.wp-block-jetpack-rating-star span.screen-reader-text { border: 0; clip-path: inset(50%); height: 1px; margin: -1px; overflow: hidden; padding: 0; position: absolute; width: 1px; word-wrap: normal; }

PUJIAN YANG MEMATIKAN

INSPIRASI FIRMAN TUHAN MINGGU PALMA: MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN
Minggu, 29 Maret 2026
Pemberkatan Daun Palma: Mat. 21: 1 – 11
Bacaan I: Yes. 50 : 4 – 7
Bacaan II: Flp. 2 : 6 – 11
Injil: Mat. 26 : 14 – 27 : 66

Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu:”Kita berdosa tapi Dia mati untuk menebusnya. Dia berkorban nyawa agar kita memperoleh keselamatan. Dia menderita dengan harapan agar kita bertobat dan percaya kepada Allah. Semuanya dilakukan dengan sukacita karena satu hal ini: CINTA-NYA YANG TAK TERBATAS UNTUK KITA”

Kita menemukan harapan akan kebangkitan ini dalam bacaan-bacaan suci para hari Minggu Palma ini:

Pemberkatan Daun Palma: “Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!”

Refleksi: “Motivasi pujian yang tulus atau sindiran dari mulut kita terhadap orang lain hanya kitalah yang mengetahuinya. Tapi hari ini kita belajar dari orang-orang di Yerusalem bahwa hari ini mereka memuji Yesus, tapi beberapa hari kemudian, dari mulut yang sama keluarlah kalimat; “Salibkanlah Dia!”

Bacaan I: “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.” ( Yes. 50 : 4 )

Refleksi: Masih ada banyak saudara di sekitarmu yang memerlukan kata-kata penghiburan bukan hinaan, kata-kata yang menyemangati bukan yang melemahkan, dan yang membangkitkan semangat bukan yang menjatuhkan. Anda punya hak untuk memutuskan apa yang seharusnya keluar dari mulutmu.

Bacaan II: “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” ( Flp. 2 : 8 )

Refleksi: Kerendahan hati adalah karakter utama dari seorang beriman, karena jika seseorang memilikinya maka ia tidak akan terbang dengan sombong ketika dipuji, dan sebaliknya tidak juga terjerembab dalam lumpur ketika dihina dan dijatuhkan. Ia selalu memiliki keseimbangan perasaan ketika menerima pujian atau hinaan.

Bacaan Injil:”Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.”( Mat. 27 : 50 )

Refleksi: Tidak mudah bagi kita untuk rela berkorban bagi orang lain, apalagi bagi orang yang tidak kita kenal, tapi semuanya telah dilakukan oleh Yesus demi menebus dosa-dosa kita. Ia dikhianati, dicemooh, diludahi, dihujat, dirajam, ditelanjangi, dipaku, digantung bahkan ditikam dengan tombak hanya demi satu hal yakni agar engkau dan aku selamat. Semuanya dilakukan dengan sukacita karena cinta-Nya yang tak terbatas dan tak bertepi untuk kita. Intinya; Dia mati untuk kita agar kita hidup. Kita hidup agar saling menghidupi.

Selamat bermenung pada Minggu Sengsara ini, para sahabat.

Salam, doa dan berkatku ( + ) untuk semua. ( Dari: Mgr. Inno Ngutra : Minnong – Duc in Altum )

Related posts

BERBICARA DENGAN HIKMAT ROH KUDUS

BANYAK ORANG BERAGAMA TIDAK LULUS SEKOLAH KEMANUSIAAN

KITA ADALAH MAKHLUK CAHAYA