Renungan Pagi
15.07.2027

(Matius 11:25-27)
āAku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa⦠sebab semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang-orang kecil.ā (Mat. 11:25)
Sering kali kita membayangkan Allah berbicara melalui orang-orang hebat: para pemimpin, para ahli, mereka yang memiliki kuasa dan pengetahuan. Namun Yesus justru mengatakan sebaliknya. Allah paling sering menyatakan hati-Nya melalui orang-orang kecilāmereka yang rapuh, terluka, dan bahkan terlupakan.
Pagi ini, dalam doa bersama di Rumah Aman DāSOS, kami belajar dari seorang guru yang baru berusia sebelas tahun.
Empat hari yang lalu ia tiba bersama mama dan dua adik laki-lakinya. Tubuhnya kecil, tetapi jiwanya telah memikul beban yang terlalu besar bagi anak seusianya.
Setelah bertahun-tahun hidup dalam bentakan, makian, dan pemukulan, pada suatu pagi ia mengambil keputusan yang mungkin tidak sanggup diambil banyak orang dewasa. Ia mencari kendaraan, menggendong adik bungsunya yang sedang sakit, dan dia sendiri mabuk perjalanan, sambil menggandeng adiknya yang lain, lalu melarikan diri dari sebuah desa di Sumba Barat Daya menuju Waingapu.
Lima jam perjalanan.
Lima jam antara ketakutan dan harapan.
Lima jam untuk mempertaruhkan hidup demi menyelamatkan hidup.
Di tengah perjalanan itu, ia bahkan sempat berpikir lebih baik mati daripada kembali ke rumah yang dipenuhi kekerasan.
Namun ia tidak menyerah.
Ketika akhirnya mereka tiba dengan selamat di rumah sang nenek, rangkaian mukjizat kecil mulai terjadi. Sang nenek bertindak cepat. Kepolisian bergerak. UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak hadir. Rumah Aman DāSOS membuka pintunya. Sedikit demi sedikit, Allah mulai memperlihatkan bahwa penderitaan tidak boleh dipikul sendirian.
Di sinilah Injil hari ini menjadi sangat nyata.
Putri kecil itu tidak mengenal teori kepemimpinan. Ia belum pernah membaca filsafat moral atau psikologi trauma. Tetapi ketika saatnya tiba, Tuhan menganugerahkan kepadanya keberanian, kasih, dan kebijaksanaan yang melampaui usianya. Di dalam dirinya tampak bekerja daya Kerajaan Allah.
Yesus benar.
Kerajaan Allah sering kali pertama-tama dinyatakan kepada orang-orang kecil.
Bukan karena mereka memiliki segalanya, tetapi karena mereka masih memiliki hati yang berani percaya ketika hampir segala sesuatu dirampas dari mereka.
Namun Injil hari ini tidak berhenti pada kekaguman kepada seorang anak.
Injil ini berubah menjadi pertanyaan bagi kita.
Ketika ada seorang anak yang harus menggendong adiknya untuk menyelamatkan hidup mereka, sebenarnya siapa yang sedang dipanggil Tuhan untuk ikut menggendong beban itu?
Jawabannya adalah: kita semua.
Keluarga besar.
Tetangga.
Sekolah.
Gereja.
Tokoh adat.
Pemerintah desa.
Kepolisian.
UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak.
Rumah Aman.
Psikolog.
Guru.
Tenaga kesehatan.
Dan siapa pun yang masih memiliki hati.
Kerajaan Allah tidak hanya hadir ketika seorang anak menemukan keberanian untuk melarikan diri dari kekerasan. Kerajaan Allah menjadi nyata ketika seluruh masyarakat memutuskan bahwa penderitaan anak itu bukan lagi urusan pribadinya, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.
John Henry Newman banyak menulis tentang āHeart speaks unto heart.ā Hati berbicara kepada hati. Barangkali hari ini Allah tidak sedang berbicara kepada kita melalui khotbah yang indah, melainkan melalui mata seorang anak yang telah terlalu banyak menangis.
Semoga kita memiliki hati yang cukup terlatih untuk mendengar suara itu.
Aksi iman hari ini:
Hari ini, jangan hanya berdoa bagi anak-anak yang terluka. Jadilah bagian dari jaringan kasih yang melindungi mereka. Sebab setiap kali kita memilih melindungi yang lemah, menyembuhkan yang terluka, dan memulihkan yang hancur, Kerajaan Allah sedang bertumbuh di tengah dunia.
Doa
Tuhan Yesus, Engkau menyatakan kasih Bapa melalui orang-orang kecil. Jangan biarkan hati kami menjadi keras oleh kesibukan dan kenyamanan. Bukalah mata kami agar melihat mereka yang terluka, kuatkan tangan kami agar ikut memikul beban mereka, dan jadikanlah Gereja, keluarga, dan masyarakat kami rumah yang aman bagi setiap anak. Amin.
āāāā***āāā-
MIKE KERAF, CSsR
Rumah Aman DāSOS,
Sumba Barat Daya,
15.07.2026