Home » HIDUP YANG “TERBAGI-BAGI”

HIDUP YANG “TERBAGI-BAGI”

by Leonardus Ansis
0 comments

Mrk 6:34-44.
Selasa, 6 Januari 2026

Yesus tergerak hati ketika melihat banyak orang yang datang kepadanya karena mereka bagaikan domba yang kehilangan gembala. Mereka seolah-olah berjalan tanpa tujuan dan arah. Yesus, kemudian, mengajar mereka, dan meminta para murid untuk memberi makan kepada orang-orang tersebut. Saat itu, para murid hanya bisa menyediakan lima roti dan dua ikan. Yesus kemudian mengambil roti dan ikan ini, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan membagikannya kepada orang-orang itu.
Tindakan Yesus ini bukan hanya sebuah mujizat penggandaan roti dan ikan, tetapi menunjuk juga pada simbol tindakan pemberian diri atau pengorbanan diri. Mengambil roti dan ikan,mengucap syukur, dan memecah-mecahannya, dan membagikannya kepada orang banyak merupakan gambaran simbolis tentang prinsip dasar pengorbanan diri. Ini juga adalah tindakan ekaristi. Yesus sendiri telah menunjukkan diri-Nya sebagai roti hidup yang dipecah-pecahkan dan dimakan oleh kita.
Hidup kristiani adalah hidup yang terbagi-bagi. Orang Kristiani tidak hidup untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk lain. Kita dipanggil untuk berbagi dengan orang lain, terutama mereka yang lapar, haus, terpinggirkan, sakit, dan tidak diperhatikan. Gereja adalah persekutuan di mana setiap orang saling berbagi, mendukung, menguatkan, dan memperhatikan. Kita jangan mengasingkan diri dan menyendiri, serta menutup diri. Ini bukan cara hidup orang kristiani. Hidup kita bagiakan “roti” yang dipecah-pecahkan untuk “dimakan” atau digunakan untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Paus Leo XIV, dalam homilinya pada hari raya tubuh dan darah Kristus tahun 2025 mengatakan bahwa kita dipanggil untuk membagikan “roti” yang ada pada kita untuk melipatgandakangandakan harapan dan mewartakan Kerajaan Allah. Untuk itu menjadi “roti yang terbagi-bagi” berarti tidak pertama-tama memberikan tambahan materi semata pada orang lain, tetapi juga untuk melipatgandakan harapan; membuat orang lain menemukan lagi harapan di tengah keputusasaan; membuat orang lain menemukan lagi kegembiraan di tengah kesedihaan, dan lain sebagainya. Amin. @novlymasriat.

You may also like