hidupi mengatasi segala macam perasaan dan kondisi yang dapat menjadi tembok pemisah atau \u201c <em>gap<\/em> \u201d antara diri mereka dan orang lain. Danke banya banya untuk semua yang telah menolong sesama tanpa ada syarat atau kondisi yang menghimpit atau merasuki dirinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@ <em>Kedua<\/em> , sikap iman dan batin dari Perwira terhadap Yesus. Baginya, menjadi seorang Romawi yang nota bene adalah bangsa penjajah, tidak membatasi dirinya dengan Yesus, yang adalah seorang Yahudi. Dia lebih melihat apa yang unique atau khusus di dalam diri Yesus. Lebih terpuji lagi ketika si perwira Romawi ini sudah memandang jauh lebih ke dalam ( <em>deepest into<\/em> ) diri Yesus sebagai \u201cbukan sekedar Yahudi\u201d melainkan \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d. Hal pertama, dia menyatakan ketidak-layakannya untuk dekat atau dikunjungi oleh \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d karena dia bukan seorang Yahudi. Dalam pandangan orang Yahudi, bagi pendatang atau perantau atau penjajah, mereka hanyalah Kumpulan kaum kafir yang tidak mengenal Allah Israel. \u201c <em>Tuan, jangan bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan. Tetapi katakanlah sepatah kata saja, maka hambaku itu akan sembuh<\/em> \u2026\u201d. Hal kedua berhubungan dengan sikap batin sang perwira itu adalah merasa dirinya sebagai seorang yang tidak layak, mungkin karena pekerjaan atau tugasnya sebagai seorang perwira. Di dalam tugas mempertahankan kedaulatan kekaiseran Romawi, mungkin saja dia banyak melakukan hal-hal yang melukai hati sesama, apalagi bawahannya di dalam kesatuan ketentaraan. Hal inilah yang membuat dia merasa tidak layak untuk ada di hadapan atau didatangi oleh \u201c <em>Yang Kudus\u201d.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@ <em>Ketiga<\/em> , sikap Yesus. Justru Yesus memuji iman sang Perwira yang sungguh-sungguh mengatasi\/ <em>over coming<\/em> semua kondisi kemanusiaan yang melilitnya. Kondisi kemanusiaan ini yang saya sebut sebagai primordialisme, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan \u201c <em>sentiment atau rasa<\/em> \u201d kesukuan, kelas, warna kulit, status, pekerjaan, tingkat ekonomi, dst. Yesus sungguh-sungguh memberi penekanan pada \u201c <em>iman si perwira<\/em> \u201d yang melampaui semua kondisi di atas. Apalagi, kerendahan hati si perwira berhadapan dengan \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d yaitu Yesus sendiri. Bagi si perwira, untuk menghadap \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d kita mesti mengatasi semua rasa kemanusiaan yang membuat kita menjaga jarak dengan sesama yang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@ <em>Keempat<\/em> , point yang ketiga di atas ditekankan juga oleh St. Paulus di dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus. Hendaknya kita menghindari \u201cpertemuan-pertemuan\u201d yang tidak mendatangkan kebaikan melainkan keburukan&#8221;. Artinya, kita membuat pertemuan atau perjumpaan bukan untuk sebuah perjamuan yang kudus melainkan untuk hal-hal lain yang bersifat memecah belah satu dengan yang lain. Hal ini dapat berarti, pertemuan atau perjumpaan itu kita kamuflasekan sebagai \u201c <em>Perjamuan<\/em> \u201d atau menghadirkan \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d. Dalam hal ini, hendaknya perjumpaan di dalam doa, ibadat bersama atau bahkan Ekaristi, hendaknya menjadi perjumpaan yang membuat kita menyadari kehadiran \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d dan bukan sebaliknya. Sama halnya juga jika kita merasa biasa-biasa saja untuk datang berkumpul atau beribadah dengan membawa sejuta rasa primordial, superior, dendam, iri hati, cemburu, kemudian kita begitu percaya diri bahwa kita sungguh-sungguh merayakan kehadiran \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d. Inilah fungsi dari upacara tobat (Sakramen Rekonsiliasi) dan pernyataan tobat sebelum kita menghadap hadirat Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">@ Akhirnya, mari kita saling mendoakan, semoga apapun perjumpaan yang kita alami, hendaknya menjadi perjumpaan yang membawa damai dan keselamatan, dan bukan perpecahan. Kita saling mendoakan, semoga kita menjadi rendah hati seperti Perwira Romawi, yang tidak memandang sesama dari segi kelas ekonomi, kelas sosial, warna kulit, jenis rambut, agama, golongan, suku, dst. Kita saling mendoakan, semoga Roh Kudus dapat menguasai diri kita agar kita boleh mengatasi semua rasa \u201c <em>primordial<\/em> \u201d di dalam diri kita dan hal-hal sentimentil lainnya, agar kita dapat dengan hati yang tulus dan murni ada di hadirat \u201c <em>Yang Kudus<\/em> \u201d apalagi menyantap Tubuh dan Darah dari Dia \u2013 Sang Maha Kudus. <em>Have a wonderful day filled with a loving and merciful heart. Warm greetings to you all\u2026<\/em> padrepiolaweterengsvd\u2026\ud83d\ude4f\ud83c\udffd\ud83d\ude4f\ud83c\udffd\ud83d\ude4f\ud83c\udffd\ud83d\ude4f\ud83c\udffd\ud83d\ude4f\ud83c\udffd<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DAILY WORDS, SENIN, 16 SEPTEMBER 2024HARI BIASA DALAM PEKAN BIASA XXIVPW MARTIR ST. KORNELIUS, PAUS, &amp; ST. SIPRIANUS, USKUPBY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I : I KOR 11: 17&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_lmt_disableupdate":"","_lmt_disable":"","_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14,15],"tags":[],"class_list":["post-13679","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-daily-words","category-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"%\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"%\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Keuskupan