Renungan MENEGUHKAN KEBAIKAN Leonardus AnsisMarch 27, 2026012 views Yoh. 10:31-42 Jumat, 27 Maret 2026 Orang-orang Yahudi ingin melempari Yesus karenaperkataan Yesus. Mereka memandang bahwa Yesus menghujatAllah karena Yesus menyamakan diri-Nya dengan Allah. Ini bertentangan dengan tradisi Yahudi. Yudaisme sangat memegang tradisi monoteisme yang memandang bahwa Tuhan itu satu dan esa. Bagi orang Yahudi, ketika Yesus menyatakandiri-Nya sebagai Allah atau Tuhan maka bertentangan dengantradisi monoteisme ini. Mereka tidak meyakini hakikat Allah dalam diri Yesus Kristus. Gereja Katolik juga meyakini bahwaTuhan itu esa yang hadir dalam “tiga pribadi” (TritunggalMahakudus). Selain itu, konsep mesianik yang Yesus hadirkan juga berbeda dengan konsep yudaisme. Yudaisme memandang bahwamesias adalah tokoh politik yang diurapi untuk misi pembebasandari penindasan. Mesias masih dinantikan. Yesus, mesias bukantokoh politik. Yesus merupakan penyelamat rohani bagi semuabangsa. Dia adalah mesias yang sudah hadir di dunia (bdk. Yoh.4:25–26; Mrk. 14:61–62). Orang Yahudi tidak menyukai Yesusjuga karena dalam banyak kesempatan Yesus mengkritisi praktikkeagamaan orang Yahudi dan para ahli taurat yang tidakkonsisten. Mereka mengajarkan yang baik tetapi tidakmelaksanakannya. Berbagai alasan di atas (dan masih banyak alasan lain lagi) yang membuat sehingga orang Yahudi pada saat itu inginmembunuh Yesus. Mata iman yang sudah tertutup menyulitkanorang-orang Yahudi untuk memandang kebaikan dan Allah dalam diri Yesus. Kebenciaan menutup matai man. Semuakebaikan yang Yesus tunjukkan, entah itu kata-kata maupunpekerjaan sudah tidak berarti bagi mereka. Kehendak jahatmenjadi penghalang bagi iman yang mendalam akan Tuhan. Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk percayakepada Yesus. Yesus adalah Allah yang juga mengerjakanpekerjaan-pekerjaan Allah. Iman kepada Kristus memampukankita untuk melihat berbagai rahmat Allah dalam semuapengalaman kita. Tanpa iman, kita tidak mampu untukmenyelami kasih Allah dalam pengalaman-pengalaman setiaphari, baik yang suka maupun duka. Kasih Allah selalu bekerjasetiap saat, dan iman membantu kita untuk menyadari semuakasih itu. Dalam hubungan dengan sesame, pengalaman Yesus inimengantar kita untuk memiliki keberanian untuk menerimakebaikan orang lain. Kehadiran orang lain dan segalakebaikannya bukanlah sebuah hambatan, tetapi peluang dan berkat bagi kita. Orang lain merupakan berkat, bukan saingandan ancaman. Kita dipanggil untuk menghargai niat baik dan perbuatan-perbuatan baik dari orang lain. Kebencian, iri, dengki, Kesombongan, dan energi negatif lainnya menutup mata hatiuntuk memuji dan ikut bergembira atas kesuksesan dan kebaikanorang lain. Amin. @novlymasriat. Related posts:HATIMU ADALAH RUMAH BAGI SESAMAThursday April 30, 2026Embun PagiPROSES PENYEMBUHAN DAN PEMULIHAN DALAM NAMA YESUSWednesday May 27, 2026Embun PagiYESUS MENJAGA DAN MELINDUNGIMU SELALUMonday April 27, 2026Embun Pagi