DIPANGGIL MENJADI MURID: BERBAGI KASIH BAGI 58 ANAK HEBAT

​HKY PUNG CARITA | Senin, 21 September 2026

Hari ini, di bawah naungan Pesta Santo Matius Rasul dan Pengarang Injil, sekaligus momen pembukaan Novena Santo Padre Pio, Paroki HKY Olilit Barat merayakan wujud nyata dari panggilan pemuridan. Mengambil inspirasi dari Matius 9:9-14, kita diajak untuk melepaskan segala keengganan dan menjawab bisikan kasih Yesus: “Ikutlah Aku.”

​Menjawab panggilan itu tidak selalu lewat hal-hal besar, tetapi sering kali hadir melalui langkah-langkah kecil penuh kepedulian. Pastor Paroki, RD Ponsio Ongirwalu, tergerak untuk menyisihkan sebagian intensi Misa guna mendukung 58 anak hebat—mulai dari tingkatan TK, SD, SMP, SMK, hingga anak-anak di Panti Asuhan Alma beserta para pembinanya.

​Nilai uang transportasi dan uang jajan yang dibagikan mungkin sederhana, namun di balik itu ada wujud syukur, dorongan semangat, dan pelukan hangat dari Gereja agar langkah kaki anak-anak ini tidak runtuh dalam menuntut ilmu dan bertumbuh dalam iman.

​UNGKAPAN HATI & REFLEKSI PERISTIWA

​ANAK-ANAK TK & SD:

Wajah-wajah polos yang penuh kepasrahan dan kejujuran. Kehadiran mereka yang rajin mengikuti Misa menjadi cermin keheningan iman. Sedikit bantuan transportasi hari ini adalah wujud apresiasi atas langkah-langkah kecil mereka yang rajin mendekat ke altar Tuhan.

​ANAK-ANAK SMP & SMK:

Di tengah dinamika usia muda dan perjuangan menempuh pendidikan yang makin menantang, perhatian dari pastor paroki menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendirian. Uang transportasi ini menjadi bekal pendamping langkah mereka menuju sekolah demi meraih masa depan.

​ANAK-ANAK & PEMBINA PANTI ASUHAN ALMA:

Kasih tidak mengenal batas. Sedikit uang jajan untuk anak-anak panti dan para pembina adalah bentuk sapaan bahwa Gereja selalu menjadi rumah yang merangkul dan memperhatikan setiap buah hatinya tanpa terkecuali.

​NASEHAT GEMBALA: RD PONSIO ONGIRWALU

​”Dipanggil Menjadi Murid” berarti bersedia membuka hati untuk sesama, persis seperti Santo Matius yang merespons panggilan Yesus tanpa ragu.

​Kehadiran kita di dunia bukan sekadar untuk menikmati rahmat bagi diri sendiri, melainkan menjadi saluran kasih bagi orang lain. Anak-anak ini adalah masa depan Gereja dan bangsa. Jangan pernah mengukur kebaikan dari besarnya jumlah, tetapi dari ketulusan hati yang mau berbagi. Ketika kita berbagi dalam kekurangan, di situlah kasih Tuhan bekerja secara nyata.

Ratu Norkit Monuk Dedesar.
Ubu Naflahar Ita Didtinemun.
Kidabela-Bela lolin.
S a l v e.

Related posts

Rangkul  Jiwanya  Bukan   Dosanya

JADILAH JEMBATAN BUKAN TEMBOK

BERSYUKURLAH ATAS APA PUN YANG ENGKAU TERIMA