Rekoleksi Renungan EKARISI DAN IMAM Leonardus AnsisMarch 25, 2024014 views INTI SARI REKOLEKSI PARA IMAM KEUSKUPAN AMBOINA DI KOTA AMBON ( Oleh: RD. BERRY RAHAWARIN, Ahli Liturgi ) “Dalam Misa Kudus, kita tidak melakukan hal lain selain meniru apa yang dibuat oleh Yesus sendiri pada malam Perjamuan Terakhir.” Maka Renungkanlah ini: Perjamuan persaudaraan terekspresi lewat satu piala yang disodorkan dari satu ke yang lain, bukan masing2 minum dari piala masing-masing; Inti warisan Yesus adalah kata-kata ini: “Buatlah ini menjadi kenangan akan Daku,” bukan usir setan, sembuhkan orang dan Jamahan ( Ini semua adalah buah2 dari Ekaristi ) Puncaknya pada sengsara Tuhan ( Raniero Cantalamessa dalam bukunya “The Power of The Cross”; Dia mati di salib maka Tubuh-Nya menjadi hosti dan Darah-Nya menjadi anggur yang terlihat dengan mata manusiawi, dan ketika Misa Kudus dirayakan maka hosti menjadi Tubuh Kristus dan anggur menjadi Darah Kristus ); Roti dan Anggur tidak sebenarnya tidak hanya berubah pada saat konsekrasi, melainkan pada keseluruhan perayaan Ekaristi; Ingatlah ini selalu 1 Kor 11 : 26; “Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” Imam, Korban dan Altar menjadi satu kesatuan tindakan ( Imitatio Christi ); Seorang Imam adalah seperti roti yang DIAMBIL ( DIPILIH ), DIBERKATI, DIPECAH-PECAHKAN DAN DIBAGI-BAGIKAN: Seorang Imam adalah pribadi yang dipilih Allah secara istimewa walaupun mungkin dunia ( orang-orang/umat ) tidak memilih dan menyukaimu. Maka bersyukurlah selalu karena Tuhan memilihmu menjadi Imam-Nya; Seorang Imam diberkati ( diteguhkan ). Ini berkat kekal yang kita terima dari Allah seperti Maria yang telah mengambil bagian yang tak dapat diambil dari padanya; Imamat menjadi berarti ketika hidup kita dibagi-bagikan kepada umat yang kita layani. Kebahagiaan kita terletak pada kerelaan kita untuk memberikan diri, waktu, tenaga bahkan milik kita dalam pelayanan. Harapan Uskup; 1) Semoga para Imam tidak hanya merasa diri sebagai pemimpin Misa, tapi sebagai dia yang merayakan dan sedang berkorban ( mengorbankan diri dan umat ) kepada Tuhan di atas Altar Kristus; 2) Semoga tidak ada lagi Imam yang menjalani hidup setiap hari tanpa merayakan Ekaristi Kudus; 3) Semoga para Imam memperhatikan kelengkapan dan kelayakan dari semua peralatan liturgis yang ada dalam gereja demi kenyamanan dan kekudusan perayaan Ekaristi Kudus. Ditulis di Mezbah Doa Puspaskup Amboina( Mgr. Inno Ngutra ) Related posts:Sejenak SabdaTuesday May 26, 2026RenunganBANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAANThursday June 4, 2026Embun PagiSejenak SabdaFriday May 29, 2026Renungan