.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

JANGAN TAKUT MENGHADAPI TANTANGAN

Mrk 6:45-52.
Rabu, 7 Januari 2026Hidup ini bagaikan bahtera di tengah laut atau danau yang tidak luput dari badai. Sering bahtera kehidupan terombang-ambing karena hantaman badai kehidupan. Di tengah situasi ini, pada umumnya tidak sedikit orang putus asa, hilang harapan atau kehilangan pegangan nilai, cemas, takut, dan mengalami krisis. Memang tidak mudah menghadapi situasi ini, tetapi kita tetap harus berjuang untuk bergerak maju, mengelolah berbagai badai kehidupan itu agar tidak menjadi halangan, tetapi peluang untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik. Seorang yang pesimis akan selalu fokus pada tantangan dan merasa tidak ada lagi jalan keluar; cenderung mengkritisi dan mengeluh setiap saat, tanpa menawarkan jalan keluar, tetapi seorang yang optimis dalam hidup, akan selalu melihat peluang dalam setiap kesulitan; selalu menawarkan jalan keluar. Para murid Yesus, walaupun mereka selalu bersama dengan Yesus, tetapi mereka juga mengalami tantangan dalam pelayanan, takut, dan cemas. Untuk itu, mengikuti Kristus tidak berarti bahwa kita bebas dari kesulitan hidup. Yesus mengajarkan para murid untuk tidak lari dari tantangan dalam hidup, tetapi harus dihadapi dengan keyakinan iman akan penyertaan Tuhan. Keyakinan bahwa Tuhan hadir dalam setiap pengalaman hidup, termasuk tantangan hidup, akan membantu kita untuk tidak putus asa, dan mampu menemukan cara untuk memaknai setiap pengalaman hidup kita. Paus Fransikus, dalam surat apostoliknya, Misericordia et Misera (Belaskasih dan Penderitaan) berkata, bahwa Allah tidak pernah jauh dari kita pada saat kesedihan dan kesulitan. Allah selalu akan tampil dalam kata penghiburan, pelukan dan penuh kasih, dan doa orang-orang di sekitar kita. Bahkan dalam diam dan tanpa kata sedikitpun dari orang-orang yang berada di sekitar kita adalah juga bentuk belas kasih Tuhan.

Selain itu, kadang kala tantangan perlu ada untuk menjadi kesempatan untuk merenungkan kasih dan solidaritas antar kita sebagai manusia dan relasi kita dengan Tuhan. Tantangan merupakan momen untuk mengoreksi kembali relasi antar kita dengan sesama dan Tuhan. Kita kadang perlu mendapat tantangan atau kesulitan agar mengerti bagaiamana perjuangan orang-orang yang menderita, dan mengukur kedalaman relasi kita dengan Tuhan.
“Tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru, tetapi Dia selalu memberi pelangi setelah badai”. Tantangan bukanlah akhir dari segala-galanya. Sebagai orang Kristiani, kita harus percaya bahwa hidup ini bukan tentang masa prapaskah atau masa permenungan tentang dosa-dosa atau kesulitan atau kelemahan kita. Selalu saja ada masa paskah atau masa kemuliaan. Tuhan selalu menyertai kita dan menyediakan masa kemuliaan. Amin. #novlymasriat.

.

Related posts

BERBICARA DENGAN HIKMAT ROH KUDUS

BANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAAN

KITA ADALAH MAKHLUK CAHAYA