Home Ā» Gerakan Berbagi Kasih

Gerakan Berbagi Kasih

by Leonardus Ansis
0 comments

Sebuah aksi nyata yang penuh kasih dan menyentuh hati.

Gerakan “Berbagi Kasih” dari LC Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat bagi keluarga pra-sejahtera dan para lansia adalah wujud nyata dari iman yang hidup.

​Mari kita hening sejenak, membuka hati, dan mendengarkan untaian refleksi serta ungkapan hati yang mendalam dari mereka yang menerima sentuhan kasih ini:

​1. Suara dari Balik Pintu Rumah: Ungkapan Hati para Lansia

​Bagi para oma dan opa yang tubuhnya mulai rapuh dimakan usia, kehadiran tim LC untuk paroki bukan sekadar membawa bantuan materi, melainkan membawa kehadiran Kristus itu sendiri.

​”Nak, di usia senja seperti ini, terkadang kami merasa mulai dilupakan. Namun, ketukan pintu dari LC paroki hari ini mengingatkan kami bahwa Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kami. Terima kasih karena sudah berkunjung, mau mendengarkan cerita kami, dan peduli.”

— Oma,-Oma yang dikunjungi

​Refleksi Hidup:

Kehadiran fisik dan sapaan hangat sering kali jauh lebih berharga daripada apa yang ada di dalam bingkisan. Bagi lansia, dikunjungi adalah sebuah pengakuan bahwa mereka masih menjadi bagian penting dari komunitas iman.

​2. Harapan di Tengah Kesulitan:

Suara Keluarga yang Berkesusahan
​Bagi keluarga-keluarga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, uluran tangan ini menjadi jawaban atas doa-doa malam mereka yang sunyi.

​”Jujur, belakangan ini situasi terasa sangat berat bagi keluarga kami. Ketika kami bingung harus berharap pada siapa, pengurus LC Paroki HKY datang membawa berkat ini. Ini bukan sekadar bantuan, ini adalah mukjizat kecil yang menguatkan iman kami untuk terus bertahan.”

— Bapak-bapak yang dikunjungi (Kepala Keluarga)

​Refleksi Hidup:

Sukacita sejati lahir ketika gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah di hari Minggu, tetapi menjadi sebuah “Rumah Sakit Lapangan” yang menyembuhkan dan menopang umatnya di hari-hari biasa.

​3. Refleksi Iman bagi Kita yang Berbagi

​Bagi para pelayan yang bergerak di lapangan (LC PAROKI HKY), momen berbagi kasih ini bukanlah tentang “siapa yang memberi lebih banyak”, melainkan tentang menemukan wajah Yesus pada diri orang-orang yang menderita.

​Melihat dengan Mata Hati:

Di dalam senyuman berkerut para lansia dan binar mata anak-anak keluarga yang susah, kita sedang memandang wajah Kristus sendiri (Matius 25:40).

​Belajar Bersyukur:

Menghampiri mereka yang berkekurangan justru sering kali menegur ego kita. Kita belajar bahwa kebahagiaan tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, melainkan seberapa banyak yang bisa kita bagikan.
​Menjaga Api Kasih Tetap Menyala

​Aksi di Paroki HKY Olilit Barat ini adalah sebuah pengingat indah bagi kita semua. Mari kita terus mendukung gerakan-gerakan kemanusiaan seperti ini di lingkungan paroki kita masing-masing.

​”Khotbah yang paling indah bukanlah yang didengar di dalam gereja, melainkan yang dilakukan secara nyata di tengah masyarakat.”

​Tuhan memberkati setiap hati yang tergerak untuk berbagi, dan menyertai seluruh umat di Paroki Hati Kudus Yesus, Olilit Barat.

KIDABELA (Salam hangat penuh berkat).

Semoga HATI KUDUS YESUS pelindung Paroki kita dicintai di Seluruh Dunia.
Salve

You may also like