SIRAMAN ROHANI Sabtu, 22 Agustus 2026 PW. St. Perawan Maria, Ratu Matius. 23 : 1 – 12 Dalam hidup ini seringkali kita berjumpa dengan karakter orang yang NATO (No Action Talk Only), artinya …
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis
SIRAMAN ROHANI Sabtu, 22 Agustus 2026 PW. St. Perawan Maria, Ratu Matius. 23 : 1 – 12 Dalam hidup ini seringkali kita berjumpa dengan karakter orang yang NATO (No Action Talk Only), artinya …
SIRAMAN ROHANI Pw. St. Pius X, Paus Jumat, 21 Agustus 2026 Matius. 22 : 34 – 40 Setiap lembaga atau organisasi pasti mempunyai hukum. Hukum ada dan dibuat bukan untuk menyengsarakanmanusia, tetapi menegakkan keadilan, menciptaketenteraman, melindungi hak, dan menjagakesejahteraan serta keharmonisan masyarakat. Dalam Injil hari ini, para Ahli Taurat dan orang Farisi mencoba menjebak Yesus dengan memberikanpertanyaan mengenai hukum yang terutama dalam Taurat. Mereka bertanya, āGuru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum taurat?ā Mereka merujuk pada ujian atau pencarian prinsip utama di antara 613 perintahdalam Taurat Musa. Dengan singkatnya Yesus menjawabbahwa hukum yang terutama yaitu, pertama: mengasihiTuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kedua, mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Keduahukum ini menekankan tentang kasih. Bagi Yesus, keduahukum ini menjadi asas dan pegangan utama yang menopang seluruh hukum Taurat dan Kitab Para Nabi. Saudara-saudara terkasih, tiga hal penting yang harus kitatanamkan dalam hidup kristiani yaitu iman, harap dan kasih. Iman adalah dasar percaya kepada Allah. Pengharapan adalah keyakinan akan janji keselamatan di masa depan. Kasih adalah tindakan nyata mengasihiAllah dan sesama dengan tulus. Diantaranya ketiganyayang …
SIRAMAN ROHANI PW. St. Bernardus Abas dan Pujangga Gereja Kamis, 20 Agustus 2026 Matius. 22 : 1 – 14 Dalam acara perkawinan anak-anak kita atau orang lain biasanya kita selalu menyibukkan diri untuk mencaripakaian pesta yang terbaik. Bahkan, ada yang mempersiapkan pakaian pesta berbulan-bulan. Ada jugayang berjuang untuk diet supaya pakaian yang dipakaicocok dan sesuai ukuran tubuhnya agar terlihat cantik atauganteng. Sebagaimana dalam Injil hari ini berbicara tentangperjamuan nikah yang mengingatkan setiap undangan perluberpakaian pesta. Namun, adapula yang datang tidakmenggunakan pakaian pesta. Maka, ia berkata kepada-Nya, āHai saudara, bagaimana saudara masuk tanpaberpakaian pesta?ā. Raja menghendaki agar semuaundangan menggunakan pakaian pesta sebagai bentukpersiapan yang serius untuk datang ke pesta yang telahdisediakan. Saudara-saudari terkasih, begitu pula jika kita ingin masukke dalam Kerajaan Surga maka diperlukan perisapan. Kita perlu menggunakan āpakaian pestaā yang berarti simboldari kesiapan hati dan pikiran kita supaya tidak ternoda di hadapan-Nya. Relasi kita dengan Allah sebagai undanganterbuka untuk memperoleh keselamatan-Nya. Namunsayangnya, tidak semua orang memiliki persiapan yang baik. Ada yang setia menjalankan ajaran kasih-Nya namunadapula yang tidak peduli bahkan tidak mau menjalankanperintah-Nya. Kita dituntut persiapan batin kita untukmenghadap Allah dalam Kerajaan Surga. Kita dapat belajardari Santo Bernardus Abas yang diperingati hari ini. Dia telah menunjukkan persiapan batin yang luar biasa melaluihidup doa dan ketaatannya kepada Tuhan. Ia juga hidupdalam kesucian dan menjadi penasihat penting bagi para pemimpin Gereja pada masanya. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan kita melalui Injil hariini untuk mempersiapkan hati dan pikiran kita menuju keKerajaan Surga kelak. Kita harus membersihkan diri kitadari segala hal yang buruk dan memperbanyak hidup amaldan pertobatan. Kita juga belajar dari pribadi Santo Bernardus Abas untuk mempersiapkan hati kita melaluihidup doa yang kuat dan selalu taat pada kehendak Tuhan serta menjaga kesucian diri kita dari segala pengaruhkejahatan dunia. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurensā R)
SIRAMAN ROHANI Rabu, 12 Agustus 2026 Matius. 18 : 15 ā 20 Salah satu program di Seminari yang cukup terkenal yaitu correctio fraterna (koreksi persaudaraan). Fokus utama kegiatan ini bukan untuk menghukum, menghakimi, atau mempermalukan teman. Tujuannya adalah membantu sesama seminaris agar sadar …
