Mutiara Iman Renungan ” Iman yg Berseruh,Kasih yang Menyelematkan” Leonardus AnsisNovember 17, 202507 views Table of Contents Related posts:Laporan Kunjungan PastoralMelihat senyum PastorTUHAN TIDAK HANYA MENDENGARKAN TAPI PASTI AKAN MENGABULKAN DOAMU MUTIARA IMANSenin, 17 Nov. 2025( Luk. 18:35-43) Injil hari ini menyingkapkan sebuah kisah yang begitu indah untuk direnungkan: seorang buta di pinggir jalan Yerikho berseru dengan penuh harapan, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Itu bukan sekadar kata, melainkan jeritan yang lahir dari kedalaman luka dan kerinduan akan belas kasih. Banyak orang menyuruhnya diam. Dunia berusaha membungkam suara yang dianggap mengganggu, suara yang tidak penting. Namun justru ketika disuruh diam, ia semakin keras berseru. Di sinilah iman menemukan maknanya: iman sejati tidak pernah tunduk pada tekanan, tidak pernah berhenti hanya karena ditolak. Iman sejati justru semakin lantang ketika dunia berusaha membungkam. Yesus merespons dengan tindakan yang sederhana namun penuh daya rohani. Ia berhenti di tengah keramaian, menunda langkah-Nya demi memberi ruang bagi suara yang kecil. Ia melihat dan mendengarkan, bukan hanya dengan telinga, tetapi dengan hati. Ia melihat bukan sekadar tubuh yang buta, tetapi jiwa yang haus akan belas kasih. Ia mendengarkan dengan empati, memberi martabat pada suara yang sering diabaikan. Dan akhirnya Ia menaruh kasih, bertindak nyata: menyembuhkan, memulihkan, dan mengangkat martabat si buta. Kasih yang ditaruh bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan yang menyentuh luka dan menyalakan harapan. Di akhir perjumpaan itu Yesus berkata: “Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Kata-kata ini mengandung makna yang mendalam: keselamatan bukan hanya datang dari mukjizat fisik, melainkan dari iman yang teguh, iman yang tidak menyerah meski ditolak, iman yang berani berseru meski disuruh diam. Imanlah yang membuka mata hati, imanlah yang menghadirkan keselamatan sejati. Kisah ini menjadi cermin kehidupan. Betapa banyak jeritan di sekitar yang berusaha dibungkam oleh dunia, betapa banyak tangisan dan air mata yang tidak terdengar karena langkah terlalu cepat. Teladan Yesus mengajak untuk berhenti di persimpangan jalan, melihat dan mendengarkan dengan hati, lalu menaruh kasih dalam tindakan nyata. Dan teladan si buta mengingatkan: jangan pernah diam ketika iman dipanggil untuk berseru, sebab hanya iman yang teguh dan lantanglah yang akan menyelamatkan. Amin Doa Kecilku hari ini : ” Tuhan, ajarlah aku berhenti di persimpangan jalan,agar mata hatiku tidak buta oleh kesibukan.Ajarlah aku mendengarkan dengan telinga yang ditaruh di hati,agar jeritan sesama menjadi doa yang hidup.Ajarlah aku menaruh kasih dalam tindakan nyata,agar dunia yang gelap kembali diterangi harapan.Bukalah mata imanku,sebab hanya iman yang teguhlah yang menyelamatkan. Amin Gereja Kel. Kudus Pasar Minggu, Jakarta Selatan, In ChristoRm. ANDY S. Related posts:Warta Kunjungan Pastoral & Refleksi ImanFriday April 10, 2026RenunganYESUS MENJAGA DAN MELINDUNGIMU SELALUMonday April 27, 2026Embun PagiMelihat senyum PastorWednesday April 15, 2026Refleksi Pastoral