Home Ā» SEBUAH PERJUMPAAN YANG PENUH RAHMAT DAN SARAT AKAN MAKNA SEJARAH

SEBUAH PERJUMPAAN YANG PENUH RAHMAT DAN SARAT AKAN MAKNA SEJARAH

by Leonardus Ansis
0 comments

Kisah perjalanan iman antara RD Ponsio Ongirwalu dan Romo Kolonel Purn. (Sus) Yos Bintoro, Pr bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah ziarah spiritual yang mendalam, napak tilas di tanah misi yang legendaris: Ternate.

​Berikut adalah refleksi iman, tantangan, dan sukacita dari kedua hamba Tuhan ini saat kembali menginjakkan kaki di bumi Maluku Utara.

ā€‹šŸŒŖļø Tantangan di Udara:

Turbulensi dan Berserah
​Perjalanan menuju daerah misi sering kali menguji iman bahkan sebelum kaki melangkah di daratan. Ketika pesawat yang mereka tumpangi berada di ketinggian dan dihantam turbulensi hebat, ada rasa gentar yang manusiawi.
​Namun, di balik guncangan itu, ada refleksi iman yang mendalam:

​Kepasrahan Total:

Turbulensi menjadi simbol badai kehidupan. Di saat manusia tidak memiliki kendali apa pun di ketinggian, satu-satunya pegangan adalah jangkar iman kepada Sang Pencipta.

​Perlindungan Ilahi:

Pengalaman menegangkan ini justru memperkuat keyakinan mereka bahwa ada misi besar yang menanti di daratan, dan Tuhan senantiasa menyertai para utusan-Nya.

ā€‹šŸ›ļø Menjejaki Langkah St. Fransiskus Xaverius

​Ternate bukan sekadar titik geografis, melainkan tanah suci bagi sejarah Katolik di Indonesia. Ratusan tahun lalu, Santo Fransiskus Xaverius menginjakkan kakinya di sini, membawa pelita iman Katolik ke tengah masyarakat Maluku.

​Bagi kedua hamba Tuhan ini, mendarat di Ternate adalah sebuah momen emosional:

​”Kami berdiri di atas tanah yang sama di mana seorang kudus besar pernah mewartakan kasih Kristus.

Bau laut, angin, dan tanah Ternate seolah menggemakan kembali semangat magis misioner masa lalu.”

ā€‹šŸ•Šļø Refleksi Iman Dua Hamba Tuhan

​1. RD Ponsio Ongirwalu (Wakil Uskup KKT MBD)

​Kembali setelah 10 Tahun
Bagi RD Ponsio, kembali ke Ternate setelah satu dekade (10 tahun) membawa keharuan tersendiri.
​Melihat Buah Iman: Beliau merefleksikan bagaimana benih-benih iman yang ditanam puluhan bahkan ratusan tahun lalu tetap bertumbuh, dirawat oleh umat setempat di tengah tantangan zaman.

​Penyegaran Jiwa:

Perjalanan ini menjadi ruang bagi RD Ponsio untuk melihat kembali kesetiaan Tuhan dalam tugas pastoralnya sendiri di Kepulauan Tanimbar (KKT) dan Maluku Barat Daya (MBD), membawa pulang semangat baru untuk umat yang dilayaninya.

​2. Romo Kolonel Purn. (Sus) Yos Bintoro, Pr (Wakil Uskup OCI)

​Ketegasan Militer, Kelembutan Gembala
Sebagai purnawirawan Angkatan Udara dan Wakil Uskup Ordinariatus Castrensis Indonesia (Keuskupan Militer), Romo Yos Bintoro membawa perspektif yang unik.

​Disiplin dan Kesetiaan:

Pengalaman di Angkatan Udara mengajarkannya tentang kesiapan mental menghadapi “badai” (baik turbulensi udara maupun tantangan hidup).

​Sebagai Pemimpin Ret-ret Para Imam:

Kehadiran Romo Yos di Ternate adalah untuk meneguhkan sesama saudara imam. Dalam ret-ret nanti, beliau merefleksikan pentingnya para imam untuk memiliki “daya tahan spiritual” yang tinggi, seperti prajurit Kristus yang siap diutus ke medan misi tersulit sekalipun, dengan hati yang tetap lembut penuh gembala.

ā€‹āš“ Kesimpulan: Menjadi Pelita di Daerah Misi

​Pertemuan dan perjalanan kedua tokoh ini di Ternate mengesahkan satu hal: Iman Katolik tidak pernah mati oleh jarak, waktu, maupun badai. Dari turbulensi di udara hingga jejak sejarah St. Fransiskus Xaverius, RD Ponsio dan Romo Yos Bintoro mengingatkan kita bahwa setiap hamba Tuhan diutus bukan untuk jalan yang mudah, melainkan untuk jalan yang penuh berkat.

​Selamat menjalankan Ret-ret bagi para Imam. Semoga refleksi dari Ternate ini membakar kembali api misioner di hati para gembala! umat senantiasa mendoakan pelayanan jajaran romo sekalian. Amin.

Ratu Norkit Monuk DEDESAR.
UBILAA NORANG ITA DIDTINEMUN.
SALVE.
KIDABELA.

You may also like