Taat Pada Perintah-Nya Leonardus AnsisSeptember 3, 2026024 views SIRAMAN ROHANI Kamis, 3 Septmber 2026 Pw. St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja Lukas. 5 : 1 – 11 Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang kisah Petrus yang gagal menangkap ikan sepanjang malam. Petrus merasa putus asa dan kelelahan karena jalanya tidakberhasil mendapatkan ikan. Namun, Yesus datangkepadanya dan berkata “ Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkan jalamu untuk menangkap ikan”. Bagi seorang nelayan yang berpengalaman tentu hal itu terasasia-sia untuk dilakukannya. Namun, perkataan Yesus itumerupakan ajakan untuk taat kepada-Nya. Akhirnya, Petrus melakukan perintah-Nya untuk menebarkankembali jalanya ke danau. Ketaatan Petrus tersebutmenghaslkan tangkapan ikan yang banyak sampai jalahampir rusak. Peristiwa ini tentu terjadi melampaui batas pikiran manusia. Yesus ingin menunjukkan bahwa Iasanggup mengubah kesia-sian hidup manusia menjadiberkat yang melmpah. Kita dapat belajar dari ketaatan Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja. Ketaatan Paus Gregorius Agung terlihat dari pilihan hidupnya yang merendahkandiri sebagai “Hamba dari Para Hamba Allah” sertakepatuhannya yang mutlak pada kehendak Tuhan dan tugas Gereja. Dia juga mendedikasikan seluruh hidupnyauntuk melayani umat, merawat orang miskin, dan menyebarkan ajaran iman tanpa mencari kehormatan dirisendiri. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengingatkan kita dalamInjil hari ini untuk tidak mudah putus asa saat usaha ataupekerjaan kita gagal. Tetap berjuang dan libatkan Yesusdalam seluruh hidup kita. Ketaatan pada perintah-Nya mendatangkan mukjizat yang di luar logika kita dapatmengubah hidup kita dari kesia-sian menjadi sebuah berkat yang melimpah. Keadaan inilah yang dialami oleh… Read more
Melayani Sesama Sambil Mewartakan Injil Allah Leonardus AnsisSeptember 2, 2026025 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 2 September 2026 Lukas. 4 : 38 – 44 Bacaan Injil hari ini menunjukkan kepedulian Yesus kepada semua orang termasuk ibu mertua Petrus yang sedang sakit. Yesus tidak hanya diam. Ia memegang… Read more
Terang Dunia Melenyapkan Kuasa Kegelapan Leonardus AnsisSeptember 1, 2026024 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 1 Septermber 2026 Lukas. 4 : 31 – 37 Santo Andreas dari Kreta pernah berkata, “Kegelapanmenyerah di hadapan kedatangan terang, dan rahmatmengubah hukum menjadi kebebasan.” Hal ini berartikegelapan, dosa, dan kuasa iblis tidak memiliki kekuatanuntuk bertahan ketika Tuhan hadir. Kehadiran Tuhan membawa terang yang mengusir segala bentuk kegelapantermasuk roh jahat. Hal yang sama yang diceritakan dalam Injil hari inibahwa kehadiran Yesus berhasil mengusir roh jahat dariseorang di Kapernaum. Peristiwa ini menunjukkan bahwaYesus selalu menaruh perhatian kepada semua orang yang menderita dan terbelenggu dari segala kejahatan. Yesusmenghardik roh jahat dengan ucapan singkat, “ Diam, keluar darinya”. Perkataan Yesus menunjukkan bahwakuasa-Nya membebaskan orang yang dirasuki oleh rohjahat. Maka, roh jahat itu keluar dari orang tersebut tanpamenyakitinya. Hal ini bertujuan supaya genaplah tujuanYesus untuk datang melepaskan semua orang dari godaandosa dan kuasa iblis. Saudara-saudari terkasih, peristiwa dalam Injil hari ini mengajarkan kita bahwa perkataan dan tindakan Yesuspenuh kuasa serta wibawa Ilahi untuk mengajar dan membebaskan kita daris egala penderitaan termasukkuasa gelap. Maka, Yesus mengingatkan kita dalam Injilhari ini bahwa iman kita kepada-Nya bukan hanyadidasarkan bahwa Yesus adalah Guru tetapi juga berkausaatas maut dan kegelapan. Yesus adalah Terang dunia yang mengusir dan melenyapkan segala kejahatan dan kuasakegelapan hidup kita. Maka itu, kuasa kegelapan tidakdiusir dengan senjata duniawi melainkan dengankehadiran Yesus Sang Terang Dunia. Singkatnya, di mana ada Yesus, kegelapan pasti menyingkir. Jadi, ingatlahbahwa kita jangan takut pada besarnya badai kegelapan, sebab otoritas Yesus jauh lebih tinggi dari segala kuasagelap yang mencoba mengikat hidupmu.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R) Read more
