Daily Words Refleksi Pastoral Renungan WAJAH DALAM SUTERA LEMBAYUNG Leonardus AnsisMarch 1, 2024011 views Saat fajar mulai merekahKutatap di ufuk TimurCahaya mentari perlahanmengecup bibir perbukitan hijauTerukir asaDalam hangatnya Sang SuryaGemercik airterjun dalam bening dari tebing hijau berlumutbunyikan ritme cinta abadiDalam harmoni kicau burungAsyik terbang meliukMenuruni rimbun hijau pepohonanBeralaskan kaca bening embun pagi segarAda janji seribu tahunKeselamatan… Saat panas perlahan mulai menghujamHangatkan persada hunian jiwa segarmenyengat rumah beratap batu nan padatJalanan berkerikil tajam bagai mencairMata kami anak-anak negeriLagi asyik kejar mengejarMengais arti mimpi,Memahat kiat dan asaTerkecoh fatamorganaBak tarian hantu siang bolongDalam rupa malaikatBohong…. Gemerlap Cahaya Harapanpupus seketikaBagai padam pijar lampu bola raksasaJatuh, lenyap dalam liang hitam kelamTerdorong oleh deru suara para algojomenggelegar dalam amarah menyalamengalirkan lahar panas dengkimenggusur cinta musim semikasih Sang Putera Allah Amarah manusia pemelihara dosaMenyeret tubuh berpanggulkan salib beratSosok Putera Allah – jadi manusiaBadan berbilur ditarik tertatih-tatihbak seonggok sampah busuk menyengat!Inikah wajah CINTA TAK BERSYARAT?Inikah wujud sebuah inkarnasi? Wajah-Nya lunglaiLemah tak berdayaDidorong maju dengan kasarOleh dengkinya hati manusiaMendadak! Dia terhenyak sejenak! menatap wajah wanita berhati domba putih – Veronika Dalam sekejab,Belaian lembut beralaskan kain sutera cinta lembayungMenyeka bulir-bulir keringat berdarah,Wajah Allah yang menyentuh bumi Veronika – Gambar NyataAtas nama sejuta kaum hawaYang tengah ditindas arogansi kaum lelakiDalam kuluman aroma patriarkal Veronika – Gambar nyataBergerak dalam bayang –oleh cinta – Untuk cintaoleh sebuah kesetiaan – Untuk satu keabadianEngkau saksi hidupYang empunya wajah iba nan tabahMembuat hati kami anak-anak negeriRindu pada belaian kasih ibu dan saudari kami,Di rumah, dapur, ruang kelas, ruang secretariat,di atas panggung politikdalam pesta pora demokrasi berlumpur Veronika – pancaran Gambar nyata,Engkau wanita belakang layarDalam diam-mu terpancar meloldi dukacitaMembuat hati kami luluhIngat pada luka-luka yang pernah kami goreskanPada lubuk hati para wanita – ibu – saudari kami Veronika – Pancaran Gambar NyataPada secarik sutera lembayung dukacitaTerpatri Wajah Allah yang singgah di bumi‘tuk mengantar insan semesta kembalike Surga Abadi… RP. Pius Lawe, SVDMasohi, 1 Maret 2024 Related posts:MAKLUK SURGAWI YANG HIDUP DI DUNIAMonday May 18, 2026Embun PagiHOSTI DAN ANGGUR DALAM EKARISTI ADALAH BENAR-BENAR TUBUH DAN DARAH KRISTUSThursday April 23, 2026Embun PagiSejenak SabdaFriday May 29, 2026Renungan