Leonardus Ansis

Yesus Melihat Hati Kita

SIRAMAN    ROHANI Sabtu,  4  Juli   2026 Matius.  9  :  14  –   17 Banyak orang biasanya menilai sesuatu berdasarkan penampillanluarnya saja sebelum mengetahui kuallitas atau kebenaran yang sesungguhnya. Hal ini mendorongnya untuk suka mengkritikorang lain tanpa melihat diri sendiri. Sama halnya dalam konteksagama, orang lebih mementingkan cara dan aturan beragamadaripada kesucian hatinya yang berkenan kepada Allah. Bacaan Injil hari ini menceritakan tentangpara murid Yohanes mengkritik murid-murid Yesus karena tidak berpuasa. Merekabertanya kepada Yesus, “Kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak? Maka, Yesus menjawab,“Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itubersama mereka?” Pertanyaan ini menjadi jawaban Yesus kepadamereka mengapa para murid-Nya tidak berpuasa. Yesusmengibaratkan diri-Nya sebagai mempelai pria dan para pengikut-Nya sebagai para sahabat-Nya. Kehadiran Yesus di tengah para murid-Nya membawa sukacita sehingga untuk berdukacita dan berpuasa tidak sesuai dengan tempat dan situasinya. Bagi mereka, puasa sebagai tanda kesalehan yang wajib dan rutin dilakukanuntuk menunjukkan pertobatan atau ketaatan. Namun hal iniberbeda dengan pandangan Yesus. Menurut-Nya, puasa yang benar dilakukan dengan tulus bukan dipamerkan kepada orang lain. Maka, puasa yang dilakukan orang-orang Farisi menunjukkan kemunafikan artinya memperhatikan penampilanluar saja tetapi hati mereka jauh dari Allah. Saudara-saudari terkasih, puasa dan ibadat mengajarkan kita untukmenerima semangat baru sehingga membutuhkan hati, pikiran dan pemahaman yang baru (kantong yang baru). Bukan denganpemahaman lama (kantong lama) yang terlalu fokusmemperhatikan penampilan orang lain dibandingkan diri sendiri. Maka, Yesus mengajak kita untuk “menyimpan anggur barudalam kantong yang baru” artinya kebenaran dan cara hidup kitayang baru harus disesuaikan dengan pola pikir dan hati yang baruyaitu semangat kasih Allah. Ingatlah, “Tuhan tidak melihatpenampilan fisikmu melainkan hatimu “(1 Samuel 16:7). Marilahkita berfokus membangun hubungan kasih yang intim denganAllah tanpa mengkritik orang lain. Tuhan Memberkati ( Rev.  Fr.Laurens ’ R)

Read more

Keraguan   Itu   Manusiawi !

SIRAMAN   ROHANI Jumat,  3  Juli  2026 Pesta   Santo   Tomas,  Rasul  Matius.  8  :  28   –  34 Pada umumnya, setiap orang membutuhkan bukti konkret, data atau fakta sah untuk mengambil keputusan ataumeyakini suatu kebenaran. Artinya, ‘melihat bukti barupercaya’. Namun, arti iman sejati sebaliknya yaitu“percaya dulu, baru bisa melihat buktinya”. Mengapa? Karena iman sejati  menuntut sikap batin untukmenyerahkan diri kepada Allah. Bacaan Injil hari ini menampilkan sikapTomas yang mewakili pemikiran banyakorang. Ia tidak percaya akan kesaksianpara murid yang lain tentangkebangkitan Yesus.  Ia  menuntut buktifisik kebangkitan Yesus supaya iapercaya. Maka, ketika Yesus menampakkan diri kembalikepada para murid-Nya, Ia berkata kepada Tomas,…

Read more

BANGKIT, ANGKAT TILAMMU, DAN BERJALANLAH!

RENUNGAN PAGI Kamis, 2 Juli 2026 (Matius 9:1-8)————-***———- Selamat pagi, sahabat-sahabat peziarah harapan. Barangkali kelumpuhan terbesar zaman ini bukanlah kelumpuhan kaki, melainkan kelumpuhan hati. Kita hidup di tengah dunia yang…

Read more

Kuasa-Nya  Tak   Terbatas

SIRAMAN  ROHANI Kamis,  2   Juli 2026 Matius. 9 : 1 -8 Penyembuhan Yesus bersifat holistik artinya menjangkauberbagai aspek kehidupan manusia. Yesus bukan hanyamenyembuhkan fisik (jasmani) tetapi juga memulihkan hidupkerohanian yaitu mengampuni dosa.  Bacaan Injil hari ini menceritakantentang kuasa Yesus yang tak terbatasdalam menyembuhkan seoranglumpuh. Mukjizat dalam peristiwa inimenunjukkan bahwa Yesus berkuasabukan untuk menyembuhkan secarafisik saja tetapi juga memulihkansecara kerohanian yaitu mengampunidosa orang lumpuh tersebut. Yesus berkata kepada orang lumpuh itu, “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudahdiampuni”. Yesus menunjukkan otoritas-Nya sebagai Putera Allah yang berkuasa untuk mengampuni dosa. Bagi Yesus, keselamatan jiwa dan pemulihan rohani lebih pentingdaripada penyembuhan fisik.  Oleh karena  itu, Yesus pertamakali bertindak untuk mengampuni dosa orang lumpuh itu.  Pengampunan ini terjadi karena Yesus melihat orang banyak yang menaruh kepercayaan kepada Yesus bahwa ia pastidisembuhkan. Yesus membuktikan kuasa-Nya dengan berkatakepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkatlah tempattidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”. Perintah Yesusmengandung makna penuh, yaitu menyuruh orang lumpuh itubangun untuk membuktikan bahwa ia sudah sembuh, mengangkat tempat tidurnya berarti ia tidak memilikiketergantungan dengan orang lain serta ia pulang untukbesaksi tentang kuasa Tuhan. Saudara-saudari terkasih, Yesus menunjukkan kepada kitaakan  otoritas Allah yang bekerja dalam diri-Nya. Yesus tidakhanya memulihkan tubuh yang lelah, tetapi juga memberikankebangkitan bagi rohani yang rapuh. Melalui Injil hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa penyembuhan-Nya bukanhanya memulihkan tubuh dari penyakit yang diderita tetapijuga menyucikan jiwa kita dari dosa. Dia memiliki kuasa yang tidak terbatas. Dia dapat mengangkat penderitaan kita, menyembuhkan luka batin kita dan memberikan kebahagiaandan keselamatan jika kita percaya kepada-Nya. Yesusmemandang kita bukan hanya sebatas tubuh yang harusdisembuhkan tetapi jiwa yang berharga untuk diselamatkandan dipulihkan supaya membangun hubungan baik denganAllah. Marilah kita dengan penuh kepercayaan menyerahkanseluruh hidup kita ke dalam kuasa-Nya. Tuhan Memberkati (  Rev. Fr. Laurens’ R )

Read more