Persiapan Diri Kita Melalui Pertobatan Leonardus AnsisAugust 28, 2026026 views SIRAMAN ROHANI Jumat, 28 Agustus 2026 PW. St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja Matius. 25 : 1 – 13 Ada peribahasa mengatakan “sediakan payung sebelum hujan” berarti berjaga-jaga atau bersiap sedia sebelum datangnyasuatu kesulitan, masalah, atau bahaya. Seperti yang dikisahkan dalam Injil hari ini tentang lima orang gadis bijaksana yang berjaga-jaga dan siap sedia menyambutkedatangan mempelai pria dengan persediaan kelebihanminyak sehingga pelita mereka tetap menyala dan menyambutpengantin tersebut. Sedangkan, lima gadis yang bodoh yang tidak ada persediaan minyak, mereka pergi membeli minyak namun terlambat karena pengantin pria telah datang dan pintutelah tertutup. Karena itu, Yesus berkata, “Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupunakan saatnya”. Yesus ingin mengajarkan para murid unrukmempersiapkan segala kebutuhan rohani sebelum harikedatangan-Nya. Saudara-saudari terkasih, hidup beriman bukan sesuatu yang dipersiapkan secara mendadak pada saat-saat terakhir hidupkita. Kita perlu adanya kesiapan rohani bersifat pribadi dan harus dipersiapkan sekarang, bukan nanti ketika masalahterjadi atau penghakiman tiba. Salah satu bentuk persiapanyaitu pertobatan. Pertobatan sejati menuntut perubahan sikap, meninggalkan kejahatan dan bertindak kasih. Mengenai pertobatan ini, kita dapat belajar dari pribadi Santo Agustinus yang diperingati hari ini. Dia meninggalkan masa lalu denganmelepaskan gaya hidup duniawi. Dia menjual semua harta dan mengubah rumahnya sebagai tempat tinggal para biarawan. Iajuga menulis sebuah buku (Confessiones) yang berisi tentangkelemahan masa mudanya serta pujian kepada Allah sebagaibentuk pertobatan publik. Maka, Yesus berpesan kepada kitamelalui Injil hari ini untuk siap sedia dan berjaga-jaga menyambut kedatangan Kerajaan Allah melalui sikap dan perbuatan yang berkenan di hadapan Allah. Salah satu caranyayaitu pertobatan. Maka, kita juga menedalani pribadi Santo Agustinus yang berani bertobat dengan meninggalkankesenangan duniawinya demi mengikuti Yesus sertamemberikan kesaksian tentang ajaran kasih-Nya. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzo’ R) Read more
Hidup Dalam Kekudusan Leonardus AnsisAugust 26, 2026027 views SIRAMAN ROHANI Kamis, 27 Agustus 2026 Pw. Sta. Monika Matius. 24 : 42 – 51 Di sebuah desa pada musim hujan seringkali terjadipemadaman listrik untuk beberapa saat. Listrik akan hidupkembali setelah hujan berhenti. Oleh karena itu, hampirsetiap rumah selalu menyediakan lilin untuk berjaga-jagakalau sewaktu-waktu listrik padam. Dalam suasana gelap, cahaya lilin sangat membantu karena dapat menjadipengganti penerangan untuk beberapa saat. Cerita inimengingatkan kita akan perlu berjaga-jaga dalam hidup. Berjaga-jaga artinya sesuatu itu pasti akan terjadi tetapikapan waktunya setiap orang tidak dapat memastikannya. Demikian pun Yesus mengingatkan para murid-Nya untukberjaga-jaga menantikan kedatangan Tuhan yang tidakterduga. Yesus berkata kepada para murid-Nya, “ Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmudatang”. Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa Dia akan datang untuk kedua kalinya. Namun, Dia datang bukanlagi sebagai Juruselamat tetapi bertindak sebagai Hakim yang membenarkan bagi pihak yang benar dan menyatakanyang salah bagi yang salah. Oleh karena itu, para murid diminta untuk berjaga-jaga melalui kesetiaan menjalankantugas, rajin berdoa dan perbuatan kasih. Sikap ini juga dapat kita teladani dari Santa Monika yang diperingati hariini. Ia memiliki kesabaran, ketekunan dalam doa tanpa hentidan iman yang teguh dalam menghadapi masalah. Akhirnya, perjuangan dalam hidup doanya menghasilkan pertobatanbagi keluarganya. Saudara-saudari terkasih, pentingnya kita untuk melakukanpersiapan dalam menghadapi ketidakpastian hidup di dunia ini. Kita harus berjaga-jaga sedia karena masa depan, musibah dan ajal tidak pernah diketahui kapan akan terjadi. Sama halnya, Yesus berpesan kepada kita dalam Injil hariini untuk selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan-Nya. Berjaga-jaga bukan bersifat pasif (diam saja) tetapi aktifdalam mengisi hari-hari hidup kita dengan cara menjaga diridaripada godaan, nafsu jahat atau perbuatan yang melanggarnilai agama dan etika. Marilah kita hidup dalam kekudusanuntuk menantikan Tuhan dengan menjaga hati agar tetapmurni, menjauhi kompromi dengan dosa, tekun berdoa, serta rajin merenungkan firman Tuhan. Tuhan Memberkati ( Rev. Fr.… Read more
