.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

DIPANGGIL DAN DIUTUS DEMI KEMULIAAN TUHAN


Yes. 8:23b – 9:3; 1Kor. 1:10-13,17; Mat. 4:12-23
HM Biasa III, Minggu, 25 Januari 2026

Dalam menjalankan misi-Nya, Yesus tidak bekerja sendiri. Yesus bisa saja bekerja sendiri karena memiliki kuasa dan kemampuan untuk itu. Namun Dia mengikutsertakan manusia untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Kerjasama antara Allah dan manusia dalam sejarah keselamatan Allah sebenarnya sudah terjadi sejak awal, melalui para nabi pada zaman perjanjian lama. Injil hari ini juga menunjukkan keterlibatan manusia dalam misi Yesus (bdk. Mat. 4:12-23). Yesus memanggil beberapa orang untuk menjadi murid-Nya, yaitu Simon (yang kemudian disebut Petrus), Andreas, Yabus, dan Yohanes. Mereka adalah para nelayan. Mereka ini kemudian menjadi bagian dari dua belas rasul.
Kisah ini menegaskan bahwa misi dalam gereja adalah misi bersama. Semua orang dengan talenta masing-masing dipanggil untuk menjadi murid Kritus. “Berjalan bersama” merupakan semangat perjalanan misi. Setiap orang perlu mendengar dan didengar; semua orang berpartisipasi dan saling melengkapi. Namun perlu diingat adalah sumber perutusan dari Allah, dan Yesus adalah pusat perutusan. Isi perutusan adalah tentang Yesus (tentang apa yang Yesus lakukan dan kehendaki). Moral kompas misi perutusan adalah diri Yesus. Paus Fransiskus dalam ensiklik Evangelii Nuntiandi menegaskan bahwa pesan utama pewartaan adalah tentang kasih Allah yang diwahyuhkan oleh Yesus Kristus, dalam Roh Kudus. Kasih Allah kepada manusia ditunjukan melalui penebusan Yesus Kristus. Kasih Allah juga nampak dalam semangat persaudaraan antar manusia yang saling mengampuni dan memaafkan (Art. 27-29).
Pewartaan ditujukkan kepada semua orang, terutama mereka yang miskin dan terabaikan. Semua orang tentu memerlukan cinta kasih, namun orang-orang yang lemah, terpinggirkan, miskin, sakit, rentan, sangat memerlukan ini. Paus Leo XIV dalam surat apostoliknya Dilexit Te menggarisbawahi pewartaan gereja kepada orang miskin. Allah membawa suka cita bagi yang miskin; memilih kemiskinan, dan menjadi miskin dalam diri Yesus Kristus. Orang miskin adalah daging Kristus. Maka mewartakan kasih Allah kepada banyak orang, terutama mereka yang miskin, kita telah sungguh-sungguh melihat dan menyentuh Allah.
Perutusan berasal dari Allah, dan kembali kepada Allah. Para murid dipanggil untuk mengikuti Kristus, dan semua tindakan perutusan pertama-tama hanya untuk Tuhan. Semua bentuk perutusan kembali kepada Allah, bukan pertama-tama sebuah aksi sosial atau tindakan pelayanan pada umumnya, tetapi sebuah tindakan rohani untuk memperkenalkan Tuhan; demi kemuliaan Tuhan saja.

Related posts

SUKACITA JIWA KARENA MILIKI YESUS

PENYERTAAN TUHAN BAGIMU SEMPURNA

KETIKA SESEORANG DITUNTUN OLEH ROH KUDUS