IMAN AKAN PENYERTAAN ILAHI

DAILY WORDS
Jumat, 02 Oktober 2026
Pekan Biasa XXVI – Tahun A
PW Para Malaikat Pelindung
By RP. Pius Lawe, SVD
. .
Bacaan I : Kel 23: 20 – 23a
MT : Mzm 91: 1 – 2. 3 – 4. 5 – 6. 10 – 11
Injil : Mat 18: 1 – 5. 10

Sebulan setelah tahbisan imam, saya bersama Romo Paulus Lewoema, PR, mengalami kecelakaan maut di salah satu tikungan tajam dekat pintu gerbang desa Lamatuka, Lembata. Sebelum melewati tikungan itu, saya tahu dan sadar sungguh bahwa sebuah dum truck sedang dari arah yang berbeda. Saat melaju perlahan di tikungan, dum truck itu tidak memberi celah bagi kami berdua. Saya dengan tahu dan mau harus menabraknya. Kami berdua terlempar keluar ke dalam jurang, dengan posisi masih tetap seperti di atas motor dengan helm masih utuh di kepala kami. Kami berdua masih sadar, dan dengan sergap naik ke atas jalan untuk melerai orang-orang di kampung yang hendak membunuh supir truck. Ketika melihat keadaan sepeda motor, kami berdua heran karena keadaannya hancur berantakan. Sockbraker roda depan melengkung dan vleg roda depan berbentuk huruf delapan dengan jari-jari terlepas berhamburan. Karet ban bagian dalam tersobek bak usus hewan yang dibelah dan dibersihkan. Padahal itu sepeda motor Honda GL Max yang barusan dibeli oleh keluarga di Larantuka. Sungguh suatu mukjizat dari Tuhan. Saya secara pribadi menghubungkan peristiwa maut ini dengan motto tahbisanku yang saya kutip dari Keb 11: 25 yang berbunyi, “ Bagaimana sesuatu dapat bertahan, jika tidak Kaukehendaki, atau bagaimana dapat tetap terpelihara, kalau tidak Kauapanggil ?” Bagiku, Tuhan masih memerlukan kami berdua sehingga kami diselamatkan dari bahaya maut ini. Setelah 21 tahun dalam perjalanan imamat ini, saya sudah mengalami kecelakaan maut empat kali. Semuanya hanya karena mukjizat dari Tuhan sehingga saya masih tetap seperti saat ini.

Membaca dan merenungkan bacaan-bacaan suci pada Peringatan Wajib Para Malaikat Pelindung, dan jika dihadapkan dengan beberapa peristiwa kecelakaan maut yang telah kualami, saya menyadari dan mengimani sungguh bahwa Allah selalu menyertaiku dengan mengutus malaikat pelindung-Nya dalam setiap perjalanan yang kutempuh. Allah membuktikan apa yang difirmankan-Nya dalam Kel 23: 20 yang berbunyi, “ Sungguh, Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan…” Saya sungguh mengalami bahwa Allah selalu memperlengkapkanku dengan kehadiran malaikat pelindung yang berjalan di depanku. Allah tidak pernah ingkar akan janji-Nya. Pemazmur menegaskan hal ini dalam Mazmur 91: 11 yang berbunyi, “ Sebab malaikat-malaikat akan diperintahkan-Nya untuk menjaga engkau di segala jalanmu. ” Sekali lagi, Allah tidak pernah ingkar akan janji-Nya.

Menyadari kesetiaan Allah akan janji-Nya, apa yang mestinya saya/kita lakukan? Hemat saya, ada dua hal yang mungkin baik untuk saya hayati di dalam hidup. Pertama , selalu belajar untuk memiliki hati seperti seorang anak kecil. Dengan kata lain, saya belajar untuk selalu menjadi rendah hati. Penginjil Matius di dalam bab 18 ayat 3 mengajak kita untuk bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Hal ini berarti kita mesti memiliki kerendahan hati dan sungguh-sungguh menggantungkan segalanya pada penyelenggaraan Allah. Inilah disposisi batin yang mesti saya miliki sehingga atas kesadaran ini, setiap kali sebelum mengadakan suatu perjalanan, saya terdahulunya memohon kehadiran Tuhan dan penyertaan-Nya. Berdasarkan janji-Nya, Allah tentu saja mengutus malaikat pelindung untuk menyertaiku dalam setiap perjalanan yang saya tempuh. Kedua , saya belajar untuk menghargai setiap pribadi dengan keyakinan bahwa di dalam dirinya pun selalu ada Malaikat Pelindung yang menjaga dan menyertainya. Dalam hal ini, saya belajar untuk selalu mengedepankan dan menempatkan MARTABAT manusia sebagai sesuatu yang kujunjung tinggi. Sebagai konsekuensinya, saya berusaha untuk memperlakukan orang lain secara bermartabat karena dia pun adalah kekasih Allah yang diperlengkapkan dengan seorang Malaikat Pelindung.

Sebagai orang beriman, saya mengajak kita sekalian untuk membangun kerendahan hati dan menyandarkan setiap langkah laku hidup kita dalam tuntunan dan perlindungan Allah melalui para Malaikat Pelindung. Dalam kerendahan hati, mari kita memperlakukan sesama sebagai rekan ciptaan Allah yang luhur dan mulia. Tuhan memberkati. Have a wonderful evening filled with love and compassion. My warm greetings from Masohi manise…………..
I

Related posts

TUHAN MENDENGARKAN DAN MENGABULKAN DOAMU

BERDOA BERSAMA ADALAH CARA JITU MENGAJARI ORANG LAIN UNTUK BERDOA

AMBIL BAGIAN YANG PENTING BAGI JIWAMU