Table of Contents
I. Refleksi dan Ungkapan Bahagia: Hugo Ratuanik
”Shalom, selamat pagi Bapak Pastor dan umat sekalian. Nama saya Hugo, dan hari ini hati saya merasa sangat luar biasa. Sejujurnya, saya bangun setiap pagi untuk melayani di Altar bukan karena mengharapkan hadiah, tetapi karena saya merasa senang bisa berada dekat dengan Tuhan sebelum saya berangkat sekolah.
Menerima penghargaan ini, terutama bantuan uang sekolah selama tiga bulan, adalah kejutan yang sangat besar bagi saya. Saya merasa Tuhan Yesus sungguh baik dan memperhatikan anak-anak kecil seperti saya. Terima kasih banyak, Bapak Pastor. Penghargaan ini membuat saya semakin semangat untuk rajin sekolah dan terus setia melayani di Altar suci ini. Mohon doa restunya agar saya tetap rendah hati dan setia.”
2. Ungkapan Bahagia: Orang Tua Hugo
”Salam sejahtera bagi kita semua. Sebagai orang tua, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar selain melihat anak kami tumbuh dalam iman dan mencintai Gereja. Kami selalu mengajarkan Hugo bahwa melayani Tuhan adalah prioritas utama, namun kami tidak menyangka kesetiaan kecilnya akan membuahkan apresiasi yang begitu nyata dari paroki.
Bantuan uang sekolah ini sangat meringankan beban kami dan menjadi bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan tangan yang melayani-Nya kosong. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Pastor Paroki atas perhatian dan kasih sayang kepada Hugo. Semoga pemberian ini menjadi berkat bagi pendidikan Hugo, dan semoga ia terus menjadi pelayan Altar yang taat.”
3. Pesan Gembala: Pastor Paroki HKY Olilit Barat
“Anak-anakku yang terkasih dalam Kristus, apa yang kita saksikan hari ini melalui ananda Hugo adalah sebuah cermin kesetiaan. Di tengah dunia yang serba instan, melihat seorang anak kelas 5 SD yang secara konsisten hadir di Misa pagi untuk melayani adalah sebuah oase rohani bagi kita semua.
Apresiasi berupa pelunasan uang sekolah ini bukanlah sekadar ‘upah’, melainkan bentuk dukungan Gereja terhadap masa depan anak yang taat. Gereja ingin hadir tidak hanya dalam urusan Altar, tetapi juga dalam perjuangan pendidikan anak-anaknya.
Pesan saya untuk Hugo: Tetaplah menjadi pelita kecil di sekolahmu dan di rumahmu. Jangan pernah bosan melayani Tuhan. Dan untuk kita semua, mari kita dukung anak-anak kita agar lebih mencintai Ekaristi, karena dari sanalah sumber segala rahmat kehidupan kita mengalir. Selamat untuk Hugo, teruslah bertumbuh dalam hikmat dan kasih sayang Tuhan.” ( RD PONSIO08)