Jangan Tertipu Dengan Penampilan Luar ! Leonardus AnsisAugust 26, 2026074 views SIRAMAN ROHANI Rabu, 26 Agustus 2026 Matius. 23 : 27 – 32 Sikap menampilkan diri suci di luar padahal memilikihati busuk di dalam adalah bentuk kemunafikan yang merugikan orang lain dan menciptakan kepalsuan dalamhidup pergaulan. Hal ini menunjukkan pencitraan yang berlebihan supaya dilihat baik oleh orang lain dari luarnamun hatinya mengandung kejahatan. Sikap inilah yang dikecam Yesus dalam Injil hari ini. Yesus mengecam para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena hidup mereka penuh dengan kemunafikan. Yesus bersabda “ Celakalah kalian, hai ahli-ahli Tauratdan orang-orang Farisi, hai kalian orang munafik, sebab kalian itu seperti kuburan yang dilabur putih”. Arti perkataan Yesus ini mengandung kritikan kepadapara Ahli Taurat dan orang Farisi yang terlalumemperhatikan penampilan luar daripada hati merekasendiri. Mereka kelihatan saleh dari luar tetapisebenarnya memiliki hati yang munafik, jahat, ataupenuh kebusukan di dalamnya. Hal ini ibarat kuburanterlihat putih di luar tetapi di dalamnya berisi penuhtulang belulang yang berbau busuk. Saudara-saudari terkasih, penampilan luar seringkalimenipu dan tidak mencerminkan sifat asli seseorangyang sebenarnya. Bagi Tuhan, penilaian yang benarbukan dari bentuk rupa atau pakaian tetapi dari niat, isihati dan perbuatan kita. Maka, Yesus berpesan kepadakita melalui Injil hari ini untuk mengutamakankebersihan hati dibandingkan sekedar memperindahpenampilan luar, Kita memiliki niat hati baik supayamelahirkan tindakan yang tulus dan mulia kepadasesama. Maka ingatlah, “Perhiasan terbaik bukanlahapa yang melekat di badan, melainkan kebaikan niatyang terpancar dari ketulusan hati.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Enzo’ R) Read more
Suaviter In Modo, Fortiter In Re Leonardus AnsisAugust 25, 2026035 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 25 Agustus 2026 Matius. 23 : 23 – 26 Ada ungkapan Latin mengatakan, “suaviter in modo, fortiter in re” (artinya: tegas dalam prinsip lembut pada manusia). Seorang pemimpn yang baik berpegang teguhpada aturan dengan tegas namun melayani sesamadengan hati yang tulus dan penuh kasih. Oleh karena itu,teguh pada aturan dan melayani dengan kasihmerupakan kedua hal penting yang harus dijalankansecara seimbang. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengkritik kaumFarisi yang menegaskan tentang aturan perpuluhan tetapitidak memiliki hati yang tulus dan kasih dalam melayanisesama. Yesus mengecam mereka dengan berkata, ‘Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebabpersepuluhan dari adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan”.Menurut Yesus, mereka adalah pemimpin yang butakarena berfokus pada kesalahan orang lain tanpa melihatkesalahan diri sendiri. Mereka sibuk dengan aturan tetapitidak memiliki kepedulian dan cinta dalam pelayanankepada sesama. Kaum Farisi hanya sibuk melihatpenampilan luar tanpa menilai melihat isi hati dan pikiran mereka dan sesama. Hal ini menunjukkan bahwamereka tidak peduli dengan hukum terpenting dalamTaurat yaitu mengasihi Allah dan sesama. Saudara-saudari terkasih, Yesus mengingatkan kitamelalui Injil hari ini bahwa melakukan aturan itu baiktetapi jangan sampai mengorbankan kasih dan kepeduliaan nyata kepada sesama. Kita belajar untukmembangun keseimbangan antara taat pada aturan dan kasih kepada sesama. Maka ingatlah, “Gunakan kepalauntuk mematuhi dan menegakkan aturan, tetapi gunakanhati untuk mencintai sesama.” Tuhan Memberkati ( Rev.Fr. Laurens ’ R) Read more
