.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

KEMISKINAN ROHANI

Mat. 20:17-28

Kamis, 5 Maret 2026

 

Dalam kaitan dengan pembangunan ekonomi, kemiskinanmenunjuk pada kondisi atau keterbasan untuk memenuhikebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, papan. Orang miskin merupakan orang yang sulit memperoleh akses pada kebutuhan-kebutuan tersebut. Salah satu akar kemiskinan adalah kecilnyapendapatan. 

Yesus, dalam injil hari ini berbicara tentang kemiskinan dan kekayaan. Lazarus, seorang yang pengemis, dan menggantungkan hidup pada sisah makanan seorang yang kaya. Badanya penuh borok dan tidur di depan rumah orang kaya. Orang kaya ini tinggal dalam kemewahan. Ketika meninggaldunia, dia yang masuk surga, sedangkan orang kaya tersebutsengasara di alam maut. Yesus sedang tidak berbicara bahwayang orang miskin akan otomatis masuk dalam kerajaan surga, sedangkan orang kaya akan masuk dalam neraka. 

Yesus juga tidak berbicara semata-mata tentang kemiskinanmaterial atau ekonomi. Yesus, melalui injil hari ini, menegaskantentang kualitas hidup: kehidupan yang cenderung menciptakaanpenderitaan, sengaja membiarkan orang lain tetap menderita, hati yang tertutup dan kosong solidaritas. Hidup seperti inimenciptakan jurang pemisah dan tembok. Manusia akhirnyahidup terfragmentasi karena individualisme dan menutup diriterhadap orang lain, terutama mereka yang terbuang. Yesusbukan mempersoalkan harta atau kemewahaan yang dimilikioleh orang kaya. Yesus mengajak kita untuk memiliki hatikepada kaum miskin. Orang kaya tersebut membiarkan Lazarus mati dalam kemiskinannya. Dia meninggalkan Lazarus menderita “sepanjang hidup” (seluruh hidup). 

Kita dipanggil untuk tidak membiarkan orang hidup dalamkemiskinan seumur hidup dan memiskinkan orang lain. Orang-orang miskin pada dirinya sendiri sudah menderita. Mereka juga sudah dipandang remeh oleh orang lain. Mereka terbuang darikehidupan bersama. Mereka kadang dipandang sebagaiancaman. Paus Fransiskus, melalui pesannya pada hari orang miskin sedunia tahun 2019 menasehati umat kristiani untukmemperhatikan orang-orang miskin. Paus katakan bahwaperhatian kepada kaum miskin bukan pertama-tama perhatianmateri, tetapi perhatian kasih. Tanpa kasih, bantuan apapun tidakmemiliki makna bagi kaum miskin. 

Untuk itu, orang yang miskin sesungguhnya adalah bukanpertama-tama orang yang secara materi berkekurangan, tetapisecara spiritual dan kasih mengalami kemiskinan. Kita bolehkaya, atau mungkin ada yang juga berkurangan, tetapi janganmiskin kasih dan miskin hidup rohani. Kemiskinan seperti inilahyang membatasi diri kita untuk menikmati kebahagiaan di surga. Amin. @novlymasriat. 

 

Related posts

BERBICARA DENGAN HIKMAT ROH KUDUS

BANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAAN

KITA ADALAH MAKHLUK CAHAYA