Home Ā» SUNGGUH TAK TERSELAMI JALAN-JALAN TUHAN

SUNGGUH TAK TERSELAMI JALAN-JALAN TUHAN

by Leonardus Ansis
0 comments

DAILY WORDS, MINGGU, 23 AGUSTUS 2026
MINGGU BIASA XXI – TAHUN A
BY RP. PIUS LAWE, SVD

BACAAN I : YES 22: 19 – 23
MAZMUR T : MZM 138: 1 – 2a. 2bc – 3. 6. 8bc
BACAAN II : ROM 11: 33 – 36
INJIL : MAT 16: 13 – 20

Saya mulai dengan satu syering iman. Kemarin, Jumat, 21 Agustus 2026, di ruangan makan darurat yang tampak sumpek dengan bahan bangunan, kami duduk bersama para tukang dan panitia, menjalani diskusi via zoom dengan donatur dan sebuah team arsitekture. Point diskusi kami jelas: mengamati dan mempelajari serta memberi masukan atas perubahan gambar oleh karena kendala yang dialami dalam proses pembangunan. Ternya ditemukan adanya beban yang tidak seimbang dengan ketersediaan tiang penopang. Jika tidak diubah, gedung pada satu saat akan rubuh. Suasana diskusi sangat hangat, akrab, penuh kasih persaudaraan. Kebanyakan tukang dan panitia barusan pertama kali bertatap muka dengan donatur dan team arsitektur via layar infokus. Rasanya seperti sebuah mukjizat. Tidak pernah kami bayangkan jika Tuhan datang dengan bala bantuan yang dasyat. Ya, sejujurnya, kami hanya mulai dengan kekurangan, keterbatasan, dan bahkan dari ketiadaan. Tuhan terus melengkapi proses pembangunan rumahNya ini. Kami terus bertanya, ā€œSiapakah kami ini sampai Tuhan yang agung datang mengunjungi kami lewat kebaikan para penderma yang dengan tulus hati membantu kami lewat berbagai macam cara? Kami tertambat pada keyakinan ini, bahwa kami juga termasuk umat pilihanNya lewat rahmat baptisan yang kami terima di dalam nama Yesus. Jika Tuhan yang telah memilih kami, dan mengutus kami untuk membangun rumah-Nya, Dia pulalah yang akan menyertai dan memelihara dan bahkan terus melengkapi kami dengan cara-Nya yang ajaib. Terpujilah nama Tuhan, terima kasih para penderma dan penjasa. Terpujilah nama Tuhan. Sekali lagi, Tuhanlah yang memilih umat-Nya, Dia pulalah yang menuntun dan memelihara sampai akhir hayat.

Di dalam Kitab nabi Yesaya, Allah telah memanggil hamba-Nya, Elyakim bin Hilkia dan menaruh kunci rumah Daud atas bahunya. Lewat mulut nabi Yesaya, Allah berjanji untuk terus menyertai Elyakim sampai kapan pun. Artinya, Allah yang memanggil, Allah yang mengutus, Allah pulalah yang akan menuntun dan memelihara hamba-Nya. Di dalam Injil, Yesus menegaskan di hadapan para murid-Nya bahwa Simon Petrus-lah yang menjadi pemegang kunci kerajaan surga. Di atasnya, Yesus mendirikan jemaat-Nya. Penegasan ini merupakan kelanjutan dari jawaban Simon Petrus terhadap pertanyaan Yesus tentang diri-Nya. Jawaban Simon Petrus pun terinspirasi oleh Roh Kudus. Dalam perjalanan waktu, Simon Petrus-lah yang menyangkal Yesus, tidak mengakui Gurunya di hadapan hakim dunia. Meskipun demikian, Tuhan tetap mendampingi dan memelihara Petrus sampai akhir. Kita ingat kata-kata Yesus kepada Petrus setelah kebangkitan-Nya, ā€œGembalakanlah domba-domba-Kuā€.

Di mata dunia, baik umat Waipia dan imam-imamnya, baik Elyakim bin Hilkia, baik Simon Petrus, mereka bukanlah siapa-siapa. Namun Allah memilih umat dan para utusan-Nya. Mereka hanyalah umat sederhana, hamba-hamba yang rapuh yang dipilih Allah untuk membangun rumah-Nya, memegang kunci rumah Daud, dan menggembalakan domba-domba milik Tuhan sendiri. Namun, Tuhan memilih dan memelihara serta menuntun semuanya. Sungguh agung karya Tuhan. Bersama St. Paulus, kita patut berseru, ā€œ Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusanNya, sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! ā€
Have a wonderful and blessed Sunday. My warm greetings from Masohi manise. Don’t forget to pray for Flores

You may also like