.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

BOCAH PROTESTAN INGIN MENJADI PASTOR

Ketika berkunjung ke Fango, sebuah desa di pegunungan Taliabu 2 tahun lalu, sungguh meninggalkan kesan yang tak terlupakan.

Di desa inilah, 2 tahun yang tahun lalu, siswa-siswi SD dididik oleh seorang kostor. Uniknya jumlah siswa yang berjumlah sekitar 20-an itu belajar di 1 ruangan dengan 1 papan tulis. Cara mengajarnya pun cukup unik karena bapa itu mengajar duluan siswa kelas 1 – 3 dengan menulis di setengah papan tulis. Jam berikutnya beliau mengajar siswa kelas 4 – 6 dengan menggunakan sebelah papan yang lain. Syukur bahwa setelah kunjungan itu, ada perusahaan yang beroperasi di dekat desa itu sudah membangun 3 ruangan kelas sehingga mereka dapat belajar dengan lebih tenang.

Hari ini, Romo paroki Taliabu, Romo Erol mengirim sebuah video lucu: Seorang bocah SD yang memperkenalkan diri sebagai anggota Jemaat Protestan, ingin menjadi Pastor ( Romo ). Memang tidak ada yang mustahil bagi Tuhan bila Ia kehendaki.

Semoga cita-cita bocah ini tergapai di masa yang akan datang. Kita perlu berdoa meminta kepada Dia yang empunya tuaian agar memanggil, memilih dan mengutus para pekerja ke kebun anggur-Nya.

Semoga kelak bocah ini menjadi Romo pertama dari pulau Taliabu yang subur permai itu.

Ditulis kembali oleh: ( Mgr. Inno Ngutra: Minnong – Duc in Altum )

Related posts

Ingatlah teladan Santo Bonifasius

Seminari SYV Saumlaki adalah jantung keuskupan kita

Terimakasih Pastor Paroki