.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

BERPIHAK BAGI “YANG MENDERITA”

Mrk. 7:31-37.
Jumat, 13 Februari 2026

Yesus memberi perhatian serius bagi orang yang menderita dan terpinggirkan. Dia baik bagi semua orang, tetapi terutama yang miskin dan sengsara. Semua orang tentu dikasihi Tuhan, tetapi mereka yang sakit lebih membutuhkan kasih sayang Tuhan. Yesus pernah berkata “bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk. 5:31-32). Orang sakit, susah, menderita, dan terpinggirkan mengalami akumulasi beban. Kita yang sehat saat ini juga memiliki beban, tetapi mereka yang sakit lebih menderita dari kita. Mereka mungkin lebih putus asa dibandingkan kita.
Yesus melalui Injil hari ini mengajak kita untuk memiliki hati bagi mereka yang sakit dan “terpinggirkan”. Injil bercerita tentang Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap. Dia menyelamatkan orang ini. Orang tuli dan gagap ini dapat mendengar dan berbicara lagi berkat bantuan Yesus. Orang ini memperoleh lagi harapan hidup. Yesus mengubah keputusasaan menjadi pengharapan/optimisme; hidup yang terasa “mati”, mengalami kebangkitan.
Di sekitar kita tidak sedikit orang yang sakit, menderita, miskin, putus asa, dan terpinggirkan. Hidup beriman tidak hanya tentang doa tetapi juga tentang tindakan karitatif. Buah dari doa adalah cinta kasih. Sebagai orang beriman, kita dipanggil untuk menolong mereka yang menderita; membagikan bantuan bagi yang lemah; membuat perubahan yang lebih bagi bagi mereka yang terpinggirkan; membuat yang sakit menjadi sembuh; membuat yang putus asa memiliki pengharapan. Tidak semua orang yang berkelebihan, tetapi tidak berarti kita tidak memiliki apa-apa sama sekali. Kalau kita tidak memiliki materi untuk membantu, paling tidak kita punya hati yang tergerak. Kalau kita sama sekali tidak memiliki kata untuk menghibur, kita masih bisa duduk diam di samping orang yang menderita; atau kalau sama sekali kita tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu, kita jangan menambah lagi kesusahan mereka yang menderita. Amin. @novlymasriat.

Related posts

SUKACITA JIWA KARENA MILIKI YESUS

PENYERTAAN TUHAN BAGIMU SEMPURNA

KETIKA SESEORANG DITUNTUN OLEH ROH KUDUS