SIRAMAN ROHANI Senin, 10 Agustus 2026 Pesta St. Laurensius, Diakon dan Martir Yohanes. 12 : 24 – 26 Orang yang hidup hanya untuk kenyamanan diri sendiri dan egois biasanya tidak peduli dengan perasaan orang lain. Mereka selalu mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan bersama, menghindari tanggungjawab …
SIRAMAN ROHANI Sabtu, 8 Agustus 2026 Pw. St. Dominikus, Imam dan Pendiri Ordo Pengkhotbah Matius. 17 : 14 – 20 Bacaan Injil hari ini menceritakan seorang anak yang menderita karena penyakit ayan dan kerasukan roh jahat. Seorang berkata kepada Yesus, āTuhan kasihanilahanakku. Ia sakit ayan dan sangat menderitaā. Ungkapanini mengandung rasa putus asa dan iman yang memohonbelas kasihan Tuhan untuk memulihkan keadaan anaknya. Ia telah berusaha membawanya kepada para murid Yesustetapi mereka gagal menyembuhkannya. Maka, Yesusberkata, āBawalah anak itu kemariā. Ketika para murid-Nya gagal maka Dia langsung menyembuhkan anak itu. Akhirnya, Yesus mengusir roh jahat dari anak dan ia pun sembuh. Para murid bertanya kepada-Nya, āMengapa kami tidakdapat mengusir setan itu?ā Yesus menjawab, āKarena kalian kurang percayaā. Yesus menegur pada murid yang gagal menjalankan misi-Nya karena iman yang lemah dan ragu-ragu. Teguran ini sesungguhnya bukan untukmenolak mereka melainkan untuk mendidik dan menumbuhkan iman para murid-Nya. Yesusmengingatkan para murid-Nya bahwa bukan lebihpenting kehebatan yang dimiliki melainkan hidup melekatdengan Tuhan. Saudara-saudari terkasih, pada hari ini kita memperingatiSanto Dominikus. Dia telah menunjukkan iman yang mendalam melalui hidup doa, kasih kepada orang miskin dan mewartakan kebenaran. Seluruh hidupnyadipersembahkan untuk melayani Tuhan dan membimbingsesama kembali ke ajaran yang benar. Maka, kita diajakuntuk menumbuhkan iman yang kuat untuk berdoadengan setia, kasih yang tulus kepada sesama, …
SIRAMAN ROHANI Jumat, 7 Agustus 2026 Matius. 16 : 24 ā 28 Banyak tantangan yang dihadapimisalnya, mengejar harta dan gengsi yangperlahan menggeser prioritas imankepada-Nya. Waktu doa dan baca kitab suci yang kurang karena dipengaruhi oleh kesibukkan dan pekerjaan. Adapulaberbagai tekanan media sosial yang seringkali melemahkanhidup doa serta sulit untuk meninggalkan kenyamanan di tengah dunia modern ini. Oleh karena itu, menjadi murid Yesus pada zaman sekarang tidaklah mudah. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan tiga syaratuntuk menjadi murid-Nya yaitu menyangkal diri, memikulsalib dan mengikuti dia. Menyangkal diri berartimeninggalkan ego dan keinginan duniawi kita yang melawankehendak Tuhan. Memikul salib berarti siap untukmenanggung kesusahan, menderita, menerimatanggungjawab hidup di dunia. Semua ini dilakukan dengankerendahan hati dan berpasrah kepada Tuhan. Mengikut-Nya berarti meneladani cara hidup dan ketataan kepada ajarankasih-Nya tanpa mementingkan kenyamanan dunia. Maka, disimpulkan bahwa menjadi murid-Nya bukan mencarikenikmatan duniawi melainkan bersedia menyerahkanseluruh hidup bagi kemuliaan Allah demi memperolehkeselamatan kekal. Saudara-saudari terkasih, dunia kita seringkali memberikanjalan yang mudah bahkan dipenuhi dosa demi kenyamanan. Namun, kita harus berani tampil berbeda untuk melawanarus dunia, mempertahankan integritas iman dan tetap setiamemikul āsalibā kehidupan sehari-hari. Santo Yohanes Kristostomus pernah berkata, “Menjadi murid Kristus berartisiap disalibkan bersama-Nya, bukan mencari kenyamanandunia.” Kata “siap disalibkan bersama-Nya” berarti kitasebagai murid-Nya harus siap mengalami penolakan, pengorbanan, dan penderitaan demi kebenaran. Melaluibacaan Injil hari ini, Yesus memanggil kita menjadi murid-Nya di zaman sekarang ini untuk meneladani hidup dalamkebenaran dan ajaran kasih-Nya di tengah dunia ini. Kita diajak untuk mengalihkan pandangan kita dari kenikmatansesaat dunia ini menuju pada kemuliaan kekal di surga.Ingatlah, penderitaan yang dihadapi demi Kristus di dunia tidak sebanding dengan sukacita abadi yang dijanjikan-Nya. Tuhan Memberkati (Rev. Fr. Enzoā R)
SIRAMAN ROHANI Kamis, 6 Agustus 2026 Matius. 17 : 1 ā 9 Sinar Kemuliaan-Nya Pada hari ini Gereja merayakan Pesta Yesusmenampakkan kemuliaan-Nya atau biasanya disebutperayaan transfigurasi. Peristiwa ini bertujuan untukmengenangkan kembali saat wajah Yesus bersinar dan berubah rupa dan pakaiannya menjadi sangat putihseperti salju di atas gunung Tabor. Sebagaimana juga dalam bacaan Injil hari inimenceritakan tentang Yesus menampakkankemuliaan-Nya yang disaksikan oleh Petrus, Yakobusdan Yohanes. Wajah Yesus bercahaya dan pakaianputih bersinar terang. Musa dan Elia menampakkandiri dan berbicara dengan Yesus. Ada pula terdengarsuara dari dalam awan yang berkata, āInilah Anak yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Diaā. Hal ini adalah perkataan Allah Bapa dari surga yang menegaskan jati diri YesusKristus sebagai Mesias yang diutus-Nya. Inilahotoritas mutlak Yesus yang harus ditaati oleh para murid sebagai Anak Allah dan panggilan bagi semuaorang percaya untuk mendengarkan serta menaatiajaran-Nya di tengah pergumulan hidup. Saudara-saudari terkasih, peristiwa transfigurasimenguatkan iman kita untuk percaya kepada otoritasYesus sebagai Anak Allah. Maka, kita diajaksenantiasa mendengarkan, mengikuti ajaran, dan melakukan segala perintah-Nya dalam kehidupansehari-hari. Penampakan Kemuliaan-Nya ini juga mengingatkan kita supaya tidak goyah atau putus asasaat menghadapi salib, penderitaan, atau masa-masa sulit dalam hidup. Ingat dan percayalah bahwa Yesusakan selalu menyertai dan menyinari hidup kitadengan sinar kemuliaan-Nya. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurensā R)
SIRAMAN ROHANI Rabu, 5 Agustus 2026 Matius. 15 : 21 – 28 Setiap orang memiliki respon yang berbeda-beda ketika masalah datang dalam hidupnya. Ada yang mudah menyerah, ada yang cuek, ada yang pasrah dan ada pula yang lari dari masalahnya. Namun, …
SIRAMAN ROHANI Senin, 3 Agustus 2026 Matius. 14 : 22 – 36 Fokus yang berlebihan pada masalah membuat kita merasatakut dan khawatir sehingga kita gagal untuk mengenalikehadiran Tuhan. Sebagaimana, Injil hari ini menceritakan bahwa para murid menghadapi masalah di tengah danau. Perahu merekaterombang-ambing karena badai angin sakal. Kemudian, para murid merasa takut dan khawatir menghadapi keadaantersebut. Lalu, Yesus datang kepada mereka sambil berjalandi atas air. Para murid melihat dan terkejut sambil berkata, āItu hantu!ā. Ketakutan mereka pada masalah yang dihadapi membuat mereka gagal untuk mengenal kehadiranYesus di tengah-tengah mereka. Maka, Yesus pun berkatakepada mereka, “Tenanglah! Akulah ini, jangan takut!”.Perkataan Yesus menunjukkan bahwa kedatangan-Nya memberikan kekuatan dan penghiburan kepada merekasehingga para murid tidak perlu takut dan cemasmenghadapi masalah di tengah danau. Akhirnya, kehadiranYesus menghapus rasa takut dan gelisah para murid-Nyasaat itu. Saudara-saudari terkasih, tindakan Yesus berjalan di atasair menunjukkan kepada kita bahwa Dia berkuasa atassegala alam ciptaan. Yesus mampu menyelesaikan badaiangin sakal dalam hidup para murid-Nya. Hal ini berartiDia juga mampu untuk mengatasi segala badai kehidupankita di dunia ini. Namun, Yesus menghendakiuntukmengenal kehadiran-Nya dalam hidup kita. Kita diingatkansupaya fokus kepada-Nya bukan kepada masalah yang dihadapi. Mengapa? Jika kita berfokus kepada masalahmaka akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan dalamhidup kita. Sebaliknya, jika kita berfokus kepada Tuhan maka ada pengharapan dan ketenangan yang kita peroleh di tengah masalah yang di hadapi. Oleh karena itu, Yesusmelalui Injil hari ini berpesan kepada kita untuk selaluberfokus kepada Tuhan dan mengenal kehadiran-Nya di dunia. Dia yang selalu menyertai kita dalam setiap badaikehidupan kita. Ingatlah ungkapan ini, āFokus pada masalah melahirkan kecemasan; fokus pada kehadiranYesus melahirkan ketenanganā. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens āR )
Keuskupan Amboina adalah adalah salah satu keuskupan yang terletak di Indonesia, serta merupakan keuskupan sufragan dari provinsi gerejawi yang juga berada dalam kesatuan dengan Keuskupan Agung Makassar dan Keuskupan Manado. Wilayah keuskupan ini mencakup seluruh wilayah geografis Kepulauan Maluku seluas 77.990 km².
@2022 – All Right Reserved. Leonard Ansis