Home Ā» Dalam  Penderitaan, Teruslah Memuliakan Allah!

Dalam  Penderitaan, Teruslah Memuliakan Allah!

by Leonardus Ansis
0 comments

SIRAMAN   ROHANI

Sabtu,  11   Juli  2026

Matius. 10 : 24   ā€“  33

Bukti dari iman sejati adalah berani bersaksi tentang Kristus di tengah penderitaan. Menderita karena iman adalah hak istimewa untuk mendekatkan setiap orang kepada Tuhan. Orang yang berani bersaksi akan melihat penderitaan bukan suatu penghalang melainkan kesempatan baginya untuk terus memuliakan Allah.

Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus berkata kepada para murid-Nya, ā€œBarangsiapa mengakui Aku di depan manusia maka dia akan diakui juga di depan Bapa-Ku di surga”.  Mengakui Yesus berarti berani untuk menyatakan diri sebagai pengikut Kristus yang setia melalui perkataan dan perbuatan nyata di tengah dunia walaupun berhadapan dengan penolakan bahkan penganiayaan. Sebaliknya, ā€œTetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surgaā€. Penyangkalan kepada Yesus membawa dampak yakni kehilangan keselamatan di akhirat. Melalui perkataan-perkatan ini, Yesus ingin menekankan hubungan eratantara kesetiaan iman di dunia dengan keselamatan di surga. 

Saudara-saudari terkasih, kesaksian tidak harus melalui perkataan melainkan karakter hidup kita yang memancarkan kasih, kesabaran dan pengharapan di tengah penderitaan. Masalah dan penderitaan yang kita hadapi di dunia bersifat sementara dan sangat kecil jika dibandingkan dengan sukacita dan kemuliaan kekal yang akan kita terima di Surga. Maka melalui Injil hari ini, Yesus berpesan kepada kita untuk tidak perlu merasa takut dan tidak mampu. Mengapa? Karena Yesus telah berjanji untuk menyertai kita sampai akhir zaman. Marilah kita tetap berani bersaksi tentang Kristus dan tidak berfokus pada penderitaan dunia melainkan untuk tetap melihat kemuliaan Allah. Santa Teressa dari Avila pernah berkata, ā€œSetiap penderitaan di dunia ini, jika dilihat dari sudut pandang kehidupan kekal, hanyalah seperti setetes air di dalam lautan.”Tuhan Memberkati ( Rev. Fr.  Laurens’  R)

 

You may also like