Kesan dan pesan yang disusun dengan nuansa kekeluargaan, syukur, dan spiritualitas Kasih yang kental untuk momen kunjungan pastoral di Rukun St. Yakobus, Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat. Senin, 9 Februari 2026:
1.Keluarga Bapak Fransiskus Fanumbi
āKesan: “Kehadiran Pastor bagaikan embun pagi yang menyejukkan pekarangan rumah kami. Kami merasakan pancaran kasih Kristus yang nyata melalui senyum dan doa yang dipanjatkan di bawah atap ini.”
āPesan: “Semoga langkah kaki Pastor meninggalkan jejak berkat yang tak terhapus, menguatkan pondasi iman kami untuk tetap kokoh menghadapi badai kehidupan.”
ā2. Keluarga Ibu Salome Masriat-Fanumbi
āKesan: “Rumah kami yang sederhana ini terasa menjadi megah karena kehadiran Sang Gembala. Ada kedamaian yang meluap saat doa pemberkatan memenuhi setiap sudut ruangan kami.”
āPesan: “Kiranya api iman yang dinyalakan hari ini tetap berkobar dalam hati kami, menjadikan keluarga ini sebagai saluran berkat bagi sesama di Olilit Barat.”
ā3. Keluarga Ibu Maria Samangun-Umpanmetan
āKesan: “Sentuhan doa dari Pastor adalah penawar rindu akan sapaan Tuhan. Kami merasa dikuatkan, dicintai, dan tidak berjalan sendirian dalam memikul beban kehidupan.”
āPesan: “Semoga kami selalu ingat bahwa di dalam setiap usaha dan air mata, ada tangan Tuhan yang memberkati melalui perantaraan para pelayan-Nya.”
ā4. Keluarga Bapak Netes Fenyapwain
āKesan: “Kunjungan ini adalah bukti bahwa Tuhan peduli pada jerih payah tangan kami. Kehadiran pengurus rukun dan Pastor membawa sukacita yang melampaui kata-kata.”
āPesan: “Kami berjanji untuk menjaga berkat ini dengan bekerja lebih tulus, agar usaha yang kami rintis bukan hanya untuk diri sendiri, tapi menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.”
ā5. Pastor Paroki HKY Olba
āKesan: “Melihat binar mata dan ketulusan umat menyambut berkat, mengingatkan saya akan esensi penggembalaan: yakni berada di tengah domba-domba yang mencintai Tuhan dengan sederhana namun luar biasa.”
āPesan: “Teruslah membangun ‘Bait Suci’ di dalam rumah tangga kalian. Biarlah kasih dan doa menjadi menu utama dalam meja makan keluarga setiap harinya.”
ā6. Ketua & Sekretaris Rukun St. Yakobus
āKesan: “Menyaksikan kehangatan antara gembala dan domba-Nya adalah kebahagiaan tertinggi bagi kami sebagai pelayan rukun. Persaudaraan kita hari ini terasa lebih erat dan suci.”
āPesan: “Mari kita jaga kerukunan ini agar St. Yakobus bukan sekadar nama rukun, tapi menjadi teladan iman yang hidup dalam perbuatan nyata sehari-hari.”
ā7. LC (Lingkungan Cerdas)
āKesan: “Sinergi antara doa (aspek spiritual) dan berkat usaha (aspek jasmani) adalah harmoni kehidupan yang indah. Tuhan hadir dalam kerja keras yang disucikan oleh doa.”
āPesan: “Jadilah keluarga yang cerdas dalam iman dan bijak dalam berkarya. Biarl ah terang Kristus dari Olilit Barat terpancar melalui keberhasilan yang tetap rendah hati.” ( RD PONSIO08)