Sungguh sebuah perjalanan iman yang bermakna di hari Senin Pekan Prapaskah IV ini. Tepat Pkl. 08.30-10.30 WIT Kembali Pastor dan Ketua Rukun Santo Kristoforus mengadakan kunjungan keluarga untuk 15 Kepala Keluarga.
Menggabungkan devosi Novena Santo Yoseph dengan kunjungan nyata ke tengah umat (Rukun Santo Kristoforus) adalah perwujudan kasih yang hidup.
āBerikut adalah refleksi dan nasihat yang dapat digunakan untuk mengabadikan momen kunjungan tersebut:
āRefleksi Kunjungan Kasih:
Rukun Santo Kristoforus
āSenin Pekan Prapaskah IV Novena St. Yoseph Hari ke-6
āKerendahan Hati dan Pelayanan
āKehadiran Pastor Paroki HKY Olilit Barat bersama pengurus Rukun di rumah-rumah keluarga:
Mulai dari keluarga:
Bp Frederikus Londar, Bp Alowisius Luturmele,Ibu Makaria Luturmele, Bp Ignasius Fanulene, Bp Wenseslaus Batmomolin, Bp Johanis P.Fase, Bp.Denis Yamrewav, Bp Delvi Kore, Bp Dier Resy, Bp Tius Wantoko, Bp.W I Londar, Bp Titus Batbual, Bp Edwik Irvan Bwarleli, Bp Dedy Bwarlely, Bp Jan Jamrewav)
mencerminkan teladan Santo Yosephāsang penjaga Keluarga Kudus yang setia, bekerja dalam diam, namun penuh tanggung jawab.
āSharing dan “Rintihan Hati” Keluarga
āDalam setiap kunjungan, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan “Gereja Domestik”.
Mendengarkan sharing keluarga adalah cara kita ikut memanggul salib bersama mereka. Di sinilah kehadiran Gereja menjadi nyata:
āMendengar:
Memberi ruang bagi beban pikiran dan pergumulan ekonomi maupun kesehatan.
āMenguatkan: Menghadirkan pengharapan bahwa tidak ada keluarga yang berjalan sendirian.
āNASEHAT PRAPASKAH PASTOR PAROKI
ā(Sebagai penutup rangkaian kunjungan di keluarga-keluarga)
ā”Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus,
āDi Pekan Prapaskah IV ini, kita dipanggil untuk ‘Berjalan dalam Terang’. Kunjungan ke-15 keluarga ini bukanlah sekadar agenda organisasi, melainkan ziarah batin.
Nasihat saya untuk kita semua:
āJadikan Rumah Sebagai Betlehem:
Seperti Santo Yoseph menjaga Maria dan Yesus, hendaknya para bapak menjadi pelindung yang sabar, dan para ibu menjadi sumber kasih dalam keluarga.
āUbah Rintihan Menjadi Doa:
Jangan biarkan kesulitan hidup menjauhkan kita dari Tuhan. Sebaliknya, bawalah setiap rintihan hati itu ke atas mezbah Tuhan dalam setiap Ekaristi dan doa pribadi.
āSolidaritas di Rukun Santo Kristoforus:
St. Kristoforus adalah ‘Pembawa Kristus’. Hendaknya setiap warga rukun saling memikul beban. Jika satu keluarga sakit, yang lain menjenguk; jika satu keluarga jatuh, yang lain menopang.
āPertobatan yang Nyata:
Prapaskah adalah waktu untuk membereskan apa yang retak. Jika ada dendam antar tetangga atau ketidakharmonisan di dalam rumah, gunakan sisa masa Prapaskah ini untuk berdamai.
āSemoga berkat Tuhan menyertai setiap langkah kaki kita, dan semoga perlindungan Santo Yoseph senantiasa menaungi keluarga-keluarga di Olilit Barat.”
Kegiatan ini adalah bukti bahwa iman tidak hanya dirayakan di dalam gedung Gereja, tetapi juga di ruang tamu dan dapur umat.
(RD PONSIO08).