Home Ā» Sejenak Sabda

Sejenak Sabda

by Leonardus Ansis
0 comments


(Jumat, 29-05-2026)

Semoga kasih Allah memberkati kita selalu

Bacaan-Bacaan Liturgi
Hari Biasa, Pekan Biasa VIII

Bac I: 1 Ptr 4:7-13
Bac Injil: Mrk 11:11-26

Pesan Tuhan Hari Ini

Pertama, Kisah pohon ara yang tampak hijau royo-royo namun tidak menghasilkan buah adalah peringatan keras tentang bahaya kemunafikan. Dengan kata lain, penampilan luar atau formalitas agama (seperti rajin beribadah atau terlihat saleh) tidak ada artinya jika tidak disertai dengan “buah” kehidupan yang nyata, seperti kebaikan, kejujuran, dan kasih. Hidup kita harus selaras antara apa yang tampak di luar dengan apa yang ada di dalam.

Kedua, jangan Menyalahgunakan Wewenang dan Tempat yang Suci. Ingat bahwa Yesus marah besar karena Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat suci untuk bersekutu dengan Tuhan, justru dijadikan ladang bisnis yang memeras orang miskin oleh para penguasa agama. Oleh karena itu, dilarang keras memanfaatkan ketulusan iman orang lain demi keuntungan pribadi atau kelompok (eksploitasi spiritual). Integritas dalam mengelola ruang-ruang publik, komunitas, dan institusi keagamaan harus dijaga agar tidak berubah menjadi “sarang penyamun” yang korup.

Ketiga, Kemarahan Yesus di Bait Allah terjadi di Pelataran Kafir, satu-satunya tempat di mana bangsa non-Yahudi dan kaum marginal boleh berdoa. Ketika tempat itu diubah menjadi pasar, hak spiritual orang-orang luar tersebut dirampas.
Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk menjadi pribadi dan komunitas yang inklusif. Jangan sampai kenyamanan, egoisme, atau kesibukan kita sehari-hari justru menutup jalan atau merugikan orang lain yang sedang mencari kedamaian dan keadilan.

Keempat, Kekuatan Iman harus Fokus pada Solusi, Bukan Masalah. Ketika Yesus berbicara tentang “memindahkan gunung” ke dalam laut (ayat 23), “gunung” dalam budaya Yahudi saat itu adalah metafora untuk masalah besar, hambatan yang mustahil, atau bahkan simbol kekuasaan yang menindas (seperti sistem Bait Allah yang korup saat itu).
Dengan demikian saat menghadapi tantangan hidup yang tampak sebesar gunung, kita diajak untuk memiliki iman yang aktif dan radikal kepada Allah, bukan menyerah pada keputusasaan.

Kelima, pengampunan adalah Kunci Hubungan dengan Tuhan.
Yesus menegaskan bahwa doa kita tidak akan memiliki kekuatan jika kita masih menyimpan dendam atau kepahitan kepada orang lain (ayat 25). Dengan demikian, hubungan kita dengan Tuhan (vertikal) berjalan beriringan dengan hubungan kita dengan sesama manusia (horizontal). Melepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita adalah syarat mutlak untuk menerima kedamaian dan pengampunan dari Tuhan.

Marilah berdoa
Ya Allah bantulah kami agar kami mampu mengampuni sesama kami.

Salam kasih dan doa,
RD. Domincs Baldawins Masriat

You may also like