āRukun Santo Petrus ā Paroki
Hati Kudus Yesus Olilit Barat
Selasa, 14 April 2026
āSuasana pagi di Rukun Santo Petrus terasa berbeda. Sinar matahari Paskah yang cerah seakan menyatu dengan sukacita umat setelah mengikuti Misa Harian dan Penutupan Novena Santo Hendrikus.
Kehadiran Pastor Paroki bersama Ketua Rukun bukan sekadar kunjungan administratif, melainkan wujud nyata dari kehadiran Kristus yang mengetuk pintu hati setiap keluarga.
āUngkapan Hati Keluarga-Keluarga Kudus:
- Kel. Bpk Beni Ratuarat
- Kel. Bpk BalL Silitubun
- Kel. Bpk Stenly Goraph
- kel. Bpk Blasius Lalamafu
- Kel. Ibu Mice Kuway
- kel. Bpk Ulis Kuway
- Kel. Bpk Pau Silitubun
- kel. Bpk Gusti Luturmas
- Kel. Bpk Beatus Silitubun
- Kel. Bpk Foker Saikmat
- Kel. Alo Balak
Mulai dari Kel. Bpk Beni Ratuarat hingga Kel. Bpk Foker Saikmat dan Kel. Alo Balakākedatangan Pastor ke dalam rumah adalah sebuah berkat yang tak terlukiskan.
ā”Ada rasa haru yang luar biasa saat melihat jubah Pastor melewati ambang pintu rumah kami. Rasanya seperti Tuhan sendiri yang datang bertamu, membawa damai dan terang Paskah ke tengah meja makan dan ruang tamu kami.”
āPara keluarga mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan kekuatan baru.
Di tengah pergumulan hidup sehari-hari, kehadiran Gembala di rumah Ibu Mice Kuway, Bpk Ulis Kuway, serta keluarga lainnya, menjadi pengingat bahwa gereja tidaklah jauh; gereja ada di tengah-tengah mereka, mendengarkan keluh kesah, dan mendoakan harapan mereka.
āNasehat dan Peneguhan Pastor Paroki HKY Olilit Barat
āDi penghujung kunjungan, Pastor Paroki memberikan wejangan yang menyejukkan jiwa bagi seluruh umat di Rukun Santo Petrus:
āRumah Sebagai Gereja Domestik:
Pastor mengingatkan agar setiap keluarga menjadikan rumah tangga mereka sebagai tempat pertama di mana kasih Allah diajarkan dan dihidupi. Jadikan doa sebagai napas dalam rumah.
āSemangat Kebersamaan (Komunio):
Seperti teladan Santo Petrus, umat diajak untuk menjadi batu karang yang kokoh bagi iman satu sama lain. Ketua Rukun dan para kepala keluarga harus saling menopang dalam kasih persaudaraan.
āSukacita Paskah yang Hidup:
“Jangan takut,” pesan Pastor. “Kristus yang bangkit telah mengalahkan kegelapan. Biarlah sukacita Paskah ini tinggal di rumah Bapak dan Ibu sekalian, agar setiap tamu yang datang ke rumah ini dapat merasakan damai sejahtera Tuhan.”
Kunjungan ini ditutup dengan berkat bagi setiap sudut rumah dan seluruh anggota keluarga, meninggalkan jejak syukur yang akan terus dikenang oleh seluruh umat di Rukun Santo Petrus.
Tuhan Memberkati Perjalanan Iman Kita. (Ponsio 08)