Amboina\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/keuskupanambon\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-09-16T01:54:02+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Leonardus Ansis\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Leonardus Ansis\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Leonardus Ansis\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/97bf18f440403024be6f363cd6cb0071\"},\"headline\":\"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME\",\"datePublished\":\"2024-09-16T01:54:02+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/\"},\"wordCount\":811,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Daily Words\",\"Renungan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/\",\"name\":\"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-09-16T01:54:02+00:00\",\"description\":\"%\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/iman-mengatasi-primordialisme\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/\",\"name\":\"Keuskupan Amboina\",\"description\":\"Duc In Altum\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Keuskupan Amboina\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#organization\",\"name\":\"Amboina Diocese\",\"alternateName\":\"Amboina Diocese\",\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Coat_of_arms_of_Seno_Inno_Ngutra.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/01\\\/Coat_of_arms_of_Seno_Inno_Ngutra.png\",\"width\":404,\"height\":528,\"caption\":\"Amboina Diocese\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/keuskupanambon\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/97bf18f440403024be6f363cd6cb0071\",\"name\":\"Leonardus Ansis\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851\",\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851\",\"caption\":\"Leonardus Ansis\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/keuskupanamboina.or.id\\\/ducinaltum\\\/author\\\/leonardus-ansis\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina","description":"%","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina","og_description":"%","og_url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/","og_site_name":"Keuskupan Amboina","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/keuskupanambon\/","article_published_time":"2024-09-16T01:54:02+00:00","author":"Leonardus Ansis","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Leonardus Ansis","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/"},"author":{"name":"Leonardus Ansis","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#\/schema\/person\/97bf18f440403024be6f363cd6cb0071"},"headline":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME","datePublished":"2024-09-16T01:54:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/"},"wordCount":811,"publisher":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#organization"},"articleSection":["Daily Words","Renungan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/","url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/","name":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME - Keuskupan Amboina","isPartOf":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#website"},"datePublished":"2024-09-16T01:54:02+00:00","description":"%","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/iman-mengatasi-primordialisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"IMAN MENGATASI PRIMORDIALISME"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#website","url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/","name":"Keuskupan Amboina","description":"Duc In Altum","publisher":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#organization"},"alternateName":"Keuskupan Amboina","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#organization","name":"Amboina Diocese","alternateName":"Amboina Diocese","url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Coat_of_arms_of_Seno_Inno_Ngutra.png","contentUrl":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/Coat_of_arms_of_Seno_Inno_Ngutra.png","width":404,"height":528,"caption":"Amboina Diocese"},"image":{"@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/keuskupanambon\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/#\/schema\/person\/97bf18f440403024be6f363cd6cb0071","name":"Leonardus Ansis","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851","url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851","contentUrl":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1426851ffe57601af1cda2da8fd05896.jpg?ver=1788968851","caption":"Leonardus Ansis"},"sameAs":["https:\/\/keuskupanamboina.or.id"],"url":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/author\/leonardus-ansis\/"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13679","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13679"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13679\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13683,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13679\/revisions\/13683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13679"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13679"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/keuskupanamboina.or.id\/ducinaltum\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13679"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}