Daily Words Renungan ANTARA HUKUM EMAS &IMAN YANG BERPIHAK KEPADA MEREKA YANG LEMAH Leonardus AnsisOctober 24, 2026012 views DAILY WORDS, MINGGU, 25 OKTOBER 2026PEKAN BIASA XXX – TAHUN ABY RP. PIUS LAWE, SVD BACAAN I : KEL 22: 21 – 27MAZMUR T : MZM 18: 2 – 3a. 3bc – 4: 47. 51abBACAAN II : I TES 1: 5c – 10INJIL : MAT 22: 34 – 40 @ Perjalanan dari Maumere menuju Ruteng menggunakan bus umum memberikan saya sebuah pelajaran iman yang sangat mendalam tentang kemanusiaan. Ketika bus yang saya tumpangi tiba di Wolowaru, Ende, ada dua orang turis asing yang hendak naik untuk menuju ke kota Ende. Mereka menawarkan ongkos resmi yang sewajarnya, persis seperti yang tertulis dalam buku panduan wisata mereka. Meskipun barang-barang bawaan mereka sudah diletakkan di dalam bus, sopir bus dengan sangat kasarnya menolak tarif tersebut dan menyuruh kedua turis itu turun. @ Melihat perlakuan kasar itu, saya merasa sangat kecewa dan sedih. Saya langsung menegur dan membagikan kisah pribadi saya kepada sang sopir tentang bagaimana rasanya menjadi orang asing di luar negeri. Saya menceritakan pengalaman saya sewaktu berada di Amerika Serikat, serta dalam perjalanan rohani ke Israel dan Eropa Barat. Berdasarkan pengalaman nyata tersebut, orang-orang di luar negeri justru sangat ramah, baik hati, dan selalu siap membantu siapa saja. Mereka sama sekali tidak pernah menyulitkan saya, terlebih ketika saya masih berjuang dan terbata-bata dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Saya menasihati sopir tersebut agar jangan pernah lagi memperlakukan turis asing dengan cara yang buruk, karena saya sendiri tidak pernah diperlakukan sekejam itu di negeri orang. @ Pengalaman nyata di atas berakar kuat pada pesan Kitab Keluaran dalam bacaan Hari Minggu Biasa ke-30. Melalui firman-Nya, Allah mengingatkan bangsa Israel dengan tegas agar jangan pernah menindas orang kecil, janda, anak yatim, atau orang asing di sekitar mereka. Mengapa? Karena orang Israel pun pernah mengalami pahitnya menjadi orang asing yang tertindas di tanah Mesir. Di tengah penderitaan itu, Allah membuktikan diri-Nya selalu ada di pihak mereka yang lemah. Allah tidak pernah menindas; sebaliknya, Dia senantiasa menjadi Gunung Batu tempat perlindungan yang kokoh, sebuah kepastian iman yang digemakan kembali oleh Pemazmur hari ini. @ Tantangan terbesar kita hari ini adalah kecenderungan untuk menyembah berhala modern, seperti ketamakan akan uang, status, dan kekuasaan. Dalam Surat Pertama kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus mengingatkan kita agar menjauhkan diri dari berhala duniawi demi menyembah Allah yang hidup—Allah yang rela menjadi manusia demi menyelamatkan kita. Seringkali, demi mengejar keuntungan materi sesaat seperti tindakan sopir bus tadi, kita menjadi buta dan lupa untuk mencintai sesama dengan segenap hati dan akal budi. @ Padahal, inti dari seluruh Kitab Suci bermuara pada “Golden Rule” atau Hukum Emas: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Perlakukanlah orang lain persis seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh mereka. Kita semua pasti memiliki pengalaman indah saat dicintai, diampuni, dan diterima dengan hangat oleh orang lain. Maka dari itu, kini giliran kita untuk mengalirkan kasih yang tulus itu tanpa pandang bulu. Mari kita buang jauh-jauh sikap arogan, egois, dan suka menghakimi. Mari kita hayati Hukum Emas ini dengan memilih sisi keberpihakan Allah, yaitu menjadi pelindung bagi mereka yang miskin, tertindas, yatim piatu, serta orang-orang asing yang hadir dalam ziarah hidup kita sehari-hari. Amin. Have a blessed Sunday filled with a loving and forgiving heart . Warm greetings to you all – padrepiolaweterengsvd