Home Ā» Engkau Berharga

Engkau Berharga

by Leonardus Ansis
0 comments

Sebelum kita memasuki Injil hari ini, Gereja mengajak kita merayakan Pesta Darah Mulia Tuhan kita Yesus Kristus.

Hari ini kita tidak hanya mengenang darah yang pernah tercurah di Kalvari. Kita merayakan Darah yang masih mengalir sebagai kasih yang menyelamatkan dunia. Darah Kristus bukan lambang kekerasan, melainkan harga cinta Allah bagi kehidupan manusia.

RENUNGAN

Bacaan Injil: Matius 8:28-34

Ada satu bagian Injil hari ini yang rasa rasanya sangat mengejutkan.

Yesus membebaskan dua orang yang dirasuki setan.

Mereka selama ini hidup di kuburan.
Mereka dijauhi.
Mereka ditakuti.
Mereka kehilangan martabat sebagai manusia.

Yesus mengusir roh-roh jahat itu ke dalam kawanan babi, seluruh kawanan itu terjun ke jurang dan mati.

Lalu apa yang dilakukan penduduk kota?

Mereka tidak bersyukur.

Mereka tidak bergembira karena dua orang akhirnya dipulihkan.

Mereka tidak bertanya bagaimana kedua orang itu bisa memulai hidup baru.

Sebaliknya …..

Mereka justru meminta Yesus pergi dari daerah mereka.

Mengapa?

Karena mereka merasa kehilangan harta.

Mereka lebih sedih kehilangan babi daripada kehilangan manusia.

Di sinilah Injil berbicara sangat keras kepada dunia kita.
⸻——

Hari ini mungkin tidak semua kita memelihara ribuan babi.

Tetapi kita bisa saja mempunyai ā€œbabi-babiā€ lain.

Keuntungan.
Kekuasaan.
Jabatan.
Popularitas.
Investasi.
Bisnis.
Prestise.

Kadang-kadang semua itu kita lindungi mati-matian, bahkan ketika semua itu membuat manusia terluka.

Betapa sering orang lebih rela mempertahankan keuntungan ekonomi daripada menyelamatkan alam.

Lebih memilih proyek daripada masyarakat adat.

Lebih memilih laba daripada buruh kecil.

Lebih memilih citra daripada kejujuran.

Lebih memilih algoritma media sosial daripada kebenaran.

Lebih memilih kenyamanan sendiri daripada jeritan tetangga yang menderita.

Injil hari ini bertanya kepada kita:

Apa ā€œkawanan babiā€ yang diam-diam lebih kita cintai daripada manusia?
⸻———

Pesta Darah Mulia Kristus memberikan jawaban yang sangat indah.

Yesus tidak pernah menimbang nilai manusia dengan ukuran keuntungan.

Ia tidak pernah bertanya:

ā€œApakah orang ini menguntungkan?ā€

Ia hanya bertanya:

ā€œApakah ia anak Bapa-Ku?ā€

Lalu Ia menyerahkan Darah-Nya.

Bagi dunia, darah adalah tanda kematian.

Tetapi bagi Kristus, Darah menjadi mata air kehidupan.

Karena itu Darah Kristus selalu berbicara tentang pemulihan martabat manusia.

Tidak ada seorang pun yang terlalu berdosa untuk dikasihi.

Tidak ada keluarga yang terlalu hancur untuk dipulihkan.

Tidak ada anak yang terlalu nakal untuk diselamatkan.

Tidak ada pecandu yang terlalu jauh untuk dipanggil pulang.

Tidak ada bangsa yang terlalu rusak untuk dibarui.

Darah Kristus selalu berkata:

ā€œEngkau berharga.ā€
⸻———

Di Indonesia hari ini, kita melihat begitu banyak ā€œorang yang tinggal di kuburanā€.

Bukan selalu kuburan batu.

šŸ‘‰ Ada yang hidup di kuburan kemiskinan.
šŸ‘‰ Kuburan perdagangan orang.
šŸ‘‰ Kuburan narkoba.
šŸ‘‰ Kuburan korupsi.
šŸ‘‰ Kuburan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
šŸ‘‰ Kuburan ujaran kebencian.
šŸ‘‰ Kuburan kesepian digital.
šŸ‘‰ Kuburan kerusakan lingkungan.
šŸ‘‰ Kuburan hilangnya harapan.

Mereka menunggu seseorang yang berani datang seperti Yesus.

Bukan untuk menghakimi.

Tetapi untuk membebaskan.
⸻——-

Sebagai murid Kristus, kita dipanggil menjadi orang-orang yang membawa daya penyembuhan itu ke tengah masyarakat.

Ketika seorang guru mengembalikan semangat belajar muridnya, di sana Darah Kristus bekerja.

Ketika seorang petani tetap jujur dan adil mengolah tanah tanpa merusaknya, di sana Darah Kristus menghidupkan bumi.

Ketika seorang dokter melayani dengan kasih, ketika aparat menegakkan hukum dengan hati nurani, ketika seorang ibu memaafkan anaknya, ketika kaum muda memilih integritas daripada popularitas, ketika Gereja berdiri di samping mereka yang miskin dan tersingkir— di sanalah kuasa penebusan Kristus menjadi nyata.
⸻——-

Bukankah ada banyak hal yang hanya dapat kita ubah dengan kasih yang rela berkorban?

John Henri Nouwen mengingatkan:

ā€œLuka yang dipersembahkan kepada Allah dapat menjadi sumber penyembuhan bagi banyak orang.ā€

Itulah makna terdalam Pesta Darah Mulia.

Darah Kristus tidak hanya menyucikan dosa.

Darah-Nya juga mengutus kita menjadi pembela martabat manusia.

Pertanyaan Refleksi

Hari ini marilah kita bertanya dengan jujur kepada hati kita:

šŸ‘‰ Adakah ā€œkawanan babiā€ dalam hidupku — harta, jabatan, ego, kenyamanan, atau ambisi — yang tanpa kusadari lebih kuutamakan daripada manusia?
šŸ‘‰ Siapakah di sekitarku yang sedang ā€œtinggal di kuburanā€ keputusasaan dan membutuhkan kehadiran, doa, dan kepedulianku?
šŸ‘‰ Apakah aku sungguh percaya bahwa Darah Kristus masih mampu membebaskan, menyembuhkan, dan memperbarui hidupku?
——————

Doa

Tuhan Yesus, oleh Darah-Mu yang Mahamulia Engkau telah menebus dunia dan memulihkan martabat kami sebagai anak-anak Allah.

Sucikanlah hati kami dari segala keterikatan yang membuat kami lebih mencintai keuntungan daripada sesama, lebih mengejar kenyamanan daripada kebenaran, dan lebih sibuk menjaga milik kami daripada merawat mereka yang terluka.

Jadikanlah kami pembawa damai, pembela kehidupan, dan saksi kasih-Mu di tengah dunia yang haus akan harapan. Semoga setiap perkataan, keputusan, dan tindakan kami memancarkan kuasa Darah-Mu yang menyembuhkan, mempersatukan, dan menghidupkan.

Sebab hanya di dalam Engkaulah kami menemukan kebebasan sejati, dan hanya bersama-Mulah dunia memperoleh harapan baru.

Amin šŸ™
————***————
MIKE KERAF, CSsR
R.A. D’SOS
Sumba Barat Daya,
01.07.2026

You may also like