Renungan Sejenak Sabda Kebaikan Terpancar dari Hati Leonardus AnsisJuly 7, 2026028 views SIRAMAN ROHANI Selasa, 7 Juli 2026 Matius. 9 : 32 – 38 Hati yang berbelas kasih adalah dorongan untuk ikut merasakan penderitaan sesama dan berusaha unttuk meringankannya. Sikap ini bukan hanya empati tetapi perwujudan kasih yang tulus untuk membawa kelegaan dan meruntuhkan keegoisan manusia demi relasi yang baik dengan sesama. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menunjukkan sikap hati yang berbelas kasih kepada sesama. Atas kasih-Nya, Yesus terdorong untuk menyembuhkan orang bisu yang kerasukan setan. Kuasa-Nya bukan hanya secara fisik tetapi rohani. Selain itu, hati Yesus tergerak oleh belas kasihan saat melihat penderitaan orang banyak. Ia melihat kebutuhan jasmani dan rohani yang mendesak. Hal ini menunjukkan identitas-Nya sebagai Gembala Yang Baik. Mengapa? Karena Dia mengenal setiap pribadi domba-domba-Nya dan mengetahui apa yang mereka butuhkan. Ia bukan hanya melihat tetapi peka dan empati sehingga berindak nyata untuk membantu domba-domba-Nya. Yesus berkata kepada para murid-Nya, “Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit”. Yesus menunjukkan kepada para murid-Nya bahwa masih banyak jiwa yang membutuhkan perhatian dan pertolongan dan siap menerima ajaran Kristus. Sayangnya, kurangnya jumlah pelayan atau utusan Tuhan yang tersedia untuk menolong sesama. Saudara-saudari terkasih, hati yang berbelas kasihbukanlah sekadar rasa kasihan, melainkan keberanian untuk melihat penderitaan orang lain dan bertindak untuk meringankannya. Hal inilah yang telah dilakukan Yesus kepada para murid-Nya dan orang banyak. Oleh karena itu, Yesus melalui Injil hari ini mengajarkan kita untuk memiliki hati yang berbelas kasih kepada orang banyak. Artinya, kita perlu untuk menaruh perhatian dan peduli, melangkah dan turun tangan membantu mereka yang menderita. Kita diingatkan untuk menaruh belas kasih kepada orang lemah maka Tuhan akan membalas perbuatan kita. Maka ingatlah, “Kebaikan yang dipancarkan dari hati yang berbelas kasih adalah bahasa yang dapat dipahami oleh orang yang tuli dan dilihat oleh orang yang buta.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)