.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

ADAKAH SESUATU YANG BAIK DATANG DARI SUATU KEKUATIRAN?

DAILY WORDS, SELASA, 7 OKTOBER 202
PEKAN BIASA XXVII – TAHUN C
BY RP. PIUS LAWE, SVD

BACAAN I : YUN: 3 : 1 – 10
MAZMUR T: MZM 130: 1-2.3 – 4ab. 7 -8
INJIL : LUK 10: 38 – 42

@ Beberapa hari ini, kita membaca dan merefksikan teks KS tentang Nabi Yunus dan kiprahnya. Kisah Nabi Yunus dimulai dengan penolakan nabi terhadap tawaran Allah untuk pergi ke kota Niniwe dan menyerukan pertobatan. Nabi Yunus menolak tawaran/perintah Allah. Entalah apa alasan penolakan itu. Yang pasti, ada kekuatiran yang menggerogoti dirinya. Allah telah mengatasi kekuatiran Nabi Yunus dengan cara Allah yang sungguh ajaib dan membuahkan pertobatan penduduk kota Niniwe dan bahkan pertobatan rajanya.

@ Orang-orang Niniwe bertobat dari hidup mereka yang lama, yaitu hidup yang diliputi kekuatiran akan berbagai hal terutama kekuatiran akan penyelenggaraan Allah atas hidup mereka. Oleh karena kekuatiran inilah, mereka lebih menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi yang bersifat sementara: penumpukkan atas kekayaan material/jasmaniah, penindasan atas yang miskin, terciptanya ketidakadilan, pesta pora, kemabukan, korupsi dan manipulasi, dst. Kekuatiran karena kurangnya rasa nyaman yang mereka alami.

@ Kekuatiran inilah yang juga menggerogoti hati dan pikiran dari Marta ketika Yesus dan murid-muridNya singgah di rumah mereka. Tidak keliru jika Marta memilih untuk melayani Yesus dan murid-murid-Nya. Ketulusan Marta dalam pelayanan dipertanyakan ketika dia bersungut- sungut dan bertanya mengapa dia melayani sendirian. Ketidak-tulusan justru mengaburkan mata hatinya untuk melihat apa yang penting yang mesti dia lakukan. Ketidak-tulusan melakukan sesuatu bagi sesama bisa memberi kesan adanua KETERPAKSAAN dan juga adanya SANDIWARA dalam melakukan sesuatu. Di sini, apa yg dilakukan Marta bisa cuma sebagai hal yg routine, bisa juga sebagai media utk memenuhi kerinduan pribadi semisal: adanya keinginan utk dipuji/disanjung, dan diakui. Artinya apa yang dilakukan bukan demi kebahagiaan sesama melainkan untuk memenuhi keinginan EGO-nya semata. Kerinduan terhadap pemenuhan keinginan diri atau EGO- inilah yang menggirimg seseorang pada SEKEDAR MELAKUKAN SESUATU tanpa PEMAKNAAN dan tanpa intensi untuk melayani.

@ Apa yang dipilh oleh Maria merupakan hal yang baik dan benar. Maria memilih untuk MENDENGARKAN TUHAN. Sungguh sesuatu yang mulia bagi Maria untuk duduk dekat kaki Tuhan dan mendengarkan SABDA TUHAN. Tindakan ini merupakan satu pukulan bagi Marta untuk tidak tenggelam dalam karya dan lupa bertemu langsung dan mendengarkan Tuhan.

@ Ya, entah sebagai Marta ataupun sebagai Maria, mari kita jaga keseimbangan antara keduanya. Kita tidak menjadi terlalu ritualistik. Kita juga tidak sebagai PEMAIN DRAMA atau SANDIWARA..Kita mestinya memaknai apapun yang kita lakukan di dalam hidup ini. Jika demikian, kita tidak sekedar tenggelam dalam dunia yang ritualistik. Kita tidak sekedar melakukan hal-hal spiritual yang ritualistik. Hendaknya kita lakukan dengan sepenuh hati, apapun yang berhungan dengan usaha bagi keselamatan sesama. Mari kita hindari KEKUATIRAN dari apapun yang kita lakukan. Have a blessed evening filled witj a wonderful dream… padrepiolaweterengsvd

Related posts

BERBICARA DENGAN HIKMAT ROH KUDUS

BANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAAN

KITA ADALAH MAKHLUK CAHAYA