Table of Contents
Kunjungan Pastoral Paroki HKY Olilit Barat di Rukun St. Yakobus
Kamis, 23 April 2026
Pendahuluan:
Melampaui Batas Cuaca
Pagi itu, langit di atas Olilit Barat tidak sedang bersahabat.
Hujan turun dengan derasnya sejak usai Misa Harian dan Penutupan Novena Santo Anselmus.
Namun, bagi Pastor Paroki HKY Olilit Barat dan jajaran Baperus Rukun Santo Yakobus, misi kasih tidak mengenal kata “nanti”.
Antara pukul 07.30 hingga 10.00 WIT, meski jubah dan pakaian mungkin basah oleh percikan air, langkah kaki mereka tetap mantap mengetuk pintu demi pintu keluarga Kudus di Rukun St. Yakobus.
Ungkapan Hati Keluarga-Keluarga
Ada keharuan yang mendalam terpancar dari wajah para kepala keluarga dan anggota keluarga yang dikunjungi.
Dari kediaman Bapak Jemi Afaratu hingga Bapak Eko Bambang, suasana syukur terasa begitu kental.
”Kami tidak menyangka di tengah hujan sederas ini, Pastor dan pengurus Rukun mau meluangkan waktu dan menembus cuaca dingin hanya untuk melihat keadaan kami. Ini adalah bukti nyata bahwa Gembala tidak meninggalkan domba-dombanya,” ungkap salah satu perwakilan keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan sebuah perjumpaan iman yang menguatkan keluarga:
Kel. Bp Jemi Afaratu
Kel. Bp Venansius Laratmase
Kel. Bp Pice Rangkoly
Kel. Bp Wiro Fenyap
Kel. Bp Gery Kuway
Kel. Ibu Mery Malayat
Kel. Bp Tance Futwembun
Kel. Bp Apan Lamere
Kel. Bp Tomas Lasuatbebun
Kel. Bp Nyong Samangun
Kel. Bp Eko Bambang
Peneguhan dari Baperus Rukun Yakobus
Bagi pengurus Rukun St. Yakobus, perjalanan ini adalah bentuk pelayanan total. Menemani Pastor mengunjungi umat adalah cara untuk menyatukan hati dan memastikan bahwa semangat persaudaraan dalam rukun tetap menyala, bahkan di tengah tantangan cuaca.
Nasehat dan Pesan Kasih Pastor Paroki HKY Olilit
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Pastor Paroki memberikan pesan yang menyejukkan hati bagi seluruh umat di Rukun St. Yakobus:
”Hujan hari ini adalah berkat, sama seperti kehadiran Tuhan dalam keluarga kita. Jangan pernah merasa sendirian dalam menghadapi badai kehidupan. Tetaplah menjaga kerukunan, saling menopang satu sama lain, dan jadikanlah doa sebagai fondasi utama rumah tangga kalian. Semoga Tuhan memberkati setiap jerih payah dan kesetiaan kita semua.”
Tuhan Memberkati Rukun Santo Yakobus.
Pace e Bene.
(RD PONSIO08)