
Sabtu, 26 September 2026
Sebuah aksi kasih yang menyentuh hati dan sangat konkret di Pekan Biasa XXV ini. Aksi sukacita dan perhatian dari RD. Ponsio Ongirwalu bagi 45 anak hebat di Paroki HKY Olilit Barat ini bukan sekadar bantuan materiil, melainkan wujud nyata Injil yang dihidupi.
āBerikut adalah uraian ungkapan hati anak-anak serta refleksi pastoral yang selaras dengan Sabda Tuhan hari ini:
āUNGKAPAN HATI & SUKACITA ANAK-ANAK HEBAT
ā”Biar pagi-pagi masih dingin dan ngantuk, kalau dengar lonceng gereja bunyi jam 04.30 WIT, kita semangat lari ke gereja. Hari ini makin sukacita karena Bapa Pastor memperhatikan kami sampai hal-hal kecil seperti buku dan uang jajan.”
- āAnak-anak SD:
“Terima kasih Bapa Pastor! Senang sekali dapat uang jajan dan buku tulis baru. Besok-besok kami makin semangat datang misa pagi dan bantu-bantu koster di gereja.”
- āAnak-anak SMP:
“Terima kasih Bapa Pastor atas perhatian dan uang transportnya. Bantuan ini sangat membantu kami untuk kebutuhan sekolah harian. Kami merasa sangat dihargai walau pelayanan kami masih sederhana.”
- āAnak-anak SMK:
“Bantuan uang jajan, transport, dan buku dari Bapa Pastor menjadi penyemangat bagi kami. Ini membuktikan bahwa gereja merangkul dan mendukung masa depan kami yang sedang berjuang di bangku sekolah.”
āREFLEKSI PASTOR PAROKI HKY OLILIT BARAT (RD. Ponsio Ongirwalu)
āTema Novena Hari ke-6: Merendah untuk Dituntun
Inspirasi Injil: Lukas 9:43b-45 (Pemberitahuan kedua tentang penderitaan Yesus)
ā1. Belajar dari Ketulusan Hati Anak-Anak
āDalam Injil Lukas 9:43b-45, para murid terpesona oleh segala perbuatan besar yang dilakukan Yesus, namun mereka belum memahami jalan kerendahan hati dan penderitaan yang harus ditempuh-Nya. Hari ini, 45 anak hebat Olilit Barat mengajar kita apa artinya “Merendah untuk Dituntun”.
āDi saat kota masih terlelap pada pukul 04.30 WIT, ketika lonceng gereja berdentang, anak-anak ini bangkit tanpa mengeluh. Mereka melangkah ke rumah Tuhan untuk menjadi misdinar, lektor, pemazmur, bahkan menyapu sakristi bersama para koster. Hati mereka yang polos dan taat adalah tanah yang subur bagi tuntunan Roh Kudus.
ā2. Berbagi Kasih: Sederhana namun Berdampak
āSekantong uang jajan, sedikit uang transportasi, dan beberapa buah buku tulis mungkin terlihat sederhana di mata dunia. Namun di tangan Tuhan, pemberian yang didasari kasih ini menjadi tanda keberadaan Allah yang memelihara. Pastor paroki tidak hanya membagikan materi, tetapi membagikan pengharapan dan rasa memiliki (sense of belonging) kepada generasi muda gereja.
ā3. Panggilan untuk Kita
āPesan mendalam dari Novena Hari ke-6 ini mengajak seluruh umat Paroki HKY Olilit Barat untuk:
- āMenanggalkan Kepentingan Diri: Mau merendahkan hati agar langkah hidup kita senantiasa dituntun oleh Kristus, bukan oleh ambisi pribadi.
- āMendukung Generasi Muda: Terus menopang anak-anak dan remaja paroki agar mereka merasa dicintai dan memiliki tempat utama di dalam Pelayanan Gereja.
- āPeka terhadap Lonceng Panggilan: Belajar seperti anak-anak ini yang selalu setia dan siap sedia menanggapi panggilan Tuhan di setiap pagi kehidupan kita.
āSemoga semangat sukacita 45 anak hebat ini menjadi ragi yang membarui iman seluruh umat Paroki HKY Olilit Barat.
Santo Padre Pio, doakanlah kami!
RATU NORKIT MONUK DEDESAR.
UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN.
KIDABELA.
SALVE.