JERITAN PILU DOMBA-DOMBA KECIL DI PULAU MOROTAI

Kunjungan kanonik ke Pulau terutara Morotai esok akan berakhir, namun kenangan perjumpaan dengan domba-domba kecil ini seakan terus membayangi hati dan pikiranku sebagai Gembala mereka.

Bagaimana mungkin kenangan itu cepat berlalu jika di stasi tertentu hanya ada Gereja tapi tidak ada gereja, pun di stasi lain fakta mengagumkan bahwa seorang janda rela bertahan hanya mau memastikan bahwa tanah gereja tidak diseroboti oleh orang lain, atau di stasi-stasi lain lagi di mana kini tertinggal hanya 1, 3 dan 5 KK di antara mayoritas Muslim dan Protestan?

Bagaimana perjuangan keluarga-keluarga ini untuk tetap mempertahankan iman kekatolikan mereka? Nantikan dalam tulisan berseri mulai esok.

Hanya satu yang kuminta dari para sahabat yakni: doakanlah domba-domba kecilku di pulau Morotai, Maluku Utara.

Selamat berakhir pekan untuk para sahabat ( Mgr. INNO NGUTRA )

Related posts

Perayaan Ekaristi dan Pembukaan Novena Santo Mikael Malaikat Agung

Refleksi Dan Ungkapan Hati

BERBAGI KASIH BAGI ANAK-ANAK HEBAT PADA HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA YANG KE-81. SESUDAH NOVENA SANTO YUDAS TADEUS HARI KE-4