Persiapan Diri Kita Melalui Pertobatan Leonardus AnsisAugust 28, 2026026 views SIRAMAN ROHANI Jumat, 28 Agustus 2026 PW. St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja Matius. 25 : 1 – 13 Ada peribahasa mengatakan “sediakan payung sebelum hujan” berarti berjaga-jaga atau bersiap sedia sebelum datangnyasuatu kesulitan, masalah, atau bahaya. Seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini tentang lima orang gadis bijaksana yang berjaga-jaga dan siap sedia menyambutkedatangan mempelai pria dengan persediaan kelebihanminyak sehingga pelita mereka tetap menyala dan menyambutpengantin tersebut. Sedangkan, lima gadis yang bodoh yang tidak ada persediaan minyak, mereka pergi membeli minyak namun terlambat karena pengantin pria telah datang dan pintutelah tertutup. Karena itu, Yesus berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupunakan saatnya”. Yesus ingin mengajarkan para murid unrukmempersiapkan segala kebutuhan rohani sebelum harikedatangan-Nya. Saudara-saudari terkasih, hidup beriman bukan sesuatu yang dipersiapkan secara mendadak pada saat-saat terakhir hidupkita. Kita perlu adanya kesiapan rohani bersifat pribadi dan harus dipersiapkan sekarang, bukan nanti ketika masalahterjadi atau penghakiman tiba. Salah satu bentuk persiapanyaitu pertobatan. Pertobatan sejati menuntut perubahan sikap, meninggalkan kejahatan dan bertindak kasih. Mengenai pertobatan ini, kita dapat belajar dari pribadi Santo Agustinus yang diperingati hari ini. Dia meninggalkan masa lalu denganmelepaskan gaya hidup duniawi. Dia menjual semua harta dan mengubah rumahnya sebagai tempat tinggal para biarawan. Iajuga menulis sebuah buku (Confessiones) yang berisi tentangkelemahan masa mudanya serta pujian kepada Allah sebagaibentuk pertobatan publik. Maka, Yesus berpesan kepada kitamelalui Injil hari ini untuk siap sedia dan berjaga-jaga menyambut kedatangan Kerajaan Allah melalui sikap dan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah. Salah satu caranyayaitu pertobatan. Maka, kita juga menedalani pribadi Santo Agustinus yang berani bertobat dengan meninggalkankesenangan duniawinya demi mengikuti Yesus sertamemberikan kesaksian tentang ajaran kasih-Nya. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzo’ R) Read more
NYALAKAN TERUS API KEBAIKANMU Leonardus AnsisAugust 27, 2026028 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEJumat, 28 Agustus 2026PW St. AgustinusInjil: Mat. 25 : 1 – 13 ”Akibat dari sikap yang tidak konsisten maka nyala api kebaikan itu redup… Read more
Hidup Dalam Kekudusan Leonardus AnsisAugust 26, 2026027 views SIRAMAN ROHANI Kamis, 27 Agustus 2026 Pw. Sta. Monika Matius. 24 : 42 – 51 Di sebuah desa pada musim hujan seringkali terjadipemadaman listrik untuk beberapa saat. Listrik akan hidupkembali setelah hujan berhenti. Oleh karena itu, hampirsetiap rumah selalu menyediakan lilin untuk berjaga-jagakalau sewaktu-waktu listrik padam. Dalam suasana gelap, cahaya lilin sangat membantu karena dapat menjadipengganti penerangan untuk beberapa saat. Cerita inimengingatkan kita akan perlu berjaga-jaga dalam hidup. Berjaga-jaga artinya sesuatu itu pasti akan terjadi tetapikapan waktunya setiap orang tidak dapat memastikannya. Demikian pun Yesus mengingatkan para murid-Nya untukberjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan yang tidakterduga. Yesus berkata kepada para murid-Nya, “ Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmudatang”. Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa Dia akan datang untuk kedua kalinya. Namun, Dia datang bukanlagi sebagai Juruselamat tetapi bertindak sebagai Hakim yang membenarkan bagi pihak yang benar dan menyatakanyang salah bagi yang salah. Oleh karena itu, para murid diminta untuk berjaga-jaga melalui kesetiaan menjalankantugas, rajin berdoa dan perbuatan kasih. Sikap ini juga dapat kita teladani dari Santa Monika yang diperingati hariini. Ia memiliki kesabaran, ketekunan dalam doa tanpa hentidan iman yang teguh dalam menghadapi masalah. Akhirnya, perjuangan dalam hidup doanya menghasilkan pertobatanbagi keluarganya. Saudara-saudari terkasih, pentingnya kita untuk melakukanpersiapan dalam menghadapi ketidakpastian hidup di dunia ini. Kita harus berjaga-jaga sedia karena masa depan, musibah dan ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Sama halnya, Yesus berpesan kepada kita dalam Injil hariini untuk selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. Berjaga-jaga bukan bersifat pasif (diam saja) tetapi aktifdalam mengisi hari-hari hidup kita dengan cara menjaga diridaripada godaan, nafsu jahat atau perbuatan yang melanggarnilai agama dan etika. Marilah kita hidup dalam kekudusanuntuk menantikan Tuhan dengan menjaga hati agar tetapmurni, menjauhi kompromi dengan dosa, tekun berdoa, serta rajin merenungkan firman Tuhan. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr.… Read more
SETIA DAN SIAP SEDIA MELAKSANAKAN TUGAS DAN KEWAJIBAN Leonardus AnsisAugust 26, 2026027 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISEKamis, 27 Agustus 2026PW Sta. MonikaInjil: Mat. 24 : 42 – 51 ”Siap sedia dan setia selalu saling melengkapi, karena orang yang setia akan… Read more
SEJENAK SABDA Leonardus AnsisAugust 26, 2026022 views (Kamis, 27-08-2026) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiPW. St. Monika. Bac I: 1 Kor 1:1-9Bac Injil: Mat 24:42-51 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama, Hendaklah kita selalu bersyukur karena… Read more
Jangan Tertipu Dengan Penampilan Luar ! Leonardus AnsisAugust 26, 2026073 views SIRAMAN ROHANI Rabu, 26 Agustus 2026 Matius. 23 : 27 – 32 Sikap menampilkan diri suci di luar padahal memilikihati busuk di dalam adalah bentuk kemunafikan yang merugikan orang lain dan menciptakan kepalsuan dalamhidup pergaulan. Hal ini menunjukkan pencitraan yang berlebihan supaya dilihat baik oleh orang lain dari luarnamun hatinya mengandung kejahatan. Sikap inilah yang dikecam Yesus dalam Injil hari ini. Yesus mengecam para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena hidup mereka penuh dengan kemunafikan. Yesus bersabda “ Celakalah kalian, hai ahli-ahli Tauratdan orang-orang Farisi, hai kalian orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih”. Arti perkataan Yesus ini mengandung kritikan kepadapara Ahli Taurat dan orang Farisi yang terlalumemperhatikan penampilan luar daripada hati merekasendiri. Mereka kelihatan saleh dari luar tetapisebenarnya memiliki hati yang munafik, jahat, ataupenuh kebusukan di dalamnya. Hal ini ibarat kuburanterlihat putih di luar tetapi di dalamnya berisi penuhtulang belulang yang berbau busuk. Saudara-saudari terkasih, penampilan luar seringkalimenipu dan tidak mencerminkan sifat asli seseorangyang sebenarnya. Bagi Tuhan, penilaian yang benarbukan dari bentuk rupa atau pakaian tetapi dari niat, isihati dan perbuatan kita. Maka, Yesus berpesan kepadakita melalui Injil hari ini untuk mengutamakankebersihan hati dibandingkan sekedar memperindahpenampilan luar, Kita memiliki niat hati baik supayamelahirkan tindakan yang tulus dan mulia kepadasesama. Maka ingatlah, “Perhiasan terbaik bukanlahapa yang melekat di badan, melainkan kebaikan niatyang terpancar dari ketulusan hati.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzo’ R) Read more
SEJENAK SABDA Leonardus AnsisAugust 26, 2026027 views (Rabu, 26-08-2026) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XXI Bac I: 2 Tes 3:6-10.16-18Bac Injil: Mat 23:27-32 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama, Kemalasan tanpa alasan… Read more
NIAT JAHAT YANG DIBALUT SENYUM Leonardus AnsisAugust 26, 2026027 views EMBUN ROHANI PAGI DARI KOTA AMBON MANISERabu, 26 Agustus 2026Injil: Mat. 23 : 27 – 32 ”Jangan terpengaruh dengan penampilan dan kata-kata manis karena bila niat seseorang itu jahat di… Read more
Suaviter In Modo, Fortiter In Re Leonardus AnsisAugust 25, 2026033 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 25 Agustus 2026 Matius. 23 : 23 – 26 Ada ungkapan Latin mengatakan, “suaviter in modo, fortiter in re” (artinya: tegas dalam prinsip lembut pada manusia). Seorang pemimpn yang baik berpegang teguhpada aturan dengan tegas namun melayani sesamadengan hati yang tulus dan penuh kasih. Oleh karena itu,teguh pada aturan dan melayani dengan kasihmerupakan kedua hal penting yang harus dijalankansecara seimbang. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengkritik kaumFarisi yang menegaskan tentang aturan perpuluhan tetapitidak memiliki hati yang tulus dan kasih dalam melayanisesama. Yesus mengecam mereka dengan berkata, ‘Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebabpersepuluhan dari adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan”.Menurut Yesus, mereka adalah pemimpin yang butakarena berfokus pada kesalahan orang lain tanpa melihatkesalahan diri sendiri. Mereka sibuk dengan aturan tetapitidak memiliki kepedulian dan cinta dalam pelayanankepada sesama. Kaum Farisi hanya sibuk melihatpenampilan luar tanpa menilai melihat isi hati dan pikiran mereka dan sesama. Hal ini menunjukkan bahwamereka tidak peduli dengan hukum terpenting dalamTaurat yaitu mengasihi Allah dan sesama. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengingatkan kitamelalui Injil hari ini bahwa melakukan aturan itu baiktetapi jangan sampai mengorbankan kasih dan kepeduliaan nyata kepada sesama. Kita belajar untukmembangun keseimbangan antara taat pada aturan dan kasih kepada sesama. Maka ingatlah, “Gunakan kepalauntuk mematuhi dan menegakkan aturan, tetapi gunakanhati untuk mencintai sesama.” Tuhan Memberkati ( Rev.Fr. Laurens ’ R) Read more
SEJENAK SABDA Leonardus AnsisAugust 24, 2026026 views (Selasa, 25-08-2026) Semoga kasih Allah memberkati kita selalu Bacaan-Bacaan LiturgiHari Biasa, Pekan Biasa XXI Bac I: 2 Tes 2:1-3a.13b-17Bac Injil: Mat 23:23-26 Pesan Tuhan Hari Ini Pertama, Hendaklah Kita berusaha… Read more