Menjadi Saksi Kasih-Nya Leonardus AnsisAugust 23, 2026031 views SIRAMAN ROHANI Pesta. St. Bartolomeus, Rasul Senin, 24 Agustus 2026 Yohanes. 1 : 45 – 51 Tanda konkret jika seseorang berjumpa dengan Yesusadalah membagikan kasih dan sukacita yang dirasakankepada sesama. Kasih adalah anuegrah Allah yang diberikan supaya kita dapat memberikan sukacita kepadaorang lain sehingga mereka juga merasakan kehadiran-Nya. Sebagaimana yang dilakukan oleh Filipus kepada Natanael dalam Injil hari ini. Filipus mengalami sukacita dan kasihsaat berjumpa dengan Yesus dan membagikan kasih kepadaNatanael sambil mengajaknya katanya, “Kami telahmenemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat oleh para nabi, yaitu Yesus anak Yusuf Nazaret”. Namun, Natanael memiliki keraguan atas ucapan Filipus.Ia berkata, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dariNazaret?”. Akhirnya, Filipus memanggil Natanael untukberjumpa dengan Yesus. Ia berkata kepada Natanael, “Mari dan lihatlah”. Ia tidak menolak ajakan Filipus untukbertemu dengan Yesus. Pengenalan Yesus akan dirinyamembuat Natanael terkagum kepada pribadi-Nya. Yesusberkata, “Lihat, inilah seorang Isarel sejati, tidak adakepalsuan di dalamnya!”. Perkataan Yesus membuatNatanael bertobat dan bersemangat mengikuti-Nya. Pada hari ini kita merayakan Pesta Santo Bartolomeus, Rasul. Nama lain dari Bartolomeus yaitu Natanael yang diceritakan dalam Injil hari ini. Pribadi Bartolomeus menjadi model pertobatan diri atas keraguan pada kuasaYesus dan akhirnya ia bersemangat untuk mengikuti-Nya. Saudara-saudari terkasih, perjumpaan dengan Yesusmemberikan suasana kasih dan sukacita yang dalam hatikita. Hal ini membuat kita tidak mudah tergantung pada keadaan dunia melainkan kehadiran Tuhan sendiri. MelaluiInjil hari ini, Yesus mengingatkan kita bahwa panggilanuntuk berjumpa dengan Yesus merupakan perjumpaanrohani yang mengubah pikiran dan perbuatan kita untukmengasihi sesama serta memberi kasih dan sukacitasebagai kekuatan hidup kita setiap hari. Kita juga dapatmeneladani Santo Bartolomeus dalam melakukanpertobatan diri dan rendah hati penuh semangat untukmengikuti Yesus. Semoga kita selalu menjadi saksi kasih-Nya untuk membagikan kasih dan sukacita kepada semuaorang. Tuhan Memberkati. ( Rev. Fr.… Read more
Keselarasan Antara Perkataan Dan Perbuatan Leonardus AnsisAugust 21, 2026032 views SIRAMAN ROHANI Sabtu, 22 Agustus 2026 PW. St. Perawan Maria, Ratu Matius. 23 : 1 – 12 Dalam hidup ini seringkali kita berjumpa dengan karakter orang yang NATO (No Action Talk Only), artinya… Read more
Yang Terbesar Adalah Kasih Leonardus AnsisAugust 20, 2026034 views SIRAMAN ROHANI Pw. St. Pius X, Paus Jumat, 21 Agustus 2026 Matius. 22 : 34 – 40 Setiap lembaga atau organisasi pasti mempunyai hukum. Hukum ada dan dibuat bukan untuk menyengsarakanmanusia, tetapi menegakkan keadilan, menciptaketenteraman, melindungi hak, dan menjagakesejahteraan serta keharmonisan masyarakat. Dalam Injil hari ini, para Ahli Taurat dan orang Farisi mencoba menjebak Yesus dengan memberikanpertanyaan mengenai hukum yang terutama dalam Taurat. Mereka bertanya, ”Guru, hukum manakah yang terbesar dalam hukum taurat?” Mereka merujuk pada ujian atau pencarian prinsip utama di antara 613 perintahdalam Taurat Musa. Dengan singkatnya Yesus menjawabbahwa hukum yang terutama yaitu, pertama: mengasihiTuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Kedua, mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Keduahukum ini menekankan tentang kasih. Bagi Yesus, keduahukum ini menjadi asas dan pegangan utama yang menopang seluruh hukum Taurat dan Kitab Para Nabi. Saudara-saudara terkasih, tiga hal penting yang harus kitatanamkan dalam hidup kristiani yaitu iman, harap dan kasih. Iman adalah dasar percaya kepada Allah. Pengharapan adalah keyakinan akan janji keselamatan di masa depan. Kasih adalah tindakan nyata mengasihiAllah dan sesama dengan tulus. Diantaranya ketiganyayang… Read more