Araswaraku Renungan Gambar dan Tulisan Siapakah ini? Leonardus AnsisJune 1, 2026010 views RENUNGAN PAGIRabu, 3 Juni 2026 Bacaan Injil: Markus 12:13-17 “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”⸻***——— Pagi ini Yesus menghadapi sebuah jebakan politik dan agama yang sangat cerdik. Orang-orang Farisi dan Herodian bertanya: “Bolehkah membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?” Jika Yesus menjawab “boleh”, Ia dianggap berpihak kepada penjajah Romawi. Jika menjawab “tidak boleh”, Ia dapat dituduh memberontak terhadap negara. Tetapi Yesus menembus jebakan itu dengan kebijaksanaan yang jauh lebih dalam. Ia meminta sebuah dinar. Lalu bertanya: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Mereka menjawab: “Kaisar.” Maka Yesus berkata: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang menjadi hak Kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.” Sering kali ayat ini dipahami hanya sebagai soal membayar pajak. Padahal maknanya jauh lebih luas dan lebih mendalam.⸻***——— Menjadi Warga Negara yang Bertanggung Jawab Sebagai orang beriman, kita tidak dipanggil untuk hidup di luar masyarakat. Kita hidup dalam sebuah bangsa. Di Indonesia, iman tidak boleh membuat kita lari dari tanggung jawab sosial, politik, ekonomi, budaya, pertahanan, keamanan, dan kehidupan rakyat. Justru karena beriman, kita dipanggil untuk terlibat. Membayar pajak dengan jujur. Mematuhi hukum yang adil. Menjaga persatuan bangsa. Menghormati perbedaan. Menolak korupsi. Melindungi lingkungan hidup. Membela kaum miskin. Mengembangkan pendidikan. Menciptakan lapangan kerja. Menghasilkan karya-karya budaya yang memuliakan martabat manusia. Berpartisipasi dalam demokrasi dengan hati nurani yang jernih. Menjaga keamanan dan ketertiban bersama. Mengawasi kekuasaan agar tetap berpihak kepada rakyat. Itulah bentuk konkret keterlibatan dalam kehidupan IPOLEKSOSBUDHANKAMRATA: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, dan Ketertiban Masyarakat. Iman kristiani bukanlah iman yang bersembunyi di dalam gereja. Iman kristiani adalah iman yang turun ke sawah, ke pasar, ke sekolah, ke kantor, ke kampung, ke media sosial, ke ruang publik, ke parlemen, ke dunia usaha, ke lembaga pendidikan, ke ruang kebudayaan, dan ke tempat-tempat di mana nasib manusia sedang dipertaruhkan. Sebab kasih kepada Allah selalu menemukan wujud nyatanya dalam kasih kepada sesama dan tanggung jawab terhadap tanah air.⸻***——— Tetapi Ada Yang Lebih Dalam Lagi Ketika Yesus meminta mereka melihat gambar Kaisar pada uang dinar, sebenarnya Ia sedang mengajak mereka melihat sesuatu yang lebih besar. Koin itu milik Kaisar karena memuat gambar Kaisar. Lalu manusia milik siapa? Kitab Kejadian mengatakan: “Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.” Jika koin memuat gambar Kaisar, maka manusia memuat gambar Allah. Jika koin harus dikembalikan kepada Kaisar, maka manusia harus dikembalikan kepada Allah. Seluruh hidup kita adalah milik Allah. Tubuh kita. Akal budi kita. Hati nurani kita. Waktu kita. Keluarga kita. Pekerjaan kita. Talenta kita. Bahkan nafas yang sedang kita hirup pagi ini. Tidak ada satu pun yang sungguh-sungguh milik kita. Kita hanyalah penerima dan pengelola. Karena itu pertanyaan terbesar hidup ini bukan: “Berapa banyak yang saya miliki?” Melainkan: “Apakah hidup saya sungguh sudah saya kembalikan kepada Sang Pemiliknya?”⸻***——— Pancasila dan Pengakuan Akan Kedaulatan Allah Di Indonesia, para pendiri bangsa dengan kebijaksanaan yang luar biasa menempatkan sila pertama sebagai dasar seluruh kehidupan berbangsa: “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Ini bukan sekadar rumusan politik. Ini adalah pengakuan bahwa manusia bukan pusat alam semesta. Negara bukan pemilik mutlak kehidupan. Kekuasaan bukan sumber kebenaran. Uang bukan tuhan. Pasar bukan tuhan. Teknologi bukan tuhan. Partai politik bukan tuhan. Negara Indonesia berdiri di atas kesadaran bahwa ada Yang Mahatinggi yang melampaui semua kekuasaan manusia. Karena itu negara yang sehat adalah negara yang menghormati martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Politik yang sehat adalah politik yang melayani manusia. Ekonomi yang sehat adalah ekonomi yang memuliakan kehidupan. Pembangunan yang sehat adalah pembangunan yang menjaga bumi sebagai rumah bersama. Dan warga negara yang baik adalah mereka yang menghidupi tanggung jawab publik dengan hati yang takut akan Tuhan. Ketika sila pertama sungguh dihayati, maka sila-sila lainnya menemukan jiwa dan arah yang benar.⸻***——— Tantangan Orang Beriman Zaman Ini Banyak orang ingin memberikan sedikit waktu kepada Allah. Tetapi memberikan seluruh hidupnya kepada uang. Banyak orang masih datang berdoa. Tetapi membiarkan korupsi, kebohongan, ketidakadilan, dan keserakahan menguasai hidupnya. Banyak orang berbicara tentang Tuhan. Tetapi lupa bahwa Tuhan hadir dalam nasib rakyat kecil, para petani, nelayan, buruh, anak-anak terlantar, korban perdagangan manusia, korban kekerasan, dan bumi yang sedang terluka. Yesus pagi ini mengingatkan: Jangan hanya memberikan persembahan kepada Allah. Berikan dirimu sendiri kepada Allah. Sebab Allah tidak pertama-tama menginginkan uangmu. Allah menginginkan hatimu. Allah menginginkan hidupmu. Allah menginginkan agar seluruh keberadaanmu menjadi tanda kasih-Nya bagi dunia.⸻****——— Doa Pagi Bapa Yang Mahabaik, Pagi ini kami bersyukur karena Engkau telah menciptakan kami menurut gambar dan rupa-Mu. Kami adalah milik-Mu. Nafas kami milik-Mu. Waktu kami milik-Mu. Keluarga kami milik-Mu. Tanah air kami milik-Mu. Bangsa Indonesia yang kami cintai juga milik-Mu. Ajarlah kami menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Mampukan kami untuk terlibat aktif membangun kehidupan bersama. Jauhkan kami dari sikap masa bodoh terhadap persoalan bangsa. Bebaskan kami dari godaan korupsi, kebohongan, fanatisme sempit, penyalahgunaan kekuasaan, dan segala bentuk ketidakadilan. Tanamkan dalam hati kami keberanian untuk membela kebenaran. Kejujuran untuk bekerja dengan bersih. Kebijaksanaan untuk mengambil keputusan. Dan kasih untuk melayani sesama tanpa pamrih. Ya Tuhan, Ketika dunia mengajarkan kami untuk memiliki sebanyak-banyaknya, ajarlah kami untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Mu. Ketika dunia mengajarkan kami untuk berkuasa, ajarlah kami untuk melayani. Ketika dunia mengajarkan kami untuk mencari keuntungan diri, ajarlah kami untuk memperjuangkan kebaikan bersama. Semoga hari ini seluruh hidup kami menjadi persembahan yang hidup bagi-Mu. Sebab Engkaulah asal dan tujuan segala sesuatu. Dan kepada-Mulah kami hendak mengembalikan seluruh hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penyelamat kami. Amin 🙏————-***———- “Berikanlah kepada Allah apa yang menjadi milik Allah.” Dan karena kita diciptakan menurut gambar-Nya, maka jawaban terdalam atas sabda itu adalah: “Tuhan, ambillah seluruh hidupku. Sebab aku adalah milik-Mu.” ———-***———MIKE KERAF, CSsRRA D’SOS, Sumba Barat Daya, 02.06.2026 Related posts:Araswaraku, 30 Mei 2026Saturday May 30, 2026RenunganJANGAN TAKUT KARENA BAPA TETAP MENYERTAIMUSunday May 17, 2026Embun PagiYESUS ROTI HIDUP DALAM GEREJA KATOLIKWednesday April 22, 2026Embun Pagi