Refleksi Pastoral Gereja yang Menyapa Leonardus AnsisMarch 14, 202608 views Sungguh sebuah momen iman yang indah dan penuh kehangatan di hari Sabtu Pekan Prapaskah III ini. Kehadiran Pastor Paroki di tengah umat, khususnya di Rukun Santa Maria, Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, merupakan wujud nyata dari “Gereja yang Menyapa.” Berikut adalahrefleksi dan ungkapan hati yang bisa digunakan untuk mendokumentasikan atau membacakan inti sari dari kunjungan pastoral tersebut: 🕊️ Gema Kasih dari Rukun Santa Maria Kunjungan Pastoral Pastor Paroki HKY Olilit Barat 1. Ungkapan Hati Para Anggota Rukun Berdasarkan kunjungan ke rumah-rumah keluarga Kudus, berikut adalah intisari rasa syukur mereka: Ibu Eta Samponu: Mengungkapkan rasa syukur atas keteguhan iman yang dijaga melalui doa-doa sederhana di dalam keluarga, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan kesehatan. Bpk. Ronald Jempormase: Menekankan pentingnya figur ayah sebagai pelindung rohani dalam rumah tangga, meneladani ketulusan Santo Yosep yang diam namun bekerja dengan setia. Bpk. Thony Fanumby: Berbagi refleksi tentang bagaimana rekonsiliasi dan pengampunan di dalam keluarga menjadi fondasi utama dalam menjalani masa Prapaskah ini. Bpk. Berty Fatbinan: Menyampaikan harapan agar kunjungan seperti ini terus mempererat ikatan persaudaraan antarumat rukun dengan gembalanya. Bpk. Fransiskus Belay: Melihat kehadiran Pastor sebagai berkat yang memulihkan semangat pelayanan dalam Gereja dan masyarakat. Bpk. Gerardus Laiyan: Menitikberatkan pada pendidikan iman anak-anak sebagai investasi surgawi yang harus dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga. 2. Suara Pengurus Rukun (Ketua & Sekretaris) Ketua Rukun Santa Maria bersama Sekretaris menyampaikan apresiasi yang mendalam: ”Kami merasa dikuatkan secara organisasi maupun rohani. Kunjungan ini bukan sekadar rutinitas jadwal, melainkan bukti bahwa domba-domba di Rukun Santa Maria tidak berjalan sendirian.Kami berkomitmen untuk menjadikan rukun ini sebagai ‘Gereja Kecil’ yang hidup dan bercahaya bagi sesama.” 3. Pesan Pastor Paroki HKY Olilit BaratDi Akhir Pekan Prapaskah ke-3: Pastor Paroki mengajak seluruh keluarga untuk merenungkan makna Metanoia (Pertobatan) yang sejati. Beliau berpesan: Meneladani Santo Yosep: Di hari ke-4 Novena ini, jadilah pribadi yang taat pada kehendak Allah tanpa banyak mengeluh. Keluarga sebagai Mezbah: Jadikan rumah sebagai tempat pertama di mana kasih Allah dirasakan melalui tutur kata yang lembut dan saling mendukung. Persiapan Batin: Memasuki pekan-pekan terakhir Prapaskah, hendaknya kita semakin berfokus pada pembenahan diri, doa, dan derma, agar layak menyambut sukacita Kebangkitan Kristus. “Hati Kudus Yesus, Jadikanlah Hati Kami Seperti Hati-Mu.” ( RD PONSIO08). Related posts:Ingatlah teladan Santo BonifasiusThursday June 4, 2026Refleksi PastoralGereja DomestikThursday May 7, 2026Refleksi PastoralWarta Sukacita: Kunjungan Pastoral di Pagi Hari yang Penuh BerkatWednesday April 22, 2026Refleksi Pastoral