Refleksi & Ungkapan Perasaan: Akhir Sebuah Perjalanan Iman di Rukun SYV
ā1. Keluarga Bapak Thomas Malirmasele
ā”Sebuah kehormatan besar bagi keluarga kami menjadi salah satu persinggahan terakhir Pastor dan Baperus. Kehadiran Pastor di rumah kami hari ini, tepat sesudah Misa Novena Roh Kudus hari ke-8, rasanya seperti berkat ganda. Kami merasa sangat dikuatkan, didengarkan, dan didoakan secara langsung. Kunjungan ini membuat kami merasa begitu dekat dengan Gereja sebagai sebuah keluarga besar.”
ā2. Keluarga Bapak Policarpus Malirmasele
ā”Ada rasa haru yang mendalam hari ini. Kami tahu Pastor dan pengurus Baperus pasti lelah setelah menjalani safari kunjungan ini selama lebih dari 6 bulan. Namun, senyum dan kehangatan yang dibawa ke rumah kami tidak berkurang sedikit pun. Kunjungan ini meneguhkan iman kami bahwa Tuhan selalu hadir dan peduli pada pergumulan setiap keluarga kecil di rukun ini.”
ā3. Keluarga Bapak Yohanis Batmomolin
“Bagi kami, kunjungan rumah ini bukan sekadar rutinitas atau agenda organisasi. Ini adalah perjumpaan iman yang nyata. Duduk bersama Pastor, berdoa bersama di ruang tamu kami, memberikan kedamaian tersendiri yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terima kasih Pastor dan Baperus yang sudah meluangkan waktu, tenaga, dan hati untuk mendatangi kami.”
ā4. Keluarga Bapak Paulinus Samangun
ā”Menjadi keluarga terakhir yang dikunjungi dalam seluruh rangkaian program ini membawa rasa syukur yang luar biasa. Enam bulan lebih Pastor berkeliling, dan hari ini perjalanan itu digenapi di rumah kami. Kami merasa sangat diberkati. Momen ini mempererat hubungan kami, tidak hanya sesama anggota keluarga, tetapi juga komitmen kami untuk semakin aktif dalam hidup menggereja.”
ā5. Ungkapan Hati Baperus Rukun Santo Yohanes Maria Vianey
ā”Enam bulan lalu kami memulai perjalanan ini dengan satu tujuan: memastikan tidak ada satu pun domba di Rukun SYV yang merasa berjalan sendirian. Hari ini, rasa lelah itu luruh digantikan oleh rasa sukacita yang meluap.
āMelihat air mata haru, senyuman, dan sambutan hangat dari total seluruh KK di rukun ini adalah upah iman yang luar biasa bagi kami. Terima kasih kepada Pastor Paroki yang dengan setia menuntun dan mendampingi kami setapak demi setapak. Perjalanan kunjungan fisik memang berakhir hari ini, tetapi persaudaraan dan pelayanan kita di Rukun SYV justru baru saja dimulai.”
ā6. Nasehat Pastor Paroki pada Kunjungan Terakhir di Rukun SYV
āHari ini, di bawah naungan Novena Roh Kudus hari ke-8, Pastor menyampaikan pesan penutup yang mendalam bagi seluruh umat di Rukun Santo Yohanes Maria Vianey:
āPelihara Api yang Telah Menyala:
“Kunjungan rumah ini adalah cara kita menyalakan api persaudaraan. Sekarang, tugas setiap keluarga adalah menjaga agar api itu tetap menyala. Jangan biarkan pintu rumah dan pintu hati kita tertutup kembali setelah kunjungan ini selesai.”
āHidup dalam Semangat Roh Kudus:
“Kita sedang berada di hari-hari akhir Novena Roh Kudus. Mari kita bawa semangat Roh Kudusāsemangat pemersatu, penghibur, dan penguatāke dalam dinamika hidup bertetangga di Rukun SYV ini. Jadilah saksi Kristus yang hidup mulai dari dalam rumah tangga masing-masing.”
āGereja yang Bergerak Keluar:
“Santo Yohanes Maria Vianey, pelindung rukun ini, adalah seorang gembala yang menghabiskan hidupnya untuk mencari dan melayani umatnya. Saya bersyukur Baperus dan umat di sini menghidupi semangat pelindung tersebut. Tetaplah saling memperhatikan, saling mendoakan, dan saling mendukung. Jika ada tetangga yang kesusahan, rukunlah yang pertama kali hadir mengulurkan tangan.”
ā”Perjalanan fisik dari rumah ke rumah telah usai, namun perjalanan iman bersama Kristus di Rukun Santo Yohanes Maria Vianey akan terus melangkah maju.”
Proficiat! Salveā¦KIDABELA