Renungan Sejenak Sabda Kesedihan Menjadi Sukacita Leonardus AnsisJuly 21, 202607 views SIRAMAN ROHANI Rabu, 22 Juli 2026 Pesta Sta. Maria Magdalena Yohanes 20 : 1. 11 – 18 Pada hari ini kita merayakan Pesta Santa Maria Magdalena. Dia adalah pengikut Kristus setia yang berasal dari kota Magdala, di tepi danau Galilea. Ia dikenal sebagai perempuan yang dibebaskan oleh Yesus dari tujuh roh jahat dan saksi mata pertama tentang kebangkitan Yesus. Seperti dalam bacaan Injil hari ini yang menampilkan tokoh Maria Magadlena menyaksikan pertama kali kebangkitanYesus. Maria berkata kepada seorang penunggu taman, “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia katakanlah kepadaku di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambilnya. Perkataan Maria menunjukkan sikap kesedihan yang mendalam dankerinduannya untuk merawat dan memuliakan jenazah Yesus. Namu sebenarnya, Maria tidak tahu bahwa penunggu taman itu adalah Yesus sendiri. Kemudian, Yesus memanggilnya, Maria!, Maria! dan akhirnya Mariasadar bahwa yang memanggilnya adalah Yesus. Kemudian, Maria menjawab “Rabuni!” artinya Guru. Panggilan “Guru” menunjukkan penghormatan yang mendalam dan kasih Maria Magdalena atas otoritas Yesus sebagai pembimbing dan pengajar spiritual. Saudara-saudari terkasih, seperti Maria Magdalena dengan kesedihaan membuatnya tidak mengenal Yesus, demikianlah hidup kita. Terkadang kesedihan membutakan mata rohani kita. Saat air mata kita jatuh menutup pandangan, wajarlah jika penglihatan kita menjadi kabur. Namun, Yesus selalu menunjukkan kuasa-Nya ketika kita berada di ‘titik rendah’ dalam kehidupan. Kehadiran Yesus mengubah kesedihan kita menjadi sukacita. Sama seperti perjumpaan pribadi Maria Magdalena dengan Yesus yang bangkit mengubah air mata kesedihan Maria menjadi sukacita. Oleh karena itu, Yesus mengingatkan kita bahwa Dia selalu menyertai dam melindungi jika ada pergumulan dan kesedihan menyertai kita. Ingatlah, “Tuhan tidak pernah menjanjikan langit selalu biru, tetapi Ia berjanji akan selalu menyertai setiap langkah kita. Di tangan-Nya, air mata yang jatuh diubah menjadi pelangi sukacita.” Tuhan Memberkati ( Rev. Fr. Laurens’ R)