Home Ā» MEMBAWA KERAJAAN ALLAH BAGI YANG RAPUH

MEMBAWA KERAJAAN ALLAH BAGI YANG RAPUH

by Leonardus Ansis
0 comments


Mat 4:12-17.23-25.
Senin, 5 Januari 2026

Sebelum Kelahiran Yesus Kritus, St. Yohanes Pembaptis menyeruhkan pertobatan. Dia mengajak orang-orang bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Seruan ini untuk mempersiapkan Kerajaan Allah. Yesus juga menyeruhkan hal yang sama, namun bukan untuk mengantisipasi kedatangan Kerajaan Allah, sebab Kerajaan Allah sebenarnya sudah ada saat ini, ada di bumi, sudah ada di antara kita, dalam diri Yesus sendiri. Yesus menuntut pertobatan kepada kita semua. Dia ingin perubahan arah hidup yang sejalan dengan kehendak Allah. Perubahan tidak hanya dalam pikiran tetapi dalam tindakan. Sehingga pertobatan sesungguhnya bukan sekedar penyesalan atas dosa, tetapi membaharui hidup secara radikal, baik pikiran, perkataan, dan juga tindakan.
Selain itu., Yesus menjadi bentuk konkrit Kerajaan Allah. Dia menghadirkan Kerajaan Allah dengan berbagai tindakan kasih. Dia menolong orang sakit dan menderita. Untuk itu di mana ada kasih yang menolong dan menyelamatkan, di situ Kerajaan Allah hadir. Sebaliknya, ketika suatu komunitas atau keluarga tidak ada kasih, tidak saling menolong, suka menjatuhkan, selau menciptakan konflik, komunitas atau keluarga tersebut bukan menjadi tempat yang baik bagi Kerajaan Allah. Dengan demikian, Kerajaan Allah sungguh-sungguh hadir bila kita memiliki semangat solidaritas bersama orang lain.
Paus Leo XIV dalam homilinya, pada Natal pagi 25 Desember 2025 menekankan semangat solidaritas kepada mereka yang rapuh. Dia katakana bahwa Natal adalah bentuk inkarnasi Allah menjadi manusia. Melalui kelahiran Yesus Kristus, Allah hadir dalma kerapunah manusia. Maka kita dipanggil untuk juga memperhatikan orang-orang yang saat ini mengalami kerapuhan dalam hidup. Amin. @novlymasriat.

You may also like