Home » Menjemput Berkat, Mempererat Persaudaraan

Menjemput Berkat, Mempererat Persaudaraan

by Leonardus Ansis
0 comments

​Kunjungan Kasih di Rukun Santo Yoseph

​1. Keluarga Toton Sugianto

​”Pastor, rumah kami mungkin sederhana, tapi kerinduan kami akan kehadiran Tuhan melalui perantaraan Pastor sangatlah besar. Di tengah hiruk pikuk pekerjaan dan pergumulan hidup, kehadiran Pastor hari ini adalah air penyejuk. Kami rindu bimbingan agar keluarga kami tetap kokoh seperti batu karang dalam iman, meski badai duniawi mencoba menggoyahkan.”

​2. Keluarga Pius Maturbongs

​”Sudah lama kami menantikan momen duduk bersama seperti ini. Rintihan hati kami adalah doa agar anak-cucu kami tetap setia pada jalan Gereja. Kehadiran Pastor dan Bapak Ketua Rukun membawa harapan baru bagi kami bahwa kami tidak sendirian berjalan dalam kegelapan; ada Gereja yang selalu merangkul dan memperhatikan kami di sudut rukun ini.”

​3. Keluarga Rafa Laiyan

​”Kehadiran Pastor adalah jawaban atas doa-doa kami selama Novena Santo Fransiskus Xaverius. Kami merindukan berkat khusus untuk usaha dan kesehatan kami. Terkadang kami merasa lelah, namun melihat wajah Pastor yang tersenyum di ruang tamu kami, beban itu rasanya terangkat. Terima kasih sudah datang menjenguk domba-domba yang kecil ini.”

​4. Keluarga Fian Fasse

​”Kami merasa sangat terhormat. Rintihan kami sederhana: kami ingin keluarga kami menjadi ‘Gereja Domestik’ yang hidup. Kedatangan Pastor memotivasi kami untuk lebih aktif lagi dalam kegiatan lingkungan dan tidak hanya menjadi penonton dalam iman. Kami rindu akan percakapan iman yang hangat seperti malam ini.”

​5. Ungkapan Hati Ketua Rukun Santo Yoseph

​”Sebagai pelayan di rukun ini, hati saya bergetar melihat sukacita umat saya. Tugas saya berat untuk mempersatukan banyak kepala, namun kehadiran Pastor Paroki di tengah-tengah keluarga-keluarga ini adalah suntikan semangat bagi saya. Saya ingin Rukun Santo Yoseph menjadi rukun yang militan dalam iman, meneladani ketaatan pelindung kami, Santo Yoseph, yang selalu menjaga Keluarga Kudus dengan diam dan tulus.”

​6. Pesan Pastor Paroki HKY Olilit Barat

​”Bapak, Ibu, dan saudara-saudariku terkasih, saya mendengar setiap rintihan dan harapan kalian. Setelah kita menutup Novena Santo Fransiskus Xaverius, semangat misioner itu harus turun ke rumah-rumah.

​Pesan saya hanya satu:

Jangan biarkan api iman padam di meja makan kalian. Jadikanlah rumah kalian tempat di mana nama Tuhan selalu disebut dengan kasih. Saya datang bukan sebagai tamu, tapi sebagai gembala yang ingin memastikan bahwa domba-dombanya merasa dicintai oleh Gereja. Tetaplah bersatu dalam Rukun Santo Yoseph, saling menopang dalam kesulitan, dan bersukacita dalam doa.” (RD PONSIO08)